{"id":3963,"date":"2014-06-29T19:34:29","date_gmt":"2014-06-29T11:34:29","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=3963"},"modified":"2022-10-18T19:48:14","modified_gmt":"2022-10-18T11:48:14","slug":"enam-bulan-27-tewas-di-jalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/enam-bulan-27-tewas-di-jalan\/","title":{"rendered":"Enam Bulan, 27 Tewas di Jalan"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify\">Sepanjang Ramadan hingga Idulfitri umumnya kepadatan lalu lintas meningkat. Selama itu pula potensi kecelakaan di jalan raya tinggi. Hal itu membuat pengguna jalan wajib berhati-hati dalam berkendara. Demikian diungkapkan Kanit Lakalantas Polres Balikpapan, Iptu Agus Supeno kepada Kaltim Post, Sabtu (28\/6).<\/div>\n<p><!--more--><\/p>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) dari tahun ke tahun di Kota Minyak terbilang fluktuatif. Pada 2009 terdapat 209 kasus, tahun 2011 meningkat menjadi 322 kasus. Setahun kemudian menurun menjadi 266 kasus, sedangkan tahun lalu 212 kasus. Untuk tahun ini hingga 28 Juni terdapat 114 kasus. Sementara untuk korban jiwa, selama lima tahun sejak 2009 hingga 2013 terdapat 333 korban meninggal dunia.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Sedangkan untuk korban luka berat sebanyak 298 orang dan luka ringan 1.180 orang. Tahun ini korban meninggal dunia dari lakalantas sebanyak 27 orang, luka berat 52 orang, dan luka ringan 81 orang. (selengkapnya lihat grafis) Ia membeberkan, penyebab kecelakaan bervariasi, mulai ugal-ugalan, balapan liar, mabuk hingga lalai seperti kurangnya kesadaran terhadap keselamatan berkendara.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Menurutnya, angka lakalantas yang dimiliki Polres Balikpapan ini belum bisa dikatakan kecelakaan secara menyeluruh, karena banyak insiden yang tidak dilaporkan. \u201cKecelakaan yang tidak kami ketahui itu tidak terlapor,\u201d imbuhnya. Agus menyebut, korban kasus lakalantas ini kebanyakan dari kalangan remaja atau pelajar. \u201cUntuk orangtua tidak begitu banyak, mungkin masih memikirkan keselamatan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Tidak dengan anak muda,\u201d ucapnya, saat ditemui di kantornya. Adapun yang menjadi tiga titik rawan kecelakaan dikatakan Agus, yakni Jalan Soekarno Hatta, Jalan Mulawarman, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Marsma Iswahyudi. Empat jalan tersebut disebut sebagai jalur tengkorak. \u201cMemang jalan di Balikpapan ini terbilang panjang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Apalagi Jalan Soekarno Hatta, yakni dari Muara Rapak hingga perbatasan Samarinda-Kartanegara,\u201d papar dia. Menurut dia, untuk menghindari kecelakaan di jalan perlu kesadaran dari pemilik kendaraan. Baik kesadaran keselamatan maupun kesadaran akan tertib lalu lintas. \u201cSudah sering kami ingatkan, bahkan sosialisasi mengenai keselamatan berkendara. Jika terjadi kecelakaan segera laporkan,\u201d pintanya. [] RedFj\/KP<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sepanjang Ramadan hingga Idulfitri umumnya kepadatan lalu lintas meningkat. Selama itu pula potensi kecelakaan di jalan raya tinggi. Hal itu membuat pengguna jalan wajib berhati-hati dalam berkendara. Demikian diungkapkan Kanit Lakalantas Polres Balikpapan, Iptu Agus Supeno kepada Kaltim Post, Sabtu (28\/6).<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3964,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,19,26],"tags":[],"class_list":["post-3963","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-hotnews","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3963","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3963"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3963\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24090,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3963\/revisions\/24090"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3963"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3963"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3963"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}