{"id":40421,"date":"2023-10-25T02:22:20","date_gmt":"2023-10-24T18:22:20","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=40421"},"modified":"2023-12-04T02:31:44","modified_gmt":"2023-12-03T18:31:44","slug":"pemdes-loh-sumber-prioritaskan-infrastruktur-pertanian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pemdes-loh-sumber-prioritaskan-infrastruktur-pertanian\/","title":{"rendered":"Pemdes Loh Sumber Prioritaskan Infrastruktur\u00a0Pertanian"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI KARTANEGARA<\/strong> \u2013 Pemerintah Desa (Pemdes) Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu melalui Kepala Desa (Kades) Sukirno\u00a0 mengungkapkan bahwa akan terus meningkatkan dan prioritaskan infrastruktur\u00a0 pertanian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diketahui bahwa Desa Loh Sumber merupakan salah satu daerah yang masuk dalam 5 kawasan pertanian Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Untuk itu, infrastruktur pembangunan pertanian sangat dibutuhkan untuk menunjang pengembangan pertanian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Desa Loh Sumber Sukirno mengatakan, untuk program pembangunan pertanian di Loh Sumber, yang jelas dari pemerintah berkomitmen bangun baik dari desa, Kecamatan dan Kabupaten, fokus untuk bagaimana menyiapkan sarana dan prasarana khususnya saluran irigasi, jalan usaha tani, dan embung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMemang kekurangan Kita tidak punya waduk, tapi kita bikin\u00a0<em>spot<\/em>\u00a0embung yang bisa menampung air di saat kemarau. Dan alhamdulillah tahun ini juga fasenya banyak masyarakat bisa menanam,\u201ducap Sukirno pada Selasa (24\/10\/2023).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menyebut untuk pembangunan parit tahun ini total sekitar 3 \u2013 4 kilometer, tapi itu terbagi di 9 RT. Kemudian juga ada pembangunan jalan usaha tani yang memang diprioritaskan. Yang jelas akses untuk menuju ke sawah akan dibangun. Supaya akses keluar masuk daripada hasil pertanian itu berjalan lancar<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSampai saat ini rata-rata untuk Kecamatan Loa Kulu pembangunan pertanian di tahun-tahun ini luar biasa. Seperti ada 5 item kegiatan yang kita lakukan yakni normalisasi parit untuk mengalirkan pertanian terkoneksi semua sawah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian ada juga bantuan sarana dan prasarana (sapras) dan hampir semua bahkan tidak terhenti baik dari desa dengan anggaran 20% diberikan bantuan berupa pupuk dan alat dan mesin pertanian (alsintan). Tapi dari Pemerintah Kabupaten sampai provinsi dan pemerintah pusat juga turut membantu merealisasikan pembangunan khususnya pertanian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHarapan kami pembangunan ini tidak terhenti untuk pembangunan pertanian yang ada khususnya di Desa Loh Sumber ini selalu berkelanjutan. Setelah berkelanjutan kita juga berharap pendampingan secara optimal daripada pihak pemerintah Kecamatan dan pemerintah Kabupaten,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan mudah-mudahan ini tidak terhenti hanya sebatas program tapi kami juga yakin dan optimis yang menyangkut di sektor pertanian<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami juga berharap Program Kukar Idaman yakni Pembangunan Pertanian Berbasis Kawasan, yang sudah menyentuh bisa menyentuh lagi kepada masyarakat kecil di Desa Loh Sumber dan Kecamatan Loa Kulu,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis : Tusiman | Penyunting : Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA \u2013 Pemerintah Desa (Pemdes) Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu melalui Kepala Desa (Kades) Sukirno\u00a0 mengungkapkan bahwa akan terus meningkatkan dan prioritaskan infrastruktur\u00a0 pertanian. Diketahui bahwa Desa Loh Sumber merupakan salah satu daerah yang masuk dalam 5 kawasan pertanian Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Untuk itu, infrastruktur pembangunan pertanian sangat dibutuhkan untuk menunjang pengembangan pertanian. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":40422,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6868,26,33],"tags":[],"class_list":["post-40421","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-diskominfo-kukar","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-kartanegara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40421","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40421"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40421\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40424,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40421\/revisions\/40424"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40422"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40421"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40421"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40421"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}