{"id":60513,"date":"2024-07-02T13:40:30","date_gmt":"2024-07-02T05:40:30","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=60513"},"modified":"2024-07-03T14:03:39","modified_gmt":"2024-07-03T06:03:39","slug":"jumlah-korban-tewas-di-festival-keagamaan-india-naik-menjadi-116-orang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/jumlah-korban-tewas-di-festival-keagamaan-india-naik-menjadi-116-orang\/","title":{"rendered":"Jumlah Korban Tewas di Festival Keagamaan India Naik Menjadi 116 Orang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>INDIA &#8211;<\/strong> Sebanyak 116 orang tewas terinjak-injak dalam sebuah festival keagamaan Hindu di Provinisi Uttar Pradesh, wilayah utara India pada Selasa (02\/07\/2024). Kerumunan orang berkumpul untuk mendengarkan khotbah seorang pendeta populer, tetapi saat mereka pergi badai debu yang dahsyat memicu kepanikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Banyak yang terinjak-injak, jatuh di atas satu sama lain. Beberapa orang juga masuk ke saluran pembuangan di pinggir jalan dalam kekacauan itu. &#8220;Para hadirin keluar dari tempat tersebut ketika badai debu membutakan penglihatan mereka, yang menyebabkan perkelahian dan insiden tragis berikutnya,&#8221; kata Chaitra V., komisaris divisi kota Aligarh di negara bagian Uttar Pradesh, dikutip dari AFP.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami&#8230; fokus pada pemberian bantuan dan pertolongan medis bagi para korban,&#8221; tambahnya. Perwira polisi senior Shalabh Mathur mengatakan bahwa tampaknya &#8220;lebih banyak orang yang datang daripada izin yang diminta&#8221;. Beberapa jam setelah insiden, Chaitra mengatakan bahwa &#8220;jumlah korban tewas mencapai 116&#8221;, dengan sedikitnya 18 orang lainnya terluka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagian besar korban tewas adalah perempuan, menurut kepala medis negara bagian Umesh Kumar Tripathi. Deretan ambulans bergegas membawa korban luka ke rumah sakit.\u00a0 Para perempuan dan laki-laki yang menangis berkumpul di luar satu kamar mayat di kota Etah, tempat banyak korban tewas dibawa, mencari kabar tentang kerabat mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ketika khotbah selesai, semua orang mulai berlarian keluar,&#8221; kata Shakuntala, seorang perempuan yang hanya menyebutkan satu nama, kepada kantor berita Press Trust of India. Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan kompensasi sebesar US$2.400 kepada keluarga terdekat korban tewas dan US$600 kepada mereka yang terluka dalam &#8220;insiden tragis&#8221; tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya turut berduka cita kepada mereka yang telah kehilangan orang yang mereka cintai&#8230; Saya berharap semua korban luka segera pulih,&#8221; tulis Modi di akun media sosial X. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>INDIA &#8211; Sebanyak 116 orang tewas terinjak-injak dalam sebuah festival keagamaan Hindu di Provinisi Uttar Pradesh, wilayah utara India pada Selasa (02\/07\/2024). Kerumunan orang berkumpul untuk mendengarkan khotbah seorang pendeta populer, tetapi saat mereka pergi badai debu yang dahsyat memicu kepanikan. Banyak yang terinjak-injak, jatuh di atas satu sama lain. Beberapa orang juga masuk ke &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":60514,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2254],"tags":[1655,8316],"class_list":["post-60513","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-internasional","tag-india","tag-international"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60513","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60513"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60513\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":60515,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60513\/revisions\/60515"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/60514"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60513"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60513"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60513"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}