{"id":41736,"date":"2023-12-09T19:02:13","date_gmt":"2023-12-09T11:02:13","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=41736"},"modified":"2023-12-11T23:04:52","modified_gmt":"2023-12-11T15:04:52","slug":"sosbang-di-suaran-m-udin-tekankan-konsensus-kebangsaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sosbang-di-suaran-m-udin-tekankan-konsensus-kebangsaan\/","title":{"rendered":"Sosbang di Suaran, M Udin Tekankan Konsensus Kebangsaan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>ADVETORIAL<\/strong> &#8211; ANGGOTA Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Udin menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sobang) di halaman rumah warga Desa Suaran, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Sabtu (09\/12\/2023).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kegiatan ini, Anggota DPRD Kaltim dari daerah pemilihan Bontang, Kutai Timur dan Berau tersebut menegaskan, bahwa konsensus kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika, harus dapat dipahami dan diterapkan nilainya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSosialisasi ini bertujuan supaya tercipta suasana yang harmonis, aman dan nyaman. Karena empat pilar ini, satu saja tidak kita pahami nilainya dan terapkan, tentu tidak akan tercapai tujuan negara,\u201d ujar politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anggota Dewan kelahiran Tanjung Jone, 10 Maret 1988 ini meyakini, dengan menerapkan nilai Konsensus Kebangsaan, akan membuat pondasi yang kuat bagi negara untuk menghadapi tantangan di masa kini dan masa mendatang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSekarang saja kita bisa lihat bahwa mulai disusupi paham dan nilai dari luar, jadi memang sangat penting menanamkan kecintaan pada NKRI,\u201d kata M Udin, sapaan akrabnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Sosbang-anggota-komisi-III-DPRD-Kaltim-m-udin-di-suaran-1.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-41816\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Sosbang-anggota-komisi-III-DPRD-Kaltim-m-udin-di-suaran-1.jpg\" alt=\"\" width=\"709\" height=\"317\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Sosbang-anggota-komisi-III-DPRD-Kaltim-m-udin-di-suaran-1.jpg 709w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Sosbang-anggota-komisi-III-DPRD-Kaltim-m-udin-di-suaran-1-300x134.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 709px) 100vw, 709px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut M Udin, menyatakan bahwa seluruh lapisan masyarakat dari generasi muda dan tua benar-benar harus memahami dan menerapkan nilai dari konsensus kebangsaan tersebut. \u201cKhusunya anak-anak muda harus mulai dicekoki dengan wawasan kebangsaan karena mereka adalah penerus kita,\u201d ujarnya lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sosbang kali ini, M Udin didampingi dua orang narasumber yakni Eko Hendik Dwi Krisyanto dan Basari Alawi. Sementara pesertanya adalah puluhan warga Desa Suaran yang didominasi ibu-ibu dan pemuda. Hadir pula tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda dari desa itu. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis : Guntur Riyadi | Penyunting : Agus P Sarjono<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ADVETORIAL &#8211; ANGGOTA Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Udin menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sobang) di halaman rumah warga Desa Suaran, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Sabtu (09\/12\/2023). Dalam kegiatan ini, Anggota DPRD Kaltim dari daerah pemilihan Bontang, Kutai Timur dan Berau tersebut menegaskan, bahwa konsensus kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":41815,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,478,19,26],"tags":[],"class_list":["post-41736","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-kabupaten-berau","category-hotnews","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41736","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41736"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41736\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41818,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41736\/revisions\/41818"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41815"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41736"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41736"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41736"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}