{"id":4091,"date":"2014-07-01T01:37:41","date_gmt":"2014-06-30T17:37:41","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=4091"},"modified":"2022-10-18T19:49:44","modified_gmt":"2022-10-18T11:49:44","slug":"sopir-mabuk-belum-beri-santunan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sopir-mabuk-belum-beri-santunan\/","title":{"rendered":"Sopir Mabuk Belum Beri Santunan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Kasus sopir angkot mabuk dan ugal-ugalan\u00a0 menewaskan salah satu reporter Balikpapan TV (BTV) Junaidi Salat (24) \u00a0masih diproses hukum di Satlantas Polres Balikpapan. Sopir mabuk\u00a0 bernama M Arief (26) telah ditetapkan sebagai tersangka, \u00a0mendekam ditahanan Mapolres Balikpapan. Pelaku dijerat pasal 310 dan 311 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, diancam hukuman <strong>6 tahun<\/strong> dan denda maksimal <strong>Rp12 juta<\/strong><strong>.<\/strong><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Keterangan dari Satlantas Polres Balikpapan, sampai saat ini pelaku belum memberikan santunan kepada keluarga almarhum Junaidi atas perbuatannya menabrak korban , Rabu (25\/6) \u00a0malam lalu. Dalam kecelakaan lalulintas yang menewaskan korban, biasanya pelaku memberikan santunan kepada keluarga korban. Santunan tersebut nantinya menjadi pertimbangan majelis hakim di pengadilan untuk memberikan keringanan hukuman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tetapi, pihak keluarga Junaidi sudah menerima santunan dari Jasa Raharja sebesar Rp25 juta. \u201cJasa Raharja bersama kami (Polantas) sudah mendatangi rumah korban dan memberikan santunan,\u201d ungkap Kanit Laka Iptu Agus Supeno, Minggu (29\/6) kemarin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Agus Supeno mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan tersangka M Arief diketahui, dia memiliki SIM A umum terbitan Polres Sorong, Papua. Memang M Arief awalnya bekerja menjadi sopir angkot, lalu merantau ke Balikpapan bekerja menjadi sopir angkot lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cTersangka baru 7 bulan tinggal di Balikpapan,\u201d imbuh Agus Supeno.\u00a0 Bagaimana catatan kriminal M Arief. \u201cCatatan kriminalnya belum pernah melakukan tindak pidana,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0Untuk diketahui, kecelakaan maut terjadi di jalan Soekarno Hattta Km 2,5 depan wartel Gatotkoco. \u00a0Pelaku tabrakan maut seorang sopir angkutan kota (angkot) dalam kondisi mabuk minuman keras (miras), M Arief.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Akibat ulah ugal-ugalan sang sopir, melibas dua warga, seorang pejalan kaki dan seorang naik motor.Korban Rizky Ananda (17) warga Jalan Soekarno Hatta Km 2, mengalami luka berat, kaki kanannya patah. Korban satunya lagi Junaidi, reporter Balikpapan TV (BTV) \u00a0meninggal dunia pada saat dilakukan perawatan darurat di RS Kanujoso Djatiwibowo (RSKD).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Awalnya sopir mabuk melaju kencang dari arah Batu Ampar menuju Rapak, menabrak pejalan kaki, Rizky Ananda. Bukannya menolong korban, M Arief malah tancap gas melarikan diri. Nah, saat itulah M Rizky menabrak Junaidi yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi KT 2302 LJ.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Saat itu, Junaidi hendak pulang menuju rumahnya yang berada di Jalan Letjen S Parman RT 30 Gunung Guntur Balikpapan Tengah selepas melaksanakan tugasnya sebagai pewarta di BTV yang berkantor di Gedung Biru Kaltim Post, Km 3 Batu Ampar.\u00a0Setelah kejadian M Arief keluar dari angkot lalu melarikan diri, ditangkap polisi di Km 1 Rapak. Angkot yang ditinggalkan, dirusak warga hingga seluruh kaca angkot hancur. [] RedFj\/BP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kasus sopir angkot mabuk dan ugal-ugalan\u00a0 menewaskan salah satu reporter Balikpapan TV (BTV) Junaidi Salat (24) \u00a0masih diproses hukum di Satlantas Polres Balikpapan. Sopir mabuk\u00a0 bernama M Arief (26) telah ditetapkan sebagai tersangka, \u00a0mendekam ditahanan Mapolres Balikpapan. Pelaku dijerat pasal 310 dan 311 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, diancam &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4092,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,26,481],"tags":[],"class_list":["post-4091","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kasus"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4091","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4091"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4091\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24185,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4091\/revisions\/24185"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4091"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4091"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4091"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}