{"id":6079,"date":"2015-04-24T14:58:16","date_gmt":"2015-04-24T06:58:16","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=6079"},"modified":"2022-10-19T13:38:01","modified_gmt":"2022-10-19T05:38:01","slug":"sangatta-kebakaran-lagi-20-petak-usaha-ludes-dilahap-api","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sangatta-kebakaran-lagi-20-petak-usaha-ludes-dilahap-api\/","title":{"rendered":"Api Kembali Membara di Sangatta"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI TIMUR<\/strong> \u2013 Masyarakat tampaknya harus lebih waspada terhadap bahaya kebakaran. Pasalnya, hanya berselang satu hari terbakarnya Kantor Dinas Kehutanan Kutai Timur (Dishut Kutim) di kawasan perkantoran Bukit Pelangi kini giliran tempat usaha di Jalan Yos Sudarso III, Kelurahan Teluk Lingga, yang diamuk si jago merah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak tanggung-tanggung dalam musibah, Kamis (23\/4) dini hari tersebut, 20 petak usaha yang sekaligus dijadikan tempat tinggal ludes terbakar. Belum jelas penyebab musibah tersebut. Namun informasi yang dihimpun Radar Kutim (Kaltim Post Group), tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Sementara untuk kerugian materi ditaksir mencapai Rp 3 miliar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kadir (43), salah seorang saksi mata menuturkan, api pertama kali terlihat sekitar pukul 03.00 Wita di toko bahan makanan bagian tingkat dua yang berbelakangan dengan karaoke keluarga. Karena rapatnya bangunan, api dengan mudah menyebar ke bangunan lain<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau saya tahu dari loteng situ (toko sembako, Red). Tapi itu dugaan saja dan banyak juga yang bilang dari situ,\u201d kata Kadir bersama istrinya Mega (42).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara Hendra, saksi lainnya, yang juga pekerja di salah satu tempat usaha tersebut menuturkan, saat kejadian kondisi angkringan sudah kosong. Begitu juga dengan kafe dan toko-toko sudah ditutup semua. Namun, sebelum api terlihat membesar, dirinya sempat mendengar suara ledakan besar di bagian tengah bangunan. Setelah dicek, ternyata sudah terlihat kobaran api yang semakin membesar.\u201cAwalnya hanya suara ledakan saya dengar. Kejadiannya saat itu sekira pukul 03.10 Wita,\u201d jelasnya<br \/>\nSementara itu, pemilik bangunan, H Hamsah menuturkan, total ada 20 petak yang terbakar. Dari jumlah itu, 11 petak bagian depan menghadap Jalan Yos Sudarso merupakan toko elektronik, penjahit pakaian, toko pakaian, konter ponsel, toko bahan makanan, toko keramik, toko bunga, laundry, dan salon. Sedangkan 9 petak pintu untuk bagian belakang, terdapat warung makan, angkringan, kafe, dan tempat karaoke keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDari kabar yang saya tau bahwa ada lima tempat yang sebagian barangnya masih bisa diselamatkan. Sedangkan sisanya semua ludes terbakar. Salah satu penyebabnya tidak ada penghuni rumah dan ruko. Semuanya, dalam keadaan tergembok kuat sehingga susah untuk di bongkar paksa,\u201d kata Hamsah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Disinggung berapa kerugian, dirinya enggan menyebutkan secara pasti. Namun, jelas nilainya di atas Rp 1 miliar. \u201dJujur saja kalau mau bicara materi kira-kira tiga miliaran rupiah kerugiannya. Itu hanya untuk bangunan ruko saya dan belum isi penghuni kontrakan. Walaupun musibah silih berganti, saya masih bersyukur karena tidak ada korban jiwa. Kalau harta masih bisa kita cari,\u201d tuturnya. [] KP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI TIMUR \u2013 Masyarakat tampaknya harus lebih waspada terhadap bahaya kebakaran. Pasalnya, hanya berselang satu hari terbakarnya Kantor Dinas Kehutanan Kutai Timur (Dishut Kutim) di kawasan perkantoran Bukit Pelangi kini giliran tempat usaha di Jalan Yos Sudarso III, Kelurahan Teluk Lingga, yang diamuk si jago merah. Tak tanggung-tanggung dalam musibah, Kamis (23\/4) dini hari tersebut, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6080,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,480],"tags":[836,190],"class_list":["post-6079","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-timur","tag-kadir","tag-kebakaran"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6079","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6079"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6079\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25138,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6079\/revisions\/25138"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6079"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6079"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6079"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}