{"id":54538,"date":"2024-05-01T22:00:33","date_gmt":"2024-05-01T14:00:33","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=54538"},"modified":"2024-05-02T09:56:18","modified_gmt":"2024-05-02T01:56:18","slug":"buaya-muara-3-meter-serang-warga-tanjung-tarantang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/buaya-muara-3-meter-serang-warga-tanjung-tarantang\/","title":{"rendered":"Buaya Muara 3 Meter Serang Warga Tanjung Tarantang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KOTAWARINGIN BARAT &#8211; <\/strong>Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah (Kalteng) Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun, berhasil evakuasi buaya muara sepanjang 3 meter yang serang warga, Selasa sore (30\/04\/2024). Tepatnya di Desa Tanjung Tarantang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala BKSDA SKW II Pangkalan Bun, Dendi Sutiadi mengatakan, petugas yang mendapat laporan kejadian serangan buaya pun langsung mendatangi lokasi untuk memantau dan melakukan observasi. &#8220;Pada pukul 09.00 WIB, petugas ke lokasi kejadian untuk memantau dan melakukan observasi, serta melakukan pasangan 4 unit pancing dibantu warga dan kerabat korban,&#8221; terangnya, pada Rabu (01\/05\/2024).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah melakukan pemasangan pancing pada area sungai selama 3,5 jam, petugas pun kembali ke Pangkalan Bun. &#8220;Pada pukul 14.00 WIB, kita mendapatkan laporan buaya muncul kembali ke permukaan dan berpindah ke area perkebunan kelapa sawit yang berada di seberang rumah korban,&#8221; jelas Dendi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petugas pun kembali ke lokasi untuk melakukan evakuasi pada buaya tersebut menggunakan tali jerat. Setibanya di lokasi, petugas menemukan kondisi lokasi berair dan sangat rawan menjadi tempat buaya bersembunyi. &#8220;Kita berhasil mengevakuasi buaya sekira pukul 16.30 WIB dalam keadaan lemas saat dievakuasi petugas,&#8221; terang Dendi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, buaya kemudian dievakuasi ke kantor BKSDA SKW II Pangkalan Bun untuk dilakukan pemeriksaan sebelum dilepas liarkan. &#8220;Buaya yang dievakuasi merupakan buaya muara, dengan panjang 3 meter, dan memiliki cacat pada bagian ekor diduga akibat terkena tali atau pukat ikan,\u201d ujar Kepala SKW II.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BKSDA SKW II Pangkalan Bun dibantu oleh Komunitas Pecinta Reptil dan warga setempat dalam proses evakuasi buaya muara tersebut. &#8220;Buaya muara tersebut akan dilepas liarkan pada Kamis (02\/05\/2024) ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP),&#8221; tutup Dendi Sutiadi. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi07<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTAWARINGIN BARAT &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah (Kalteng) Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun, berhasil evakuasi buaya muara sepanjang 3 meter yang serang warga, Selasa sore (30\/04\/2024). Tepatnya di Desa Tanjung Tarantang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng. Kepala BKSDA SKW II Pangkalan Bun, Dendi Sutiadi mengatakan, petugas yang mendapat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":54539,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2259,2912],"tags":[4976,1873,8608],"class_list":["post-54538","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kota-waringin-barat-provinsi-kalimantan-tengah","tag-bksda","tag-buaya","tag-buaya-muara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54538","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54538"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54538\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54662,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54538\/revisions\/54662"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54539"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54538"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54538"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54538"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}