{"id":39776,"date":"2023-11-27T16:23:27","date_gmt":"2023-11-27T08:23:27","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=39776"},"modified":"2023-12-01T00:26:32","modified_gmt":"2023-11-30T16:26:32","slug":"menyibak-persoalan-hukum-melalui-linguistik-forensik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/menyibak-persoalan-hukum-melalui-linguistik-forensik\/","title":{"rendered":"Menyibak Persoalan Hukum Melalui Linguistik Forensik"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA<\/strong> &#8211; KONSEP linguistik forensik dengan memanfaatkan analisis data bahasa dapat membantu menangangi persoalan hukum berbasis linguistik. Demikian paparan Guru Besar Linguistik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) E Aminuddin Azis saat menjadi nara sumber dalam Kuliah Umum &#8220;Memahami Cara Kerja Linguistik Forensik untuk Pemberdayaan Masyarakat&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kuliah umum yang diselenggarakan di Ruang Serba Guna lantai 4 Rektorat Universitas Mulawarman Samarinda, Senin (27\/11\/2023) itu diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas. Seperti Fakuktas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisip) Universitas Mulawarman (Unmul).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Linguistik forensik sendiri kata dia, bertujuan mengungkap informasi melalui analisis bahasa untuk memperjelas proses peradilan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dalam ilmu forensik ini unsur bahasa, paralinguistik dan konteks kejadian berbahasa menjadi menjadi fokus utama analisisnya,&#8221; lanjut Aminuddin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia mengatakan, mitra dalam linguistik forensik melibatkan berbagai pihak. Seperti polisi, jaksa, hakim, pengacara, penterjemah, psikolog dan ahli linguistik komputasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Terakhir adalah penjelasan tentang forensik digital yaitu suatu metode untuk mengecek apakah sebuah teks elektronik benar dikeluarkan oleh suatu sistem elektronik yang sah dimata hukum,&#8221; pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis : Himawan Yokominarno | Penyunting : Agus P Sarjono<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA &#8211; KONSEP linguistik forensik dengan memanfaatkan analisis data bahasa dapat membantu menangangi persoalan hukum berbasis linguistik. Demikian paparan Guru Besar Linguistik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) E Aminuddin Azis saat menjadi nara sumber dalam Kuliah Umum &#8220;Memahami Cara Kerja Linguistik Forensik untuk Pemberdayaan Masyarakat&#8221;. Kuliah umum yang diselenggarakan di Ruang Serba Guna lantai 4 &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":39943,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[6,26,37,1],"tags":[],"class_list":["post-39776","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-lain","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","category-serba-serbi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39776","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39776"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39776\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39944,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39776\/revisions\/39944"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39943"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39776"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39776"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39776"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}