{"id":50289,"date":"2024-03-11T15:35:37","date_gmt":"2024-03-11T07:35:37","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=50289"},"modified":"2024-03-13T12:39:46","modified_gmt":"2024-03-13T04:39:46","slug":"berkah-ramadhan-kisah-nuryati-jajakan-bunga-di-tpu-muslimin-kemakmuran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/berkah-ramadhan-kisah-nuryati-jajakan-bunga-di-tpu-muslimin-kemakmuran\/","title":{"rendered":"Berkah Ramadhan: Kisah Nuryati Jajakan Bunga di TPU Muslimin Kemakmuran"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA<\/strong> &#8211; BERKAH bulan suci Ramadhan juga menyapa para pedagang musiman yang menjajakan bunga untuk ziarah kubur di tempat pemakaman umum (TPU). Seperti Nuryati, salah satu pedagang bunga musiman di TPU Muslimin, Jalan Kemakmuran, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perempuan berjilbab ini mengaku, mendapat berkah menjelang bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah karena banyak peziarah yang datang ke TPU tersebut. \u201cSudah empat hari menjual bunga dan air yasin setiap jelang Ramadhan,\u201d kata Nuryati ditemui beritaborneo.com di kios kecilnya, Senin (11\/03\/2024).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nuriyati mengaku sudah lebih 12 tahun menjual bunga ketika ada momentum hari raya besar keagamaan. Awalnya dia hanya membantu ibunya berdagang. Namun setelah ibunya meninggal setahun yang lalu, maka dirinyalah yang meneruskan berjualan di depan pintu masuk TPU Muslimin Kemakmuran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSudah lebih 12 tahun berjualan, dari membantu mama sampai mama saya meninggal dan saya yang meneruskan,\u201d ujar Nur, sapaan akrabnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nur yang kesehariaan hanya sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) ini mengatakan, setiap bungkus yang berisi dua sampai tiga macam jenis bunga dijual Rp5 ribu. Sementara bunga renteng Rp20 ribu, sedangkan untuk air yasin per botol dijual Rp5 ribu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKembang renteng Rp20 ribu, kembang tabur Rp5 ribu, dan air yasin Rp5 ribu, semua bunga dan daun pandanya kami beli dari pemilik kebun dan tempatnya di Lempake,\u201d kata perempuan berusia 45 tahun ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nur yang tinggal di Jalan Kemakmuran Gang PLN ini mengamini bahwa bulan Ramadhan memberikan berkah tersendiri baginya. Karena dia bisa mendapatkan rezeki lebih dari hasil menjual bunga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apalagi jika menjelang Hari Raya Idul Fitri, warga muslim Samarinda akan berduyun-duyun menziarahi makam orang tua, keluarga, dan kerabatnya di TPU Muslimin ini. Hal itu berarti, akan banyak pula warga yang membutuhkan bunga tabur, kembang renteng maupun air yasin sebagai tradisi untuk ditaburkan di makam keluarga mereka. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Agus P Sarjono<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA &#8211; BERKAH bulan suci Ramadhan juga menyapa para pedagang musiman yang menjajakan bunga untuk ziarah kubur di tempat pemakaman umum (TPU). Seperti Nuryati, salah satu pedagang bunga musiman di TPU Muslimin, Jalan Kemakmuran, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda. Perempuan berjilbab ini mengaku, mendapat berkah menjelang bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah karena banyak peziarah yang datang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":50456,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37,1],"tags":[],"class_list":["post-50289","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","category-serba-serbi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50289","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50289"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50289\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50457,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50289\/revisions\/50457"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50456"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50289"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50289"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50289"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}