{"id":4094,"date":"2014-07-01T01:40:44","date_gmt":"2014-06-30T17:40:44","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=4094"},"modified":"2022-10-18T19:49:45","modified_gmt":"2022-10-18T11:49:45","slug":"mencuri-untuk-mengisi-liburan-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/mencuri-untuk-mengisi-liburan-sekolah\/","title":{"rendered":"Mencuri Untuk Mengisi Liburan Sekolah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Aparat Polsek Balikpapan Utara sudah mengetahui tujuan Fr (17), remaja \u00a0pelaku pencurian baterai \u00a0tower <strong>Base Transceiver Station (BTS) milik salah satu operator telepon seluler. <\/strong>\u00a0Remaja yang duduk di kelas XI sebuah SMK swasta di Balikpapan, mengaku hanya berniat untuk mengisi liburan sekolah.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tidak hanya sampai di situ. Niat yang awalnya untuk berjalan bersama teman-temannya tersebut berubah dan mengarah ke tindak kriminal. Sehingga, Fr warga Gunung Bugis RT 40, Baru Ulu, Balikpapan Barat ini termakan ajakan teman-temannya dan turut membantu melancarkan aksi kejahatan bersama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Panit Reskrim Polsek Balikpapan Utara Ipda Hadi Purwanto SH mengungkapkan, awalnya Fr tidak mengetahui tujuan sebenarnya dari teman-temannya yang mengajak jalan. \u201cDiakui oleh pelaku, mereka memang berteman sudah lama. Apalagi, dari kecil Fr memang sudah tinggal di sana. Makanya awalnya dia tidak curiga, jadi mau saja ketika diajak jalan,\u201d ujar Hadi, Minggu (29\/6) kemarin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam aksi yang pertama, Fr dan temannya berhasil mencuri 6 unit baterai tower BTS. Fr mendapat bagian Rp100 ribu dari hasil penjualan baterai curian. Dari situ, Fr mulai ketagihan dan mau ikut dalam aksi yang kedua kalinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cDari pengakuannya, hanya diberi Rp100 ribu. Satu baterai dijual Rp500 ribu. Upah kecil yang diterima oleh Fr karena hanya menunggu di luar,\u201d terangnya. \u00a0Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus pencurian baterai tower tersebut. \u00a0Sebab masih ada dua pelaku yang melarikan diri, masuk daftar pencarian orang (DPO). Polisi mengaku sudah menyebarkan identitas serta informasi yang dibutuhkan kepada pihak terkait untuk meringkus dua pelaku tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cKami sudah meminta kerja sama kepada pihak terkait, termasuk pula pada pintu-pintu masuk dan keluar yang ada di Kota Balikpapan. Sehingga, ruang gerak para DPO semakin sempit,\u201d pungkas Hadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebelumnya diberitakan, \u00a0Fr ditangkap wakar (penjaga malam) tower saat mengangkat baterai curian.\u00a0 Dia tidak bisa melarikan diri karena sedang mengangkat baterai. Tak ayal, Fr digelandang ke\u00a0 Mapolsek Balikpapan Utara untuk diproses hukum pidana. Sedangkan dua temannya yang berperan mengambil baterai, berhasil melarikan diri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kepada Balikpapan Pos, Fr mengakui\u00a0 dirinya terlibat dalam pencurian. Bahkan,\u00a0 sudah dua kali dirinya ikut dalam pencurian baterai tower. Pertama kali melakukan pencurian bersama komplotannya, Fr berhasil membawa kabur 6 unit baterai tower.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cSaya diajak sama teman dekat rumah saya Mas, awalnya saya nggak tahu kalau mau diajak mencuri. Untuk yang pertamanya saya mencuri dengan dua orang. Waktu itu saya dapat bagian Rp100 ribu,\u201d tandas Fr. [] RedFj\/BP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aparat Polsek Balikpapan Utara sudah mengetahui tujuan Fr (17), remaja \u00a0pelaku pencurian baterai \u00a0tower Base Transceiver Station (BTS) milik salah satu operator telepon seluler. \u00a0Remaja yang duduk di kelas XI sebuah SMK swasta di Balikpapan, mengaku hanya berniat untuk mengisi liburan sekolah.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4095,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,26],"tags":[],"class_list":["post-4094","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4094","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4094"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4094\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24188,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4094\/revisions\/24188"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4094"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4094"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4094"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}