{"id":4058,"date":"2014-06-30T21:22:22","date_gmt":"2014-06-30T13:22:22","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=4058"},"modified":"2022-10-18T19:48:48","modified_gmt":"2022-10-18T11:48:48","slug":"masjid-agung-pontianak-mulai-digunakan-lebaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/masjid-agung-pontianak-mulai-digunakan-lebaran\/","title":{"rendered":"Masjid Agung Pontianak Mulai Digunakan Lebaran"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>PONTIANAK<\/strong> &#8211; Masjid Agung Pontianak yang sebelumnya bernama Masjid Raya Mujahidin mulai digunakan pada Shalat Idul Fitri atau Lebaran 1435 Hijriyah.<!--more--><\/p>\n<p>&#8220;Kini umat Muslim Kota Pontianak dan sekitarnya sudah mulai menggunakan aula serbaguna Masjid Agung Pontianak dalam melaksanakan shalat tarawih,&#8221; kata Humas pembangunan Masjid Agung Pontianak Harry Andrianto, Senin.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan kalau tidak ada halangan lantai dua atau lantai utama Masjid Agung Pontianak sudah bisa digunakan paling lambat shalat Idul Fitri mendatang.<\/p>\n<p>&#8220;Kini pengerjaannya sudah sekitar 80 persen lebih atau tinggal penyelesaian finishing saja,&#8221; ungkap Harry.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Humas Masjid Agung Pontianak mengajak seluruh umat Muslim untuk menyisihkan rezekinya dalam membantu biaya penyelesaian Masjid Agung tersebut.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Ketua Pembangunan Masjid Agung Pontianak Oesman Sapta Odang (OSO) menyatakan, pembangunan masjid terbesar di Kalimantan Barat itu masih memerlukan dukungan dana dari semua pihak.<\/p>\n<p>Menurut dia masjid itu bukan milik satu orang tetapi masjid milik semua umat Islam Kalbar, sehingga tidak boleh dipolitisi ataupun lainnya untuk kepentingan oknum tertentu.<\/p>\n<p>&#8220;Saya mengajak umat Islam dengan penuh kesadaran dan ikhlas untuk membangun Masjid Agung Pontianak,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Menurut dia, peran serta pemerintah dalam pembangunan Masjid Agung juga sangat besar, baik dari segi penyediaan lahan dan pendanaan, tetapi masih diperlukan bantuan dari umat Muslim.<\/p>\n<p>Pembangunan Masjid Agung Pontianak dimulai Mei 2011 dengan jangka waktu 485 hari.<\/p>\n<p>Bangunan baru Masjid Agung Pontianak direncanakan dua lantai dengan target selesai 1,5 &#8211; 2 tahun. Tinggi lantai pertama dibangun 1,5 meter dari tanah dan menonjolkan arsitektur khas Kalbar dan simbol Kota Pontianak.<\/p>\n<p>Pembangunan Masjid Agung Pontianak membutuhkan dana sekitar Rp80 miliar hingga Rp84 miliar, dengan daya tampung sekitar 5.000 hingga 8.000 jemaah. [] RedFj\/Ant<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PONTIANAK &#8211; Masjid Agung Pontianak yang sebelumnya bernama Masjid Raya Mujahidin mulai digunakan pada Shalat Idul Fitri atau Lebaran 1435 Hijriyah.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4059,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[6,2273,36],"tags":[],"class_list":["post-4058","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-lain","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4058","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4058"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4058\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24162,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4058\/revisions\/24162"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4058"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4058"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4058"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}