{"id":5976,"date":"2015-04-24T02:46:46","date_gmt":"2015-04-23T18:46:46","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=5976"},"modified":"2022-10-19T13:16:15","modified_gmt":"2022-10-19T05:16:15","slug":"triyono-lanjutkan-komitmen-nawacita-ketiga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/triyono-lanjutkan-komitmen-nawacita-ketiga\/","title":{"rendered":"Komitmennya Membangun Perbatasan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BULUNGAN<\/strong> \u2013 Resmi sudah, kemarin (22\/4) Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Triyono Budi Sasongko dilantik oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Namun, yang menjadi prioritasnya saat menjabat adalah melaksanakan komitmen presiden untuk membangun wilayah perbatasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Telah dibuktikan ketika beliau (presiden,red) dilantik langsung melakukan kunjungan kerja ke perbatasan,\u201d kata Triyono usai pelantikan kemarin, (22\/4).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui mantan Bupati Purbalingga itu, presiden menginstruksikan agar BNPP meneruskan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan. Khususnya yang bersentuhan langsung dengan negara tetangga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKhususnya di pos lintas batas strategis. Ada 7 pos lintas batas strategis ingin diwujudkan dalam waktu dua tahun yang saat ini telah dimulai,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kendati demikian, tidak mewujudkan pos lintas batas saja, namun harus ada pusat pertumbuhan dimana sejumlah pihak mengingingkan kawasan perbatasan sebagai beranda depan sekaligus pintu gerbang perdagangan.<br \/>\n\u201cNah inilah yang menjadi komitmen kita bersama hingga Indonesia dapat maju berkembang dengan pesat. Bahkan itu sudah tertuang Perpres (Peraturan Presiden) No 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 -2019 dalam rangka tindak lanjut nawacita ketiga Jokowi yaitu komitmen membangun Indonesia dari pinggiran,\u201d urainya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, dirinya juga harus memperkuat sistem pemerintahan di provinsi baru tersebut. Menurutnya, yang telah dirintis oleh Pj Gubernur sebelumnya sudah cukup bagus tinggal di perkuat lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami juga bertugas mengawal penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada). Saya pikir ini adalah tugas yang cukup berat, untuk mengkoordinasikan agar pelaksanaan demokrasi di Kaltara bisa berjalan dengan baik,\u201d paparnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cOleh karenanya ini menjadi tugas penting kami, untuk menyukseskan pilkada,\u201d sambungnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apalagi di Kaltara terdapat empat kabupaten yang akan menyelenggarakan Pilkada secara serentak. Ini jelas menjadi tugas berat seorang Pj Gubernur Kaltara yang saat ini baru dilantik dan terus mengupayakannya agar bisa sukses.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Upaya lain yang harus terus dilakukan adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Menurutnya, saat ini sudah banyak orang yang berbondong-bondong masuk ke Kaltara, karena sudah melihat provinsi baru tersebut sudah berlari dengan cepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaat ini sudah bagus, apalagi pada saat penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) beberapa waktu lalu, pesertanya cukup membludak,\u201d tutup mantan Bupati Purbalingga dua periode tersebut. [] KK<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BULUNGAN \u2013 Resmi sudah, kemarin (22\/4) Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Triyono Budi Sasongko dilantik oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Namun, yang menjadi prioritasnya saat menjabat adalah melaksanakan komitmen presiden untuk membangun wilayah perbatasan. Telah dibuktikan ketika beliau (presiden,red) dilantik langsung melakukan kunjungan kerja ke perbatasan,\u201d kata Triyono usai pelantikan kemarin, (22\/4). Melalui mantan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5977,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2256,27],"tags":[2935,2890],"class_list":["post-5976","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-bulungan","category-kalimantan-utara-kaltara","tag-bnpp","tag-triyono-budi-sasongko"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5976","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5976"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5976\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25090,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5976\/revisions\/25090"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5976"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5976"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5976"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}