{"id":5970,"date":"2015-04-24T02:03:45","date_gmt":"2015-04-23T18:03:45","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=5970"},"modified":"2022-10-19T13:16:14","modified_gmt":"2022-10-19T05:16:14","slug":"mantan-tersangka-kpk-ini-akhirnya-jadi-wakapolri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/mantan-tersangka-kpk-ini-akhirnya-jadi-wakapolri\/","title":{"rendered":"Mantan Tersangka KPK Ini Akhirnya Jadi Wakapolri"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><strong>JAKARTA &#8211; <\/strong>Pelantikan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai orang nomor dua di Korps Bhayangkara begitu mendadak. Tiba-tiba Kadivhumas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan mengumumkan bahwa BG telah dilantik menjadi wakil kepala Kepolisian RI (wakapolri) sekitar pukul 14.00 WIB kemarin (22\/4) di Aula Gedung Utama, Kompleks Mabes Polri.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nPantauan wartawan, sekitar pukul 13.00 WIB sejumlah petinggi Polri masuk ke gedung utama. Di antaranya Kabareskrim Komjen Budi Waseso, Kabaharkam Komjen I Putut Eko Bayu Seno, Kadivpropam Irjen Syafruddin, Kadivhumas Anton, dan sejumlah pejabat lembaga mitra polisi, di antaranya Ketua Kompolnas Edi Hasibuan dan anggota M Nasser.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nMereka semua diam terkait kedatangannya ke gedung utama yang diprediksi untuk pelantikan BG. Budi Waseso menuturkan, dirinya tidak punya kewenangan berkomentar. \u201cItu wewenang dari kapolri,\u201d ujarnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSejam kemudian, sejumlah petinggi Polri tampak keluar. Lagi-lagi, mereka hanya diam. Menurut Ketua Kompolnas Edi Hasibuan, memang saat ini Polri telah memiliki wakapolri, yakni Komjen BG. \u201cSemua petinggi Polri ada di pelantikan tersebut,\u201d ujarnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSuasana saat pelantikan dipastikan sangat sederhana. Edi menjelaskan, tidak terlihat ingar-bingar pelantikan. Setelah Kapolri Jenderal Badrodin Haiti melantik BG sebagai wakapolri dan pejabat baru Kalemdikpol Irjen Syafruddin, yang awalnya kadivpropam, semua berjabat tangan. \u201cKapolri tampak akrab dengan keduanya,\u201d jelasnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nNamun, ada sedikit kejanggalan dalam pelantikan tersebut. Yakni, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti langsung meninggalkan lokasi pelantikan, tepat setelah memberikan selamat kepada BG dan Syafruddin. \u201cYa, cepat banget pelantikannya, sepertinya Badrodin ini ada agenda lain di Konferensi Asia Afrika (KAA),\u201d terang Nasser, anggota Kompolnas.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nTertutupnya acara pelantikan wakapolri baru terjadi kali ini. Pelantikan wakapolri tahun-tahun sebelumnya, mulai Badrodin sendiri, Oegroseno, hingga Nanan Sukarna, tidak pernah ditutup-tutupi. \u201cYa, memang belum pernah. Tapi, \u2018kan semua sekarang sudah tahu,\u201d ujar Nasser.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nPengacara BG Fredrich Yunadi berkilah sebenarnya pelantikan wakapolri tidak tertutup. Hanya, ini demi menghindari anggapan bahwa BG jemawa karena telah menang dalam perkaranya dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n\u201cBeliau tidak ingin dilihat <em>show of force<\/em> setelah ini semua. Dia tidak mau pamer kekuatan. Kalau pelantikan ini dilakukan dengan meriah, dikhawatirkan akan ada orang yang tersakiti,\u201d kilahnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nNamun, Kadivhumas Anton menampik acara digelar tertutup. Sebab, semua petinggi Polri maupun mitra juga diundang. \u201cBukan tertutup, tapi sederhana saja. Ini saya mengumumkan pelantikannya, berarti \u2018kan tidak tertutup,\u201d tuturnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nAnton menegaskan bahwa sebenarnya penentuan wakapolri termasuk dalam telegram rahasia. Yang artinya, merupakan rahasia negara. Namun, pelantikan ini tetap diumumkan ke masyarakat. \u201cJangan berpikiran negatiflah,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Yang jelas, saat ini wakapolri akan mendampingi kapolri dalam bekerja. Wakapolri mendukung semua kebijakan kapolri. \u201cTidak ada program wakapolri, yang ada hanya mendukung kebijakan kapolri,\u201d jelasnya.<\/p><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nNamun, masih ada yang mengganjal dari pelantikan tersebut. Yakni, kasus gratifikasi BG yang belum ada kepastiannya dari Bareskrim. Apakah kasus dugaan gratifikasi itu berlanjut atau tidak? Kabareskrim Budi Waseso menjelaskan,\u00a0sebenarnya pelantikan tidak perlu menunggu gelar perkara Bareskrim. \u201cSebab, sudah ada keputusan praperadilan,\u201d tuturnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSebelum pelantikan, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menghadiri rapat kerja bersama Komisi III DPR. Setelah pertemuan, Badrodin membenarkan BG telah terpilih berdasarkan sidang Wanjakti, awal pekan ini,<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nDitanya terkait potensi adanya matahari kembar, atau dualisme kepemimpinan karena keberadaan BG, emosi Badrodin tampak terpancing. Dengan nada meninggi, Badrodin membantah isu tersebut dengan menegaskan posisinya sebagai perwira tertinggi di Polri.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n\u201cSaya kapolri, saya yang pegang komando. Semua ikut perintah saya,\u201d tegasnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nYang menarik, saat kembali ditemui wartawan setelah menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Negara semalam, Badrodin mengakui pelantikan BG memang diam-diam. Hal itu dilakukan karena situasi yang mendesak. BG seharusnya baru dilantik Kamis (23\/4) ini. Namun, Badrodin berkilah, terpaksa pelantikan dimajukan sehari karena dirinya harus mendampingi Presiden ke Bandung untuk KAA.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n\u201cBesok malam (hari ini) \u2018kan saya harus berangkat ke Bandung. Sehingga kemungkinan pelantikannya baru minggu depan. Kemudian ada desakan, kalau bisa sekarang saja,\u201d ujar Badrodin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n\u201cMaksudnya \u2018mendesak\u2019 itu karena besok (Kamis) saya harus pergi. Sehingga pelantikan dilakukan hari ini (Rabu kemarin),\u201d imbuhnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<strong>AKADEMISI MENOLAK<\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nPenetapan BG menjadi wakapolri ditentang keras para ahli dan akademisi. Mereka menuntut Presiden Jokowi untuk turun tangan menganulir keputusan tersebut.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nHal itu diserukan empat akademisi kemarin. Yaitu staf pengajar Universitas Paramadina Abdul Rochim Gazali, sosiolog Universitas Indonesia Thamrin Amal Tomagola, pengajar komunikasi Universitas Indonesia Ade Armando, dan Airlangga Pribadi, pengajar di Universitas Airlangga. Bertempat di Warung Daun Cikini Jakarta Pusat, mereka menyerukan penolakan terhadap BG.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nThamrin mengaku kecewa dengan terpilihnya BG. Meski itu hak prerogatif kapolri, dia mengatakan dengan terpilihnya BG sebagai wakapolri akan menimbulkan terjadinya gesekan kembali antara KPK dan Polri. \u201cKami melihat adanya upaya melemahkan KPK,\u201d ujarnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nDia menambahkan, pemilihan mantan ajudan Megawati Soekarnoputri itu sudah menafikan pesan publik yang menolak BG. Terlepas dari status tersangkanya yang dibatalkan oleh praperadilan, rakyat menganggap BG masih tersangkut kasus rekening gendut. \u201cSampai kini \u2018kan gelar perkaranya di Mabes Polri belum selesai,\u201d ujarnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nTak hanya itu, menurut dia, Wanjakti dan Kapolri telah melecehkan wibawa Presiden. Pasalnya, dalam pengangkatan pejabat eselon satu A dan satu B, Polri harus berkonsultasi terlebih dulu kepada kepala negara. Aturan itu sesuai Perpres Nomor 52 Tahun 2010 pasal 57 mengenai konsultasi kepada Presiden untuk mengangkat pejabat dan eselon satu A dan satu B. \u201cJelas mereka tidak mengindahkan wibawa Presiden,\u201d paparnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nAde Armando menambahkan, dia menganggap pemilihan wakapolri tidak tepat. Lantaran Wanjakti mengerucutkan calon pembantu Badrodin itu hanya satu orang, yakni BG. Hal itu jelas tidak memberikan kesempatan kepada Kapolri dan Presiden untuk memilih calon lain. \u201cIni bukti pelecehan publik dan melecehkan Presiden,\u201d tuturnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nAbdul Rochim Gazali menjelaskan penunjukan BG itu diduga untuk mengamankan koruptor. Dia memprediksi ke depannya korupsi akan kembali menjamur di Indonesia. Hal itu jelas sangat bertentangan dengan Nawacita Jokowi, yakni pemberantasan korupsi dan mengedepankan supremasi hukum.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSementara, Airlangga yakin Presiden Jokowi kecewa dengan penetapan BG sebagai wakapolri. Pasalnya Wanjakti dan Kapolri tidak mengindahkan apa yang dia sampaikan. Yakni penunjukan wakapolri harus mempertimbangkan aspirasi publik. Namun dia mengatakan saat ini posisi Presiden sangat sulit.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<strong>JOKOWI NGAMBANG<\/strong><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nIstana sendiri bermain aman dalam pelantikan BG sebagai wakapolri. Presiden Joko Widodo hanya menyatakan dirinya sudah bertemu Kapolri.\u00a0 \u201cSudah saya perintahkan kepada Kapolri untuk melakukan konsolidasi kelembagaan,\u201d kata Presiden, di sela-sela kegiatan KAA di Jakarta Convention Center, kemarin (22\/4).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKetika itu, dia tidak secara gamblang mengungkap nama Budi Gunawan sudah mendapat persetujuan dirinya atau belum. Jokowi memilih kembali menyatakan bahwa telah memerintahkan kepada Kapolri untuk memperbaiki kelembagaan, mekanisme kerja internal, serta pengawasan di Polri. \u201dKemudian, juga (perintahkan) pembenahan SDM yang ada, cukup,\u201d pungkas mantan gubernur DKI Jakarta itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSaat ditanya terkait hal tersebut, Presiden sedang berkunjung ke ruang media center yang ada di lokasi KAA. Selain isu-isu seputar KAA, Jokowi sepertinya juga sadar kalau akan mendapat pertanyaan seputar pelantikan Budi Gunawan. Hal itu terlihat dengan telah disiapkannya secarik kertas untuk kemudian dibacanya saat pertanyaan seputar hal tersebut meluncur dari awak media. [] JPNN<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Pelantikan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai orang nomor dua di Korps Bhayangkara begitu mendadak. Tiba-tiba Kadivhumas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan mengumumkan bahwa BG telah dilantik menjadi wakil kepala Kepolisian RI (wakapolri) sekitar pukul 14.00 WIB kemarin (22\/4) di Aula Gedung Utama, Kompleks Mabes Polri. Pantauan wartawan, sekitar pukul 13.00 WIB sejumlah petinggi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5971,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,35],"tags":[2933,2934,220,224],"class_list":["post-5970","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-nasional","tag-bg","tag-budi-gunawan","tag-korupsi","tag-kpk"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5970","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5970"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5970\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25088,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5970\/revisions\/25088"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5970"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5970"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5970"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}