{"id":54220,"date":"2024-04-27T08:04:54","date_gmt":"2024-04-27T00:04:54","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=54220"},"modified":"2024-04-28T22:09:34","modified_gmt":"2024-04-28T14:09:34","slug":"markaca-sosialisasi-raperda-pencegahan-kebakaran-di-sungai-kapih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/markaca-sosialisasi-raperda-pencegahan-kebakaran-di-sungai-kapih\/","title":{"rendered":"Markaca Sosialisasi Raperda Pencegahan Kebakaran di Sungai Kapih"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PARLEMENTARIA SAMARINDA<\/strong> &#8211; ANGGOTA Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Markaca melakukan kegiatan Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pencegahan, Penaggulangan Kebakaran Dan Penyelamatan di Perumahan Pondok Karya Lestari (PKL) RT 16 Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Jumat (26\/04\/2024) malam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sosialisasi Raperda inisiatif DPRD Samarinda itu, Markaca didampingi narasumber Mohammad Yusrul Hana yang menjelaskan tentang pentingnya pencegahan dan penanggulangan kebakaran serta langkah harus diambil saat terjadi kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dikatakan Markaca, pihaknya ditugaskan mensosialisasikan Raperda tersebut kepada masyarakat dengan harapan akan mendapat masukan atau tanggapan dari masyarakat terkait isi Raperda sebelum menjadi Peraturan Daerah (Perda) sehingga kebakaran di Samarinda dapat berkurang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSosialisasi Raperda sebelum disahkan menjadi Perda, kami uji publik dulu supaya masyarakat paham apa yang akan kami sahkan. Sebab Raperda Pencegahan, Penaggulangan Kebakaran dan Penyelamatan ini sangat penting dipahami dan harus diketahui karena di Samarinda rentan akan kebakaran,\u201d ujar politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Markaca-sosper-di-sungai-Kapih-2.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-54233\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Markaca-sosper-di-sungai-Kapih-2.jpg\" alt=\"\" width=\"709\" height=\"390\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Markaca-sosper-di-sungai-Kapih-2.jpg 709w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Markaca-sosper-di-sungai-Kapih-2-300x165.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 709px) 100vw, 709px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di bagian akhir, Markaca kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan warga terhadap ancaman bahaya kebakaran. Hal-hal kecil katanya, perlu diperhatikan. Seperti mematikan kompor ketika hendak meninggalkan rumah maupun memeriksa kembali kondisi kabel listrik di rumah agar tidak terjadi arus pendek listrik (konsleting) yang dapat menimbulkan kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPenyebab terbesar kebakaran yakni kelalaian kita meninggalkan rumah dalam keadaan kompor menyala. Sementara konsleting listrik sudah di luar kekuatan kita karena kalau kita tahu akan terjadi konsleting listrik, kita akan melakukan pencegahan. Tetapi kita tidak tahu kapan akan terjadi konsleting,\u201d tutup wakil rakyat dari daerah pemilihan Kecamatan Sambutan, Samarinda Ilir, dan Samarinda Kota ini. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Agus P Sarjono<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PARLEMENTARIA SAMARINDA &#8211; ANGGOTA Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Markaca melakukan kegiatan Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pencegahan, Penaggulangan Kebakaran Dan Penyelamatan di Perumahan Pondok Karya Lestari (PKL) RT 16 Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Jumat (26\/04\/2024) malam. Dalam sosialisasi Raperda inisiatif DPRD Samarinda itu, Markaca didampingi narasumber Mohammad Yusrul &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":54234,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[6585,17,26,37],"tags":[],"class_list":["post-54220","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-dprd-kota-samarinda","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54220","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54220"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54220\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54227,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54220\/revisions\/54227"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54234"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54220"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54220"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54220"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}