{"id":53597,"date":"2024-04-20T10:15:54","date_gmt":"2024-04-20T02:15:54","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=53597"},"modified":"2024-04-20T10:15:55","modified_gmt":"2024-04-20T02:15:55","slug":"pssi-membuka-peluang-bagi-emil-audero-untuk-membela-timnas-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pssi-membuka-peluang-bagi-emil-audero-untuk-membela-timnas-indonesia\/","title":{"rendered":"PSSI Membuka Peluang bagi Emil Audero untuk Membela Timnas Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAKARTA<\/strong> &#8211; Ketua Umum Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, memberi isyarat baik terkait proses naturalisasi penjaga gawang keturunan Indonesia, Emil Audero Mulyadi. Emil Audero adalah kiper berdarah Indonesia yang sedang memperkuat gawang Inter Milan di Liga Italia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Erick menegaskan bahwa PSSI tidak ingin memaksakan pemain untuk bermain di timnas Indonesia.Ia mencontohkan pemain diaspora sebelumnya, Justin Hubner dan Nathan Tjoe-A-On, yang bermain tanpa paksaan setelah tiba di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSama seperti Emil Audero, saya berbicara bahwa kita tetap terbuka, tetapi kita tidak mau istilahnya memaksakan,\u201d kata Erick Thohir, seperti dikutip dari Media. \u201cKarena seperti yang teman-teman tanyakan, Justin Hubner mendarat, langsung main. Nathan Tjoe-A-On datang, langsung main, artinya tidak paksaan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mantan Presiden Inter Milan itu berharap para pemain yang datang ke timnas Indonesia memang berkomitmen untuk membela skuad Merah Putih meskipun dengan risiko cedera. \u201cMereka (Justin &amp; Nathan) langsung main, dengan risiko cedera. Mereka ingin membela Merah Putih, itu yang kita harapkan,\u201d ujar Erick Thohir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, Erick memperingatkan tentang stigma pemain bayaran di timnas Indonesia. Ia mengatakan bahwa seluruh pemain timnas saat ini bermain demi membela bendera Merah Putih. Erick juga memastikan bahwa PSSI selalu melakukan transparansi administrasi dan seleksi terhadap para pemain yang bergabung di skuad Garuda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSilahkan cek para pemain yang ada di timnas Indonesia, jangan ada stigma pemain bayaran. Mereka semua mau membela Indonesia. Bisa disaksikan di administrasi PSSI tidak ada bayar-bayaran, semua transparan,\u201d tegas Erick Thohir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kabar mengenai Emil Audero yang ingin bergabung ke timnas Indonesia muncul setelah dirinya mengunggah emoji bendera Merah Putih di akun Instagram pribadinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penjaga gawang berusia 27 tahun itu tercatat telah menjalani sepuluh pertandingan di timnas Italia Umur 21 (U21) dan belum kunjung meraih debut bersama Gli Azzurri. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Ketua Umum Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, memberi isyarat baik terkait proses naturalisasi penjaga gawang keturunan Indonesia, Emil Audero Mulyadi. Emil Audero adalah kiper berdarah Indonesia yang sedang memperkuat gawang Inter Milan di Liga Italia. Erick menegaskan bahwa PSSI tidak ingin memaksakan pemain untuk bermain di timnas Indonesia.Ia mencontohkan pemain diaspora &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":53602,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[35],"tags":[8508,343],"class_list":["post-53597","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-nasional","tag-emil","tag-pssi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53597","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53597"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53597\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53604,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53597\/revisions\/53604"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53602"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53597"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53597"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53597"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}