{"id":46239,"date":"2024-01-31T08:30:46","date_gmt":"2024-01-31T00:30:46","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=46239"},"modified":"2024-01-31T18:32:26","modified_gmt":"2024-01-31T10:32:26","slug":"sosbang-di-kelurahan-panji-ely-berikan-pemahaman-cinta-tanah-air","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sosbang-di-kelurahan-panji-ely-berikan-pemahaman-cinta-tanah-air\/","title":{"rendered":"Sosbang di Kelurahan Panji, Ely Berikan Pemahaman Cinta Tanah Air"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>ADVETORIAL<\/strong> &#8211; WAWASAN kebangsaan penting disosialisasikan bagi warga agar nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika bisa terus diamalkan. Sehingga kehidupan bermasyarakat yang terdiri dari beragam suku dan agama bisa terjaga dan berjalan dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikian itu disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Ely Hartati Rasyid saat menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) di Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (30\/01\/2024).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Ely-Hartati-Rasyid-gelar-sosbang-di-panji-2.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-46408\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Ely-Hartati-Rasyid-gelar-sosbang-di-panji-2.jpg\" alt=\"\" width=\"709\" height=\"389\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Ely-Hartati-Rasyid-gelar-sosbang-di-panji-2.jpg 709w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Ely-Hartati-Rasyid-gelar-sosbang-di-panji-2-300x165.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 709px) 100vw, 709px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) ini mengatakan, Sosbang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang empat konsensus dasar dalam bernegara atau pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSosialisasi ini merupakan upaya memberikan pemahaman dan penguatan rasa cinta tanah air kepada masyarakat, untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,\u201d ungkap Ely Hartati Rasyid yang dalam kesempatan itu didampingi dua narasumber yakni La Muhiddin dan Aji Chandra Buana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut anggota Komisi II DPRD Kaltim ini, wawasan kebangsaan menjadi perekat untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat dengan beragam suku, agama, dan golongan agar hidup rukun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSebenarnya wawasan kebangsaan sudah pernah diberikan saat waktu SD (Sekolah Dasar, red) melalui mata pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila, red) serta melalui penataran P4 (Pedoman, penghayatan, dan Pengamalan Pancasila, red) sebagai landasan persatuan dan kesatuan,\u201d tutup Ely, sapaan akrabnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis : Guntur Riyadi | Penyunting : Agus P Sarjono<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ADVETORIAL &#8211; WAWASAN kebangsaan penting disosialisasikan bagi warga agar nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika bisa terus diamalkan. Sehingga kehidupan bermasyarakat yang terdiri dari beragam suku dan agama bisa terjaga dan berjalan dengan baik. Demikian itu disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":46406,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,26,33],"tags":[],"class_list":["post-46239","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-kartanegara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46239","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46239"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46239\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46410,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46239\/revisions\/46410"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46406"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46239"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46239"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46239"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}