{"id":44414,"date":"2024-01-06T07:00:17","date_gmt":"2024-01-05T23:00:17","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=44414"},"modified":"2024-02-03T11:29:34","modified_gmt":"2024-02-03T03:29:34","slug":"tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\/","title":{"rendered":"Tragedi Kanjuruhan Jalan berliku meraih keadilan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAWA TIMUR &#8211; <\/strong>Tak ada lagi kesedihan di raut wajah Vidia Darma Nur Ariyanti, 19 tahun. Roman mukanya datar, bahkan beberapa kali bibirnya tersungging dan tertawa saat mengisahkan malam kelam di Stadion Kanjuruhan setahun lalu, pada (01\/10\/2022).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menceritakan kehilangan adiknya M. Rian Fauzi yang berusia 15 tahun dan pacarnya, Muhammad Ilham Sabilillah, yang kala itu berusia 18 tahun, di hadapan sekitar 100-an mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, Jumat malam, (29\/09\/2023), Beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPacar dan adikku meninggal, tubuhku sempat terinjak-injak,\u201d katanya dalam diskusi dibarengi pemutaran film dan pameran seni memperingati satu tahun tragedi Kanjuruhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Usai pertandingan Arema FC lawan Persebaya, sejumlah penonton turun ke lapangan. Polisi menghalau dan menembakkan gas air mata. Aparat polisi juga menembakkan gas air mata di tribun tempat Vidia, pacar, dan adiknya duduk. \u201cIlham berteriak, pacarku mati. Tapi penonton lain justru memukuli Ilham,\u201d tutur Vidia<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahkan, saat jatuh, tubuhnya terinjak-injak penonton lain. Adik Vidia, Rian, yang berada di belakang, memanggil dan menarik tubuhnya. Namun, Rian tak kuat. Dia menyangka Vidia meninggal, ia memilih menepi dan keluar stadion.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Vidia lantas terbangun dan minta tolong para penonton. Namun, mereka tak menghiraukannya karena menyelamatkan diri masing-masing. Beruntung, seorang penonton mengangkatnya hingga berhasil keluar Stadion Kanjuruhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bekas telapak sepatu menempel di wajahnya, penonton lain mengerumuninya.<br \/>\n\u201cSaya berdiri meminta tolong, tapi tak ada yang merespons,\u201d tutur Vidia, ia tercekat menghentikan ceritanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat berjalan di tepi Stadion Kanjuruhan, ia menemukan Ilham terbujur kaku. Wajahnya penuh dengan luka lebam dan sayatan. Vidia menemukan tas Ilham, yang di dalamnya ada gawai milik kekasihnya tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia menghubungi keluarga Ilham dan menyampaikan bahwa Ilham meninggal dalam kejadian tersebut. Tak lama kemudian, seorang tentara mengangkat jenazah Ilham dan memindahkannya ke lokasi yang lebih lapang. \u201cSaya tak bisa menangis, hanya terdiam. Muntah-muntah, keluar air berwarna hitam,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia syok. Keluarga Ilham datang membawa jenazah dan mengantar pulang Vidia. Ia baru tiba di rumahnya yang berlokasi di Tumpang, Kabupaten Malang, sekitar pukul 3.30 WIB. Lalu bagaimana dengan Rian, adik Vidia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Awalnya, Vidia menduga adiknya pulang mengendarai motor sendirian. Namun dia tak menemuinya di rumah. Esok harinya, orang tuanya mencari ke Stadion Kanjuruhan dan menemukan Rian meninggal pada pukul 11.00 WIB. \u201cTubuhnya bersih, tak ada luka. Mungkin kehabisan napas,\u201d kata Vidia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang penyintas lain, Deyangga Sola Gratia, 24 tahun, terpapar gas air mata hingga menyebabkan sakit di dada dan sesak napas saat bekerja berat. Bahkan, ia harus menjalani pendampingan psikolog selama hampir setahun. \u201cSedih, perih, dan kecewa. Sampai sekarang tidak mendapat keadilan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga mengalami trauma. Saat mendengar ledakan dan sirine, keluar keringat dingin, ketakutan, resah dan peristiwa 1 Oktober 2022 kembali terngiang-ngiang. Hingga kini, para penyintas dan keluarga penyintas tragedi Kanjuruhan terus memperjuangkan keadilan.<\/p>\n<p>Redaksi07<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWA TIMUR &#8211; Tak ada lagi kesedihan di raut wajah Vidia Darma Nur Ariyanti, 19 tahun. Roman mukanya datar, bahkan beberapa kali bibirnya tersungging dan tertawa saat mengisahkan malam kelam di Stadion Kanjuruhan setahun lalu, pada (01\/10\/2022). Ia menceritakan kehilangan adiknya M. Rian Fauzi yang berusia 15 tahun dan pacarnya, Muhammad Ilham Sabilillah, yang kala &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":44415,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[35],"tags":[7389],"class_list":["post-44414","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-nasional","tag-kanjuruhan"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"JAWA TIMUR - Tak ada lagi kesedihan di raut wajah Vidia Darma Nur Ariyanti, 19 tahun. Roman mukanya datar, bahkan beberapa kali bibirnya tersungging dan tertawa saat mengisahkan malam kelam di Stadion Kanjuruhan setahun lalu, pada (01\/10\/2022). Ia menceritakan kehilangan adiknya M. Rian Fauzi yang berusia 15 tahun dan pacarnya, Muhammad Ilham Sabilillah, yang kala\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Aji Utami\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Tragedi Kanjuruhan Jalan berliku meraih keadilan - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"JAWA TIMUR - Tak ada lagi kesedihan di raut wajah Vidia Darma Nur Ariyanti, 19 tahun. Roman mukanya datar, bahkan beberapa kali bibirnya tersungging dan tertawa saat mengisahkan malam kelam di Stadion Kanjuruhan setahun lalu, pada (01\/10\/2022). Ia menceritakan kehilangan adiknya M. Rian Fauzi yang berusia 15 tahun dan pacarnya, Muhammad Ilham Sabilillah, yang kala\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"449\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"100\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-05T23:00:17+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-02-03T03:29:34+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Tragedi Kanjuruhan Jalan berliku meraih keadilan - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"JAWA TIMUR - Tak ada lagi kesedihan di raut wajah Vidia Darma Nur Ariyanti, 19 tahun. Roman mukanya datar, bahkan beberapa kali bibirnya tersungging dan tertawa saat mengisahkan malam kelam di Stadion Kanjuruhan setahun lalu, pada (01\/10\/2022). Ia menceritakan kehilangan adiknya M. Rian Fauzi yang berusia 15 tahun dan pacarnya, Muhammad Ilham Sabilillah, yang kala\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\\\/#blogposting\",\"name\":\"Tragedi Kanjuruhan Jalan berliku meraih keadilan - Berita Borneo\",\"headline\":\"Tragedi Kanjuruhan Jalan berliku meraih keadilan\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/redaksi07\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/9a2716a0-6005-11ee-8632-0deff8e8df14.jpg\",\"width\":800,\"height\":450},\"datePublished\":\"2024-01-06T07:00:17+08:00\",\"dateModified\":\"2024-02-03T11:29:34+08:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Nasional, Kanjuruhan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/berita-nasional\\\/#listItem\",\"name\":\"Nasional\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/berita-nasional\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Nasional\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/berita-nasional\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\\\/#listItem\",\"name\":\"Tragedi Kanjuruhan Jalan berliku meraih keadilan\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Tragedi Kanjuruhan Jalan berliku meraih keadilan\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/berita-nasional\\\/#listItem\",\"name\":\"Nasional\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\",\"name\":\"PT Media Maju Bersama Bangsa\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"telephone\":\"+62811545499\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Logo_beritaborneo_449x100.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\\\/#organizationLogo\",\"width\":449,\"height\":100,\"caption\":\"berita borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100085329087231\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/beritaborneo1\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/berita.borneo\\\/?hl=en\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@beritaborneo\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@beritaborneo1\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/beritaborneo\\\/recent-activity\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/redaksi07\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/redaksi07\\\/\",\"name\":\"Aji Utami\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/227078790b9e856fb844ca95f01e98791052dbc9ccaa3748be9c12e57968614d?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Aji Utami\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\\\/\",\"name\":\"Tragedi Kanjuruhan Jalan berliku meraih keadilan - Berita Borneo\",\"description\":\"JAWA TIMUR - Tak ada lagi kesedihan di raut wajah Vidia Darma Nur Ariyanti, 19 tahun. Roman mukanya datar, bahkan beberapa kali bibirnya tersungging dan tertawa saat mengisahkan malam kelam di Stadion Kanjuruhan setahun lalu, pada (01\\\/10\\\/2022). Ia menceritakan kehilangan adiknya M. Rian Fauzi yang berusia 15 tahun dan pacarnya, Muhammad Ilham Sabilillah, yang kala\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/redaksi07\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/redaksi07\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/9a2716a0-6005-11ee-8632-0deff8e8df14.jpg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\\\/#mainImage\",\"width\":800,\"height\":450},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2024-01-06T07:00:17+08:00\",\"dateModified\":\"2024-02-03T11:29:34+08:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"name\":\"Berita Borneo\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Tragedi Kanjuruhan Jalan berliku meraih keadilan - Berita Borneo","description":"JAWA TIMUR - Tak ada lagi kesedihan di raut wajah Vidia Darma Nur Ariyanti, 19 tahun. Roman mukanya datar, bahkan beberapa kali bibirnya tersungging dan tertawa saat mengisahkan malam kelam di Stadion Kanjuruhan setahun lalu, pada (01\/10\/2022). Ia menceritakan kehilangan adiknya M. Rian Fauzi yang berusia 15 tahun dan pacarnya, Muhammad Ilham Sabilillah, yang kala","canonical_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"google-site-verification":"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\/#blogposting","name":"Tragedi Kanjuruhan Jalan berliku meraih keadilan - Berita Borneo","headline":"Tragedi Kanjuruhan Jalan berliku meraih keadilan","author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/redaksi07\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/9a2716a0-6005-11ee-8632-0deff8e8df14.jpg","width":800,"height":450},"datePublished":"2024-01-06T07:00:17+08:00","dateModified":"2024-02-03T11:29:34+08:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\/#webpage"},"articleSection":"Nasional, Kanjuruhan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/berita-nasional\/#listItem","name":"Nasional"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/berita-nasional\/#listItem","position":2,"name":"Nasional","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/berita-nasional\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\/#listItem","name":"Tragedi Kanjuruhan Jalan berliku meraih keadilan"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\/#listItem","position":3,"name":"Tragedi Kanjuruhan Jalan berliku meraih keadilan","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/berita-nasional\/#listItem","name":"Nasional"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization","name":"PT Media Maju Bersama Bangsa","description":"Terlengkap se-Kalimantan","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","telephone":"+62811545499","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\/#organizationLogo","width":449,"height":100,"caption":"berita borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","https:\/\/twitter.com\/beritaborneo1\/","https:\/\/www.instagram.com\/berita.borneo\/?hl=en","https:\/\/www.tiktok.com\/@beritaborneo","https:\/\/www.youtube.com\/@beritaborneo1","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/beritaborneo\/recent-activity\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/redaksi07\/#author","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/redaksi07\/","name":"Aji Utami","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/227078790b9e856fb844ca95f01e98791052dbc9ccaa3748be9c12e57968614d?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g","width":96,"height":96,"caption":"Aji Utami"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\/#webpage","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\/","name":"Tragedi Kanjuruhan Jalan berliku meraih keadilan - Berita Borneo","description":"JAWA TIMUR - Tak ada lagi kesedihan di raut wajah Vidia Darma Nur Ariyanti, 19 tahun. Roman mukanya datar, bahkan beberapa kali bibirnya tersungging dan tertawa saat mengisahkan malam kelam di Stadion Kanjuruhan setahun lalu, pada (01\/10\/2022). Ia menceritakan kehilangan adiknya M. Rian Fauzi yang berusia 15 tahun dan pacarnya, Muhammad Ilham Sabilillah, yang kala","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/redaksi07\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/redaksi07\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/9a2716a0-6005-11ee-8632-0deff8e8df14.jpg","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\/#mainImage","width":800,"height":450},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\/#mainImage"},"datePublished":"2024-01-06T07:00:17+08:00","dateModified":"2024-02-03T11:29:34+08:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","name":"Berita Borneo","description":"Terlengkap se-Kalimantan","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan","og:type":"article","og:title":"Tragedi Kanjuruhan Jalan berliku meraih keadilan - Berita Borneo","og:description":"JAWA TIMUR - Tak ada lagi kesedihan di raut wajah Vidia Darma Nur Ariyanti, 19 tahun. Roman mukanya datar, bahkan beberapa kali bibirnya tersungging dan tertawa saat mengisahkan malam kelam di Stadion Kanjuruhan setahun lalu, pada (01\/10\/2022). Ia menceritakan kehilangan adiknya M. Rian Fauzi yang berusia 15 tahun dan pacarnya, Muhammad Ilham Sabilillah, yang kala","og:url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\/","og:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:secure_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:width":449,"og:image:height":100,"article:published_time":"2024-01-05T23:00:17+00:00","article:modified_time":"2024-02-03T03:29:34+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@beritaborneo1","twitter:title":"Tragedi Kanjuruhan Jalan berliku meraih keadilan - Berita Borneo","twitter:description":"JAWA TIMUR - Tak ada lagi kesedihan di raut wajah Vidia Darma Nur Ariyanti, 19 tahun. Roman mukanya datar, bahkan beberapa kali bibirnya tersungging dan tertawa saat mengisahkan malam kelam di Stadion Kanjuruhan setahun lalu, pada (01\/10\/2022). Ia menceritakan kehilangan adiknya M. Rian Fauzi yang berusia 15 tahun dan pacarnya, Muhammad Ilham Sabilillah, yang kala","twitter:creator":"@beritaborneo1","twitter:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"44414","title":null,"description":null,"keywords":[],"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"Kanjuruhan","score":92,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseInDescription":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseLength":{"score":9,"maxScore":9,"error":0,"length":1},"keyphraseInURL":{"score":1,"maxScore":5,"error":1},"keyphraseInIntroduction":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseInSubHeadings":[],"keyphraseInImageAlt":[],"keywordDensity":{"type":"best","score":9,"maxScore":9,"error":0}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":[],"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"BlogPosting","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":null,"created":"2024-01-06 07:37:53","updated":"2025-06-04 23:48:35","focus_keyword":"Kanjuruhan","additional_keywords":null,"truseo_locale":null,"seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/berita-nasional\/\" title=\"Nasional\">Nasional<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tTragedi Kanjuruhan Jalan berliku meraih keadilan\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main"},{"label":"Nasional","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/berita-nasional\/"},{"label":"Tragedi Kanjuruhan Jalan berliku meraih keadilan","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragedi-kanjuruhan-jalan-berliku-meraih-keadilan\/"}],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44414","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44414"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44414\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44416,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44414\/revisions\/44416"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44415"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44414"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44414"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44414"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}