{"id":45631,"date":"2024-01-22T15:36:31","date_gmt":"2024-01-22T07:36:31","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=45631"},"modified":"2024-01-25T10:38:20","modified_gmt":"2024-01-25T02:38:20","slug":"deni-smpn-16-direvitalisasi-bukan-untuk-menjadi-sekolah-favorit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/deni-smpn-16-direvitalisasi-bukan-untuk-menjadi-sekolah-favorit\/","title":{"rendered":"Deni : SMPN 16 Direvitalisasi Bukan untuk Menjadi Sekolah Favorit"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PARLEMENTARIA SAMARINDA<\/strong> &#8211; PEMERINTAH Kota (Pemkot) Samarinda punya rencana besar untuk Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 16 Samarinda. Sekolah yang berlokasi di Jalan Jakarta, Loa Bakung, Samarinda itu akan direvitalisasi menjadi sekolah Role Model Terpadu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proyek itu diharapkan bisa meningkatkan kualitas sarana dan pendidikan di sekolah tersebut. Hal inilah yang menjadi perhatian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Deni Hakim Anwar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikian disampaikan Deni Hakim Anwar kepada awak media usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Samarinda dengan agenda peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Samarinda ke-356 dan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda ke-64 di ruang rapat utama lantai 2 Gedung DPRD Kota Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, Senin (22\/01\/2024).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSMPN 16 diberikan fasilitas tetapi bukan serta merta akan menjadi sekolah favorit. Saya yakin semua sekolah itu memiliki kelebihan masing-masing,\u201d ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan Kecamatan Sambutan, Samarinda Kota, dan Samarinda Ilir ini, satuan pendidikan yang memiliki bangunan yang bagus atau fasilitas yang baik tidak dapat disebut sebagai sekolah favorit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBicara sekolah favorit artinya bukan berdasarkan bangunan dan fasilitas tapi kami ingin sekolah itu menciptakan anak yang berprestasi dan anak yang menjadi baik,\u201d kata anggota dewan yang akrab disapa Deni ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini melanjutkan, satuan pendidikan dikatakan terbaik apabila berhasil mengantarkan anak didiknya menjadi pelajar yang sukses maka menilai sekolah melalui sudut pandang fasilitas yang dimiliki dan gedung yang bagus itu harus ditiadakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSekolah itu bisa dikatakan bagus atau baik ketika berhasil merubah prilaku anak, dari yang baik menjadi lebih baik dan dari yang tidak baik menjadi baik. Artinya kalau bicara sekolah favorit jangan berlandaskan pada fasilitas. Ini pandangan yang harus kita rubah,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kesempatan itu Deni berharap, satuan pendidikan yang ada di Samarinda tidak boleh lagi ada sekolah favorit. Maka pembangunan di satuan pendidikan harus merata sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSamarinda tidak ada sekolah favorit, semua sekolah memiliki kapasitas dan kemampuan masing-masing dan sekolah menjalankan fungsinya memberikan rasa aman. Bagaimana menjadikan anak-anak didik menjadi lebih baik, itu yang paling utama,\u201d tutup Deni. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting : Agus P Sarjono<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PARLEMENTARIA SAMARINDA &#8211; PEMERINTAH Kota (Pemkot) Samarinda punya rencana besar untuk Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 16 Samarinda. Sekolah yang berlokasi di Jalan Jakarta, Loa Bakung, Samarinda itu akan direvitalisasi menjadi sekolah Role Model Terpadu. Proyek itu diharapkan bisa meningkatkan kualitas sarana dan pendidikan di sekolah tersebut. Hal inilah yang menjadi perhatian anggota Dewan Perwakilan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":45719,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[6585,26,37],"tags":[],"class_list":["post-45631","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-dprd-kota-samarinda","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45631","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45631"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45631\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45720,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45631\/revisions\/45720"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45719"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45631"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45631"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45631"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}