{"id":55211,"date":"2024-05-08T11:55:46","date_gmt":"2024-05-08T03:55:46","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=55211"},"modified":"2024-05-08T11:55:46","modified_gmt":"2024-05-08T03:55:46","slug":"indonesia-kecam-serangan-israel-di-rafah-pbb-dikecam-untuk-bertindak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/indonesia-kecam-serangan-israel-di-rafah-pbb-dikecam-untuk-bertindak\/","title":{"rendered":"Indonesia Kecam Serangan Israel di Rafah: PBB Dikecam untuk Bertindak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAKARTA &#8211;<\/strong> Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengecam keras serangan militer Israel ke Kota Rafah di Gaza dan menyebutnya sebagai tindakan yang tak dapat diterima. &#8220;Indonesia mengecam keras serangan militer Israel atas kota Rafah di Gaza serta penguasaan atas Perbatasan Rafah di sisi Palestina,&#8221; kata Kemenlu melalui akun media sosial X, Rabu (08\/05\/2024).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Setiap upaya pemindahan paksa atau pengusiran warga Palestina, termasuk dari Rafah, tidak dapat diterima karena tindakan tersebut merupakan puncak kejahatan terhadap kemanusiaan,&#8221; lanjut Kemenlu. Indonesia juga menegaskan kembali seruan untuk segera mewujudkan gencatan senjata permanen di Gaza dan menghapuskan semua hambatan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemenlu meminta semua komunitas internasional, terutama Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk segera menghentikan kejahatan brutal Israel dan mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diberitakan sebelumnya, Israel melakukan serangan udara di Rafah yang merupakan kawasan bagian selatan Gaza pada Senin (06\/05\/2024). Rafah merupakan tempat berlindung bagi jutaan pengungsi dari wilayah lain di Gaza yang menghindari serangan Israel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya, Israel dilaporkan telah memerintahkan warga melalui pesan singkat, telepon, dan selebaran dalam bahasa Arab untuk pindah ke tempat yang disebut sebagai &#8220;zona kemanusiaan yang diperluas&#8221;. Itu berjarak sekitar 20 kilometer dari Rafah. Beberapa keluarga Palestina pun kemudian mulai mengungsi di bawah guyuran hujan musim semi yang dingin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa membawa anak-anak dan barang-barang mereka di atas gerobak keledai, sementara yang lain pergi dengan menggunakan mobil pick-up atau berjalan kaki melewati jalanan berlumpur. Seorang pejabat senior Hamas mengatakan bahwa perintah evakuasi tersebut merupakan &#8220;eskalasi berbahaya&#8221; yang akan menimbulkan konsekuensi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pemerintah AS, bersama dengan penjajah, memikul tanggung jawab atas terorisme ini,&#8221; ujar pejabat tersebut, Sami Abu Zuhri, kepada Reuters, merujuk pada aliansi Israel dengan Washington.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Militer Israel mengatakan bahwa mereka telah mendesak penduduk Rafah untuk mengungsi dalam sebuah operasi &#8220;ruang lingkup terbatas&#8221;. Mereka tidak memberikan alasan spesifik dan juga tidak mengatakan apakah tindakan ofensif akan dilakukan. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengecam keras serangan militer Israel ke Kota Rafah di Gaza dan menyebutnya sebagai tindakan yang tak dapat diterima. &#8220;Indonesia mengecam keras serangan militer Israel atas kota Rafah di Gaza serta penguasaan atas Perbatasan Rafah di sisi Palestina,&#8221; kata Kemenlu melalui akun media sosial X, Rabu (08\/05\/2024). &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":55223,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2254],"tags":[2594,2496,8661],"class_list":["post-55211","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-internasional","tag-gaza","tag-israel","tag-rafah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55211","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55211"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55211\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55224,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55211\/revisions\/55224"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55223"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55211"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55211"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55211"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}