{"id":62538,"date":"2024-07-19T13:56:54","date_gmt":"2024-07-19T05:56:54","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=62538"},"modified":"2024-07-20T23:58:09","modified_gmt":"2024-07-20T15:58:09","slug":"jasno-aspal-terkelupas-harus-jadi-perhatian-pupr-samarinda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/jasno-aspal-terkelupas-harus-jadi-perhatian-pupr-samarinda\/","title":{"rendered":"Jasno: Aspal Terkelupas Harus Jadi Perhatian PUPR Samarinda"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PARLEMENTARIA SAMARINDA<\/strong> &#8211; ANGGOTA Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Jasno mengatakan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda harus tanggap banyaknya aspal yang terkelupas atau berlubang di beberapa jalan yang baru di aspal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIni harus menjadi perhatian instansi teknis dalam hal ini PUPR, untuk menjaga kualitas aspal sehingga tidak mudah terkelupas,\u201d ujar Jasno kepada awak media saat ditemui di Kantor DPRD Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, Jumat (19\/07\/2024).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jasno juga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dapat melakukan pengawasan terhadap kontraktor pelaksana pengaspalan jalan yang ada di Samarinda, baik sudah dicor atau dasaran telah beraspal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPemkot Samarinda sedang melakukan pemeliharaan semua akses jalan di kota ini. Ada yang dulunya sudah diaspal, ditingkatkan dan yang dulunya cor sekarang diaspal lagi dan pelaksananya pihak ketiga. Kami ingin kontraktornya dapat diawasi,\u201d kata politisi dari Partai Amanah Nasional (PAN) ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Jasno, aspal yang terkelupas atau berlubang di beberapa jalan yang baru diaspal untuk tidak langsung ditambal. Melainkan harus dikupas dahulu, baru dilakukan pengaspalan ulang. Hal itu agar jalan enak dipandang dan tidak terasa seperti ada gundukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami minta tidak ditambal lagi, tapi harus dikupas dulu. Karena menjadi jelek dan nanti kita akan sampaikan ke PUPR untuk dilaksanakan dengan baik,\u201d tutur wakil rakyat dari daerah pemilihan Kecamatan Palaran, Samarinda Seberang, dan Loa Janan Ilir ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dijelaskan Jasno, perbaikan jalan yang rusak atau terkelupas kendati baru diaspal belum sampai satu bulan masih menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana dan pengerjaan harus mengutamakan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) yang telah diajukan dan disetujui.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBiasanya masih tanggung jawab pelaksana, tetapi harus kita tekankan pada Pemkot Samarinda untuk kembali mengerjakan sesuai RAP sehingga kualitasnya bisa terjaga dengan baik, jadi tidak ada pemborosan anggaran,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kesempatan itu dia berharap, dengan selesanya seluruh pengaspalan jalan yang ada di Samarinda dapat di rasakan manfaatnya oleh masyarakat dan wajah Samarinda akan terlihat tambah cantik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami harapkan dengan pemeliharaan, jalan di Samarinda semakin mulus dan bagus serta masyarakat sebagai pengguna jalan dapat menikmati,\u201d tutup Jasno. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Agus P Sarjono<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PARLEMENTARIA SAMARINDA &#8211; ANGGOTA Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Jasno mengatakan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda harus tanggap banyaknya aspal yang terkelupas atau berlubang di beberapa jalan yang baru di aspal. \u201cIni harus menjadi perhatian instansi teknis dalam hal ini PUPR, untuk menjaga kualitas aspal sehingga tidak mudah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":62569,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[6585,26,37],"tags":[],"class_list":["post-62538","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-dprd-kota-samarinda","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62538","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62538"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62538\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":62570,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62538\/revisions\/62570"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62569"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62538"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62538"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62538"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}