{"id":48756,"date":"2024-02-24T14:13:06","date_gmt":"2024-02-24T06:13:06","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=48756"},"modified":"2024-02-24T14:13:06","modified_gmt":"2024-02-24T06:13:06","slug":"kekurangan-pasokan-harga-beras-melonjak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kekurangan-pasokan-harga-beras-melonjak\/","title":{"rendered":"Kekurangan Pasokan, Harga Beras Melonjak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI KARTANEGARA<\/strong> \u2013 KABUPATEN Kutai Kartanegara (Kukar) dijuluki kawasan lumbung pangan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Namun kenyataannya, daerah itu belum mampu memenuhi kebutuhan lokal. Bahkan seperti wilayah lainnya, kini harga beras di Kukar, khususnya di sejumlah pasar di Tenggarong, meroket tajam dalam sepekan terakhir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Muhammad Taufik menjelaskan, saat ini baru sedikit petani yang sudah masuk musim panen. Bahkan beberapa petani baru memulai penanaman padi, sehingga saat ini masih minim produksi gabah di kawasan Kukar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBerkaca dari tahun 2023 yang lalu, produksi gabah masih dibawah 4 ton perhektar,\u201d tuturnya dikonfirmasi awak media, di Tenggarong, Sabtu (24\/02\/2024).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dirinya mengharapkan pada bulan Maret mendatang sudah masuk panen raya, sehingga produksi padi kembali normal dan harga beras juga kembali membaik. \u201cFaktornya memang cuaca bahkan di beberapa bagian di Indonesia belum ada musim panen raya,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia menegaskan, pihaknya bersama stakholder terkait terus melakukan pendampingan ke para petani, dengan melihat keadaan cuaca saat ini sudah memasuki musim panas. Dari maka itu, pihaknya membuatkan sumber air bor pompa sehingga pengairan sawah \u2013 sawah dapat maksimal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita mengawal musim tanam ini supaya bisa padi-padi tanaman yang sudah tertanam ini bisa terpelihara mendapatkan pasokan air,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terpisah, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar Sayid Fathullah menyampaikan, jelang mendekati bulan ramadhan kenaikan harga beras dan bahan pokok (bapok) lainnya, merupakan hal yang sudah biasa dan wajar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal tersebut katanya, juga dipengaruhi oleh kebutuhan masyarakat yang meningkat, serta produksi beras di Kukar juga masih stagnan belum ada peningkatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Fenomena ini sudah biasa terjadi karena menjelang hari besar salah satunya bulan Ramadhan. Dan ini juga menunjukkan daya beli masyarakat juga kuat,&#8221; tuturnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melihat fenomena tersebut, Disperindag Kukar terus lakukan pemantauan harga bapok di 20 Kecamatan secara berkala. Untuk menjaga kestabilan harga bapok di pasar, dilakukan operasi pasar murah yang juga mendapatkan antusias baik dari masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami terus menggelar operasi pasar murah di setiap kecamatan,&#8221; pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Agus P Sarjono<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA \u2013 KABUPATEN Kutai Kartanegara (Kukar) dijuluki kawasan lumbung pangan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Namun kenyataannya, daerah itu belum mampu memenuhi kebutuhan lokal. Bahkan seperti wilayah lainnya, kini harga beras di Kukar, khususnya di sejumlah pasar di Tenggarong, meroket tajam dalam sepekan terakhir. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":27,"featured_media":48782,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,33,1],"tags":[7861,560,561],"class_list":["post-48756","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-kartanegara","category-serba-serbi","tag-beras-kukar","tag-kukar","tag-kutai-kartanegara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48756","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48756"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48756\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48784,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48756\/revisions\/48784"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48782"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48756"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48756"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48756"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}