{"id":44484,"date":"2024-01-07T23:00:45","date_gmt":"2024-01-07T15:00:45","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=44484"},"modified":"2024-02-03T11:28:10","modified_gmt":"2024-02-03T03:28:10","slug":"anies-prabowo-saling-serang-soal-etika-kepemimpinan-dan-pertahanan-kuat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anies-prabowo-saling-serang-soal-etika-kepemimpinan-dan-pertahanan-kuat\/","title":{"rendered":"Anies-Prabowo Saling Serang Soal Etika Kepemimpinan dan Pertahanan Kuat"},"content":{"rendered":"<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><strong>JAKARTA &#8211;<\/strong> Saling sindir antara calon presiden (Capres) mewarnai sesi pertama Debat Capres pada, Minggu (07\/01\/2024). Dalam sesi penyampaian visi dan misi, Anies Baswedan menyerang Prabowo Subianto yang menurutnya memiliki ratusan ribu hektare tanah di saat setengah anggota TNI (Tentara Nasional Indonesia) tidak memiliki rumah dinas. Tanpa menyebut nama Anies, Prabowo menanggapi sindiran itu &#8220;asal bicara, tanpa data&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Hampir selama satu menit dalam sesi penyampaian visi-misi, Anies menyoroti kinerja Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang saat ini dipimpin capres nomor urut dua, Prabowo Subianto.<\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Salah satu kritik itu menyasar Prabowo yang dia sebut memiliki 340 ribu hektare tanah di seluruh Indonesia. &#8220;Di saat separuh tentara kita tidak memiliki rumah dinas, sementara menterinya, menurut Pak Jokowi, punya 340 ribu hektar tanah di negeri ini,&#8221; kata Anies.<\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Angka yang dirujuk Anies merujuk pada pernyataan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo pada Debat Capres pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Anies kemudian melanjutkan serangannya terhadap Prabowo dengan menyebut bahwa proyek <em>Food Estate<\/em> yang dikoordinasikan oleh Kemhan gagal.<\/p>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">&#8220;Ditambah lagi,<em> food estate<\/em> singkong, yang menguntungkan kroni, merusak lingkungan, dan tidak menghasilkan. Ini harus diubah. Kami akan memulai dengan kepemimpinan yang menjunjung tinggi etika,&#8221; kata Anies.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Anies melontarkan kritik soal Kemhan yang pernah dibobol oleh peretas pada tahun 2023. Fakta itu, kata Anies, ironis karena anggaran kementerian ini yang mencapai Rp700 triliun. &#8220;Anggaran Kemhan tidak bisa mempertahankan itu peretasan. Justru untuk membeli alat-alat alat utama sistem senjata (alutsista) yang bekas,&#8221; kata Anies.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Berbicara di podium dengan kemeja putih, Prabowo sempat menyanggah tuduhan Anies tersebut pada akhir penyampaian visi-misinya. &#8220;Kami bertekad punya pertahanan kuat. Mungkin ada yang asal bicara tanpa data, didorong ambisi menggebu-gebu sehingga tidak obyektif,&#8221; kata Prabowo.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Secara umum, Prabowo secara panjang lebar memaparkan visi dan misinya yang mengaitkan pertahanan dan keamanan dengan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">&#8220;Selama ratusan tahun, negara-negara dari jauh datang ke Nusantara untuk intervensi, mengganggu, adu domba dan mencuri. Kita berhadapan pada fakta bahwa kekayaan alam kita diambil dengan murah. Untuk jadi negara makmur, sejahtera, rakyat bisa hidup layak, kita harus menjaga kekayaan kita,&#8221; ujar Prabowo.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Ganjar Prabowo, di sisi lain, berencana menata ulang gelar pasukan militer. Dia beralasan, Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) akan menjadi pusat gravitasi baru. Rencana ini disebutnya sebagai antisipasi pertarungan global antara Amerika dan China.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">\u201dOleh karena itu, pertahanan masuk ke wilayah 5.0, dengan teknologi sakti, rudal hipersonik, senjata siber, sensor kuantum, dan sistem senjata otonomi, dan itu bisa dilakukan, kalau anggaran Kemhan mencapai 1-2% dari (Produk domestik bruto) PDB.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Ganjar juga menyoroti isu seperti terorisme, narkoba, pinjaman <em>online<\/em> hingga perdagangan orang. Ganjar mendorong reformasi kepolisian dengan penguatan siber sistem, termasuk pengembangan sumber daya manusia (SDM)\u00a0 siber yang kuat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Redaksi07<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Saling sindir antara calon presiden (Capres) mewarnai sesi pertama Debat Capres pada, Minggu (07\/01\/2024). Dalam sesi penyampaian visi dan misi, Anies Baswedan menyerang Prabowo Subianto yang menurutnya memiliki ratusan ribu hektare tanah di saat setengah anggota TNI (Tentara Nasional Indonesia) tidak memiliki rumah dinas. Tanpa menyebut nama Anies, Prabowo menanggapi sindiran itu &#8220;asal &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":44485,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[35],"tags":[7395,6775,7396,7299,2370],"class_list":["post-44484","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-nasional","tag-anies","tag-capres","tag-ganjar","tag-pilpres","tag-prabowo"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44484","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44484"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44484\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44486,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44484\/revisions\/44486"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44485"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44484"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44484"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44484"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}