{"id":59907,"date":"2024-06-27T16:54:12","date_gmt":"2024-06-27T08:54:12","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=59907"},"modified":"2024-06-27T16:54:12","modified_gmt":"2024-06-27T08:54:12","slug":"nelayan-temukan-mayat-bayi-mengapung-di-sungai-bengawan-warga-juata-permai-geger","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/nelayan-temukan-mayat-bayi-mengapung-di-sungai-bengawan-warga-juata-permai-geger\/","title":{"rendered":"Nelayan Temukan Mayat Bayi Mengapung di Sungai Bengawan, Warga Juata Permai Geger"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>TARAKAN<\/strong> \u2013 Mayat bayi yang mengapung di Sungai Bengawan RT 18 Kelurahan Juata Permai pada Kamis, 27 Juni 2024 ditemukan seorang warga saat pulang dari melaut sekira pukul 08.30 WITA. Salah satu warga, Muhammad Syahril mengatakan, saat itu terdengar teriakan yang menyebutkan terdapat mayat di Sungai Bengawan. Seketika, warga langsung memadati TKP tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mayat bayi tanpa identitas tersebut ditemukan tepat di bawah jembatan. \u201cKondisinya sudah hancur, dan tersangkut di ranting yang ada di bawah jembatan,\u201d katanya, Kamis (27\/06\/2024). Dilanjutkannya, warga langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada Polsek Tarakan Utara. Sehingga, mayat bayi malang tersebut langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cLangsung panggil polisi tadi, jadi dibawa oleh polisi, yang mengevakuasi juga dari polisi tadi,\u201d lanjutnya. Sementara itu, Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona melalui Kapolsek Tarakan Utara, IPTU Jamzani menerangkan, pihaknya mendapatkan informasi sekira pukul 09.03 WITA bahwa terdapat mayat bayi di bawah jembatan Sungai Bengawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pihak kepolisian pun langsung menuju TKP dan meminta keterangan terhadap saksi yang pertama kali melihat bayi tersebut. \u201cSaksi Ferianto, pekerjaannya sebagai nelayan. Menurut keterangannya saksi baru pulang melaut dan pada saat itu melihat ada mayat setelah didekati ternyata bayi. Posisinya tertelungkup,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jamzani mengungkapkan, bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki yang saat ini masih dalam proses autopsi di rumah sakit. Pihaknya juga melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui siapa orang tua dari bayi tersebut. \u201cSaksi baru dua, dari Ketua RT dan Ferianto tadi. Kalau saksi yang lain kan hanya yang lihat-lihat saja tadi,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pihak kepolisian juga masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab meninggalnya bayi tersebut. Secara fisik, dikatakan Jamzani, kondisi bayi tersebut tak dapat diidentifikasi lagi. \u201cIya kalau jasad bayi kan cepat mengalami pembusukan, apalagi di air. Kita juga belum perkirakan berapa usia bayi tersebut, untuk itu nanti setelah autopsi,\u201d pungkas Jamzani. []\n<p>Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TARAKAN \u2013 Mayat bayi yang mengapung di Sungai Bengawan RT 18 Kelurahan Juata Permai pada Kamis, 27 Juni 2024 ditemukan seorang warga saat pulang dari melaut sekira pukul 08.30 WITA. Salah satu warga, Muhammad Syahril mengatakan, saat itu terdengar teriakan yang menyebutkan terdapat mayat di Sungai Bengawan. Seketika, warga langsung memadati TKP tersebut. Mayat bayi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":59908,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,2257],"tags":[3133],"class_list":["post-59907","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kota-tarakan-kalimantan-utara","tag-tkp"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59907","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59907"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59907\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59909,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59907\/revisions\/59909"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59908"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59907"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59907"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59907"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}