{"id":65468,"date":"2024-08-16T11:08:31","date_gmt":"2024-08-16T03:08:31","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=65468"},"modified":"2024-08-16T11:08:31","modified_gmt":"2024-08-16T03:08:31","slug":"driver-online-kalsel-tuntut-penegakan-sk-gubernur-tentang-tarif-angkutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/driver-online-kalsel-tuntut-penegakan-sk-gubernur-tentang-tarif-angkutan\/","title":{"rendered":"Driver Online Kalsel Tuntut Penegakan SK Gubernur tentang Tarif Angkutan"},"content":{"rendered":"<div class=\"heateor_sss_sharing_container heateor_sss_horizontal_sharing\" data-heateor-sss-href=\"https:\/\/www.kanalkalimantan.com\/puluhan-driver-online-kalsel-tuntut-penyesuaian-tarif-dan-pengawasan\/\">\n<div class=\"heateor_sss_sharing_ul\">\n<div class=\"heateorSssSharing heateorSssTCBackground\" title=\"Total Shares\">\n<div class=\"heateorSssTotalShareCount\" style=\"text-align: justify;\"><strong>BANJARBARU \u2013<\/strong>\u00a0Puluhan driver online dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan mengunjungi Rumah Banjar di Komplek Perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan, Kamis (15\/8\/2024) siang. Massa yang tergabung dalam Driver Online Kalsel Bersatu (DOKB) meminta kepastian mengenai penyesuaian tarif yang hingga kini belum ada keputusan mutlak sejak 2023.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mereka mendesak Gubernur untuk bertindak tegas terhadap aplikator yang dianggap tidak mematuhi Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalsel Nomor 100.3.3.1\/0953\/KUM\/2023 tentang Tarif Batas Atas dan Batas Bawah Angkutan Sewa Khusus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aplikator dinilai masih menerapkan tarif yang tidak sesuai dengan ketentuan, yaitu minimal Rp16 ribu untuk maksimal 3 kilometer dan tarif selanjutnya menyesuaikan batas bawah dan batas atas yang telah ditentukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cRekan-rekan driver online sepakat menuntut kenaikan tarif, namun hampir semua aplikator tidak mematuhi SK Gubernur, artinya SK itu tidak efektif,\u201d ujar Syarifin, salah seorang driver online, saat diwawancarai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUntuk tarif maksimum, aplikator masih menerapkan harga Rp12.500, sementara aplikator lain sekitar Rp16.000, tetapi belum permanen, jadi kami menuntut sesuai dengan SK,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agus Susanto, Sekretaris DOKB, menjelaskan bahwa ini adalah kali kedua driver mengadu ke Rumah Banjar dan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor. Aksi pertama dilakukan pada 3 Juni 2024 dengan desakan serupa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cWalaupun progresnya sudah ada, pelaksanaan di lapangan masih kurang. Kami menuntut tim pengawasan independen agar SK Gubernur dapat dilaksanakan dengan baik,\u201d ujar Agus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menanggapi aksi ini, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Husnul Khatimah, mengaku SK Gubernur sedang diproses untuk segera disahkan. Tim pengawas juga akan diberi tugas untuk menindaklanjuti tuntutan driver online.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPemanggilan dan teguran kepada aplikator sudah dilakukan, meskipun SK belum keluar. Berdasarkan tuntutan sebelumnya, pihak aplikator diminta menyesuaikan tarif dengan SK,\u201d jelas Husnul Khatimah. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJARBARU \u2013\u00a0Puluhan driver online dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan mengunjungi Rumah Banjar di Komplek Perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan, Kamis (15\/8\/2024) siang. Massa yang tergabung dalam Driver Online Kalsel Bersatu (DOKB) meminta kepastian mengenai penyesuaian tarif yang hingga kini belum ada keputusan mutlak sejak 2023. Mereka mendesak Gubernur untuk bertindak tegas terhadap aplikator yang dianggap &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":65469,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2279,2276],"tags":[],"class_list":["post-65468","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarbaru-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65468","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65468"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65468\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65470,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65468\/revisions\/65470"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/65469"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65468"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65468"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65468"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}