{"id":62974,"date":"2024-07-23T10:43:06","date_gmt":"2024-07-23T02:43:06","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=62974"},"modified":"2024-07-25T07:45:17","modified_gmt":"2024-07-24T23:45:17","slug":"kajati-kaltim-selesaikan-254-perkara-di-bidang-tindak-pidana-umum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kajati-kaltim-selesaikan-254-perkara-di-bidang-tindak-pidana-umum\/","title":{"rendered":"Kajati Kaltim Selesaikan 254 Perkara di Bidang Tindak Pidana Umum"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA<\/strong> &#8211; DARI 264 perkara berdasarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil menyelesaikan 254 berkas perkara pada semestar 1 tahun 2024.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikian capaian kinerja di bidang Tindak Pidana Umum Kejati Kaltim yang disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kaltim Imam Wijaya saat memimpin apel Peringatan Hari Bhakti Adhiyaksa (HBA) ke-64 di halaman Kantor Kejati Kaltim, Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang, Senin (22\/7\/2024).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami telah menangani 264 perkara sesuai SPDP, dan menyelesaikan 254 berkas perkara diantaranya,&#8221; ungkap Imam Wijaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kajati juga menyoroti sejumlah tahapan penting, dalam penanganan perkara di bidang Tindak Pidana Umum. &#8220;Kami telah menerbitkan 199 berkas P.21 atau pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap, serta menyelesaikan Tahap II sebanyak 206 perkara,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terkait dengan <em>Restorative Justice<\/em> (RJ), Kajati Kaltim menegaskan bahwa Pendekatan RJ juga menjadi fokus dalam penanganan perkara. &#8220;Kami telah menghentikan penuntutan berdasarkan RJ sebanyak 54 perkara, dengan 49 perkara disetujui dan 5 tidak disetujui,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu dia menjelaskan, jumlah perkara yang disidangkan juga menunjukkan aktivitas yang tinggi di bidang Tindak Pidana Umum. &#8220;Jumlah perkara yang disidangkan mencapai 17.989 perkara, dengan jumlah jaksa yang terlibat dalam persidangan sebanyak 2.756 jaksa,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Imam Wijaya menegaskan pula bahwa capaian ini, merupakan hasil kerja keras seluruh jaksa di wilayah Kejati Kaltim. &#8220;Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja dalam penanganan tindak pidana umum demi terciptanya penegakan hukum yang adil dan transparan,&#8221; tutupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan capaian ini, Kejati Kaltim menunjukkan dedikasinya dalam menjalankan tugas penegakan hukum serta memastikan keadilan bagi seluruh masyarakat. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Andi Isnar | Penyunting: Agus P Sarjono<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA &#8211; DARI 264 perkara berdasarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil menyelesaikan 254 berkas perkara pada semestar 1 tahun 2024. Demikian capaian kinerja di bidang Tindak Pidana Umum Kejati Kaltim yang disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kaltim Imam Wijaya saat memimpin apel Peringatan Hari Bhakti Adhiyaksa (HBA) &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":63055,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[6,7,17,26,37,1],"tags":[],"class_list":["post-62974","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-lain","category-breaking-news","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","category-serba-serbi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62974","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62974"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62974\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63056,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62974\/revisions\/63056"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63055"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62974"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62974"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62974"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}