{"id":38387,"date":"2023-11-08T23:21:02","date_gmt":"2023-11-08T15:21:02","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=38387"},"modified":"2023-11-20T01:36:27","modified_gmt":"2023-11-19T17:36:27","slug":"guru-inklusi-harapan-untuk-mencegah-bullying","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/guru-inklusi-harapan-untuk-mencegah-bullying\/","title":{"rendered":"Guru Inklusi, Harapan Untuk Mencegah Bullying"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PARLEMENTARIA SAMARINDA<\/strong> &#8211; Pencegahan <em>bullying<\/em> di sekolah, salah satunya adalah dengan meningkatkan secara kualitas dan kuantitas guru inklusi. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda Sri Puji Astuti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepada awak media di Kantor DPRD Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Selasa (07\/11\/2023), Sri Puji Astuti mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas tersebut sebagai upaya mencegah terjadinya kasus <em>bullying.\u00a0<\/em>Anak berkebutuhan khusus sering kali menjadi korban kasus <em>bullying<\/em>, sehingga guru inklusi harus mencukupi di sekolah, bukan saja guru bimbingan konseling.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun kasus-kasus tersebut belum banyak terjadi di Samarinda, namun ia merasa bahwa pihak sekolah perlu untuk meningkatkan kewaspadaan.\u00a0Dalam hal ini, ia menekankan pentingnya memiliki lebih banyak guru inklusi dan bimbingan konseling di setiap sekolah, terutama untuk mendukung anak berkebutuhan khusus.\u00a0\u201cSaat ini baru ada 157 sekolah inklusi dan anak-anak yang ter-data baru 350 orang,\u201d ungkap Puji, sapaan akrabnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Politikus Partai Demokrat itu juga mencatat bahwa regulasi yang mengatur tentang kenakalan remaja belum cukup jelas diatur, sehingga perlu perhatian lebih lanjut dari sekolah, keluarga, dan lingkungan.\u00a0\u201cSaat ini regulasinya memang belum ada untuk menangani kasus <em>bullying<\/em> di sekolah, maka keluarga yang harus berperan besar untuk melakukan pencegahan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Puji berharap ke depannya seluruh satuan pendidikan di Kota Tepian memiliki lebih banyak guru inklusi dan guru bimbingan konseling. Caranya dengan membuka peluang yang lebih luas untuk penerimaan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Samarinda di masa mendatang, lanjut dia, harus diproyeksikan menjadi kota layak anak, salah satu indikatornya tidak ada lagi kasus <em>bullying<\/em>, atau minimal jumlahnya menjadi sangat sedikit. \u201cKita harapkan bisa menjadi Kota Ramah Anak, sehingga peranan guru-guru sangat penting untuk membentuk perilaku anak di lingkungan sekolah,\u201d kata Puji. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Selamet | Penyunting: Hadi Purnomo<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PARLEMENTARIA SAMARINDA &#8211; Pencegahan bullying di sekolah, salah satunya adalah dengan meningkatkan secara kualitas dan kuantitas guru inklusi. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda Sri Puji Astuti. Kepada awak media di Kantor DPRD Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Selasa (07\/11\/2023), Sri Puji Astuti mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas tersebut sebagai &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":38428,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6585,26,37],"tags":[6989,6968,6988],"class_list":["post-38387","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kota-samarinda","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-bimbingan-konseling","tag-bullying","tag-konseling"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38387","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38387"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38387\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38487,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38387\/revisions\/38487"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38428"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38387"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38387"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38387"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}