{"id":44866,"date":"2024-01-12T16:00:46","date_gmt":"2024-01-12T08:00:46","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=44866"},"modified":"2024-02-03T11:22:51","modified_gmt":"2024-02-03T03:22:51","slug":"objek-wisata-labuan-cermin-dibuka-kembali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/objek-wisata-labuan-cermin-dibuka-kembali\/","title":{"rendered":"Objek Wisata Labuan Cermin Dibuka Kembali"},"content":{"rendered":"<div>\n<div>\n<div id=\"content\" class=\"Read_postContent__MOrLR\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>TANJUNG REDEB<\/strong> &#8211; Kabar dibukanya kembali salah satu Objek wisata Labuan Cermin di Berau kembali dibuka untuk umum. Sebelumnya objek wisata ini sempat ditutup lantaran rusaknya pagar pembatas, sehingga masuk seekor buaya.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div>\n<div id=\"content\" class=\"Read_postContent__MOrLR\">\n<p>Ketua Pokdarwis Biduk-biduk, Chandra menerangkan telah melakukan sterilisasi sejak, Desember 2023 lalu, guna memastikan keamanan dari ancaman buaya, &#8220;Di tanggal 22 itu sudah tidak ditemukan buaya, namun pada 23 dan 24 kita sempat menemukan keberadaan buaya,&#8221; bebernya, Jumat (12\/01\/2024).<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div>\n<div id=\"content\" class=\"Read_postContent__MOrLR\">\n<p>Meski begitu, lanjut dia, pihaknya tetap berupaya melakukan sterilisasi buaya dari Labuan Cermin, dimulai tanggal 25 hingga 29 Desember kemarin. &#8220;Sudah steril ya. Sampai sekarang sudah tidak ditemukan buaya,&#8221; katanya.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div>\n<div id=\"content\" class=\"Read_postContent__MOrLR\">\n<p>Selain itu, untuk menahan agar buaya \u00a0tidak memasuki kawasan muara Labuan Cermin wisata, pihaknya memilih bahan baku berjenis kayu ulin, &#8220;Untuk ukuran kayunya sendiri 5&#215;10 meter. Desainnya sendiri, dengan sistem buka tutup dan memiliki pintu,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div>\n<div id=\"content\" class=\"Read_postContent__MOrLR\">\n<p>Tak hanya itu, dengan pengaturan keamanan yang dilakukan pihaknya, sejak 01 Januari 2024, objek wisata Labuan Cermin sudah kembali dibuka bagi wisatawan, &#8220;Dari data yang ada, sekitar 300 wisatawan sudah mengunjungi Labuan Cermin,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div>\n<div id=\"content\" class=\"Read_postContent__MOrLR\">\n<p>Dia menjelaskan, saat ini Standard Operating Procedure (SOP) lanjutan masih digarap bersama pihak terkait, untuk meningkatkan kewaspadaan keamanan di lokasi, \u201cNamun, ada beberapa perdebatan terkait aturan yang akan diterapkan bagi pengunjung nantinya,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Redaksi07<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TANJUNG REDEB &#8211; Kabar dibukanya kembali salah satu Objek wisata Labuan Cermin di Berau kembali dibuka untuk umum. Sebelumnya objek wisata ini sempat ditutup lantaran rusaknya pagar pembatas, sehingga masuk seekor buaya. Ketua Pokdarwis Biduk-biduk, Chandra menerangkan telah melakukan sterilisasi sejak, Desember 2023 lalu, guna memastikan keamanan dari ancaman buaya, &#8220;Di tanggal 22 itu sudah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":44867,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26],"tags":[82,6666,7440],"class_list":["post-44866","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-berau","tag-biduk-biduk","tag-labuan-cermin"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44866","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44866"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44866\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44868,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44866\/revisions\/44868"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44867"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44866"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44866"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44866"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}