{"id":64170,"date":"2024-08-05T10:02:01","date_gmt":"2024-08-05T02:02:01","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=64170"},"modified":"2024-08-05T10:02:01","modified_gmt":"2024-08-05T02:02:01","slug":"gejolak-di-bangladesh-protes-mahasiswa-berakhir-ricuh-delapan-orang-tewas-dalam-bentrokan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gejolak-di-bangladesh-protes-mahasiswa-berakhir-ricuh-delapan-orang-tewas-dalam-bentrokan\/","title":{"rendered":"Gejolak di Bangladesh: Protes Mahasiswa Berakhir Ricuh, Delapan Orang Tewas dalam Bentrokan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANGLADESH &#8211;<\/strong> Ribuan demonstran termasuk mantan perwira militer turun ke jalan meminta Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mundur, Minggu (04\/08\/2024). Demonstrasi yang diinisiasi Student Against Discrimination terjadi di Lapangan Shabagh, Dhaka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejumlah mantan perwira militer turut bergabung dengan gerakan mahasiswa ini. Mantan kepala militer Jenderal Ikbal Karim Bhuiyan sampai-sampai mengubah foto profil di Facebook menjadi merah. Ini sebagai tanda dukungan dia ke para pedemo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala militer Bangladesh saat ini Waker Uz Zaman menyampaikan dukungan tentara terhadap rakyat di hadapan para perwira pada Sabtu malam. &#8220;Tentara Bangladesh adalah simbol kepercayaan rakyat,&#8221; kata Zaman, dikutip AFP.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia lalu berujar, &#8220;Tentara Bangladesh selalu mendukung rakyat dan akan melakukan demi rakyat dan negara.&#8221; Pernyataan tersebut tak memberi rincian lebih lanjut atau secara eksplisit apakah tentara mendukung protes hari ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gerakan protes ini melibatkan orang-orang dari semua kalangan di Bangladesh. Mereka di antaranya kelompok muda, bintang film, musisi, penyanyi, hingga rapper. Salah satu peserta aksi, Sakhawat, mengatakan demo ini bukan soal kuota pekerjaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami ingin generasi penerus penerus kami bisa hidup bebas di negara ini,&#8221; kata dia. Namun, demo di Bangladesh berujung ricuh. Ada kelompok pro-pemerintah yang turut turun ke jalan. Polisi mengatakan banyak peserta aksi yang membawa tongkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Terjadi bentrokan antara mahasiswa dan anggota partai yang berkuasa,&#8221; kata inspektur polisi di Dhaka, Al Helal, dikutip AFP. Al Helal juga mengatakan dua orang tewas di distrik Munshiganj, Dhaka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Salah satu korban tewas dibacok di kepala dan yang lainnya mengalami luka tembak,&#8221; ujar dia. Polisi lain mengatakan seluruh kota berubah menjadi medan pertempuran. Dia juga menyebut para demonstran membakar mobil dan sepeda motor di luar rumah sakit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polisi dan dokter melaporkan enam kematian lagi di distrik utara Pabna dan Rangpur, serta di Magura di barat. Dengan demikian total korban tewas dalam demo ini berjumlah delapan orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum demo ini pecah, Students Against Democracy menyatakan akan menggelar aksi secara damai. Namun, mereka juga memperingatkan untuk melakukan persiapan jika ada yang menyerang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu pemimpin protes Asif Mahmud juga meminta para pendukungnya untuk bersiap. &#8220;Siapkan tongkat bambu dan bebaskan Bangladesh,&#8221; tulis di Facebook. Bangladesh berada dalam gejolak sejak Juli lalu. Di demo besar-besaran sebelumnya, massa menuntut pemerintah membatalkan penetapan kuota 30 persen pegawai negeri sipil (PNS) untuk keluarga pejuang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejumlah pihak menilai langkah tersebut untuk melanggengkan kekuasaan Hasina. Keputusan kuota PNS lantas dibatalkan. Namun, demo kembali menggema untuk menuntut Hasina mundur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hasina memerintah Bangladesh sejak 2009 dan memenangkan pemilihan umum keempat berturut-turut di tahun ini. Kelompok pemantau hak asasi manusia menuding pemerintahan Hasina menyalahgunakan lembaga-lembaga negara untuk mempertahankan kekuasaan, membasmi perbedaan pendapat, termasuk melalui pembunuhan di luar hukum terhadap oposisi. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANGLADESH &#8211; Ribuan demonstran termasuk mantan perwira militer turun ke jalan meminta Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mundur, Minggu (04\/08\/2024). Demonstrasi yang diinisiasi Student Against Discrimination terjadi di Lapangan Shabagh, Dhaka. Sejumlah mantan perwira militer turut bergabung dengan gerakan mahasiswa ini. Mantan kepala militer Jenderal Ikbal Karim Bhuiyan sampai-sampai mengubah foto profil di Facebook menjadi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":64171,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2254],"tags":[],"class_list":["post-64170","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-internasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64170","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=64170"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64170\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64173,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64170\/revisions\/64173"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/64171"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=64170"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=64170"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=64170"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}