{"id":46453,"date":"2024-01-31T16:15:06","date_gmt":"2024-01-31T08:15:06","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=46453"},"modified":"2024-02-01T06:36:35","modified_gmt":"2024-01-31T22:36:35","slug":"tambang-ilegal-di-dusun-sukodadi-ini-kata-camat-tenggarong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tambang-ilegal-di-dusun-sukodadi-ini-kata-camat-tenggarong\/","title":{"rendered":"Tambang Ilegal di Dusun Sukodadi, Ini Kata Camat Tenggarong"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI KARTANEGARA<\/strong> &#8211; PEMERINTAH Kecamatan Tenggarong secara penuh mendukung penutupan aktivitas penambangan ilegal yang berada di kawasan Dusun Sukodadi, Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ditemui di halaman Kantor Kecamatan Tenggarong, Rabu (31\/1\/2024), Camat Tenggarong Sukono menyampaikan, pihaknya telah mediasi antara warga dengan pihak penambang. Telah disepakati bersama bahwa dalam waktu lima hari ke depan, pihak penambang harus mengeluarkan alat-alat mereka dari wilayah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tadi kami coba untuk berkoordinasi, warga minta pihak tambang untuk menutup lubang yang ada, setelah itu tidak ada lagi kegiatan tambang menambang diwilayah lima RT tersebut,&#8221; kata Sukono.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Camat-Tenggarong-Sukono-2-e1706740514196.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-46478\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Camat-Tenggarong-Sukono-2-e1706740514196-220x300.jpg\" alt=\"\" width=\"254\" height=\"346\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Camat-Tenggarong-Sukono-2-e1706740514196-220x300.jpg 220w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Camat-Tenggarong-Sukono-2-e1706740514196.jpg 454w\" sizes=\"(max-width: 254px) 100vw, 254px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menyebutkan, pihaknya bersama Komando Rayon Militer (Koramil) dan Kepolisisan Sektor (Polsek) Tenggarong, akan melakukan pengawasan dalam beberapa hari ke depan, selama kesepakatan tersebut masih berjalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau pihak penambang tetap melanggar, kesepakatan dengan jangka waktu lima hari itu saya tarik. Saya yang turun tangan langsung,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara salah seorang warga Dusun Sukodadi Faturahman mengatakan, penolakan ini karena aktivitas tambang itu ilegal merusak lingkungan dan merugikan lahan pertanian warga setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami warga Dusun Sukodadi sangat menolak adanya tambang batu bara di wilayah ini. Kami tidak ingin sawah kami rusak, kami tegaskan akan terus melakukan perlawanan terhadap tambang ilegal,&#8221; tegasnya.[]\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis : Jemi Irlanda Haikal | Penyunting : Agus P Sarjono<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA &#8211; PEMERINTAH Kecamatan Tenggarong secara penuh mendukung penutupan aktivitas penambangan ilegal yang berada di kawasan Dusun Sukodadi, Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong. Ditemui di halaman Kantor Kecamatan Tenggarong, Rabu (31\/1\/2024), Camat Tenggarong Sukono menyampaikan, pihaknya telah mediasi antara warga dengan pihak penambang. Telah disepakati bersama bahwa dalam waktu lima hari ke depan, pihak penambang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":27,"featured_media":46477,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[6,17,26,481,33],"tags":[7586,560,561,7496,2888,7587],"class_list":["post-46453","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-lain","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kasus","category-kabupaten-kutai-kartanegara","tag-camat-tenggarong","tag-kukar","tag-kutai-kartanegara","tag-sukono","tag-tambang-ilegal","tag-tambang-kukar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46453","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46453"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46453\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46479,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46453\/revisions\/46479"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46477"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46453"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46453"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46453"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}