{"id":65949,"date":"2024-08-19T15:48:16","date_gmt":"2024-08-19T07:48:16","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=65949"},"modified":"2024-08-19T15:48:16","modified_gmt":"2024-08-19T07:48:16","slug":"said-abdullah-penggantian-menteri-hak-prerogatif-presiden-pdi-p-siap-mengawal-pemerintahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/said-abdullah-penggantian-menteri-hak-prerogatif-presiden-pdi-p-siap-mengawal-pemerintahan\/","title":{"rendered":"Said Abdullah: Penggantian Menteri Hak Prerogatif Presiden, PDI-P Siap Mengawal Pemerintahan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAKARTA &#8211;<\/strong> Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Said Abdullah menanggapi keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melakukan reshuffle kabinet.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk diketahui, Jokowi mengganti dua menteri yang diajukan PDI-P, yaitu Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif di Istana Negara, Senin (19\/08\/2024).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terkait hal itu, Said mengatakan, pertama, pihaknya menghormati presiden melakukan penggantian menteri karena Indonesia menganut sistem presidensial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cArtinya, presiden memiliki kewenangan mengangkat dan memberhentikan menteri atau pejabat setingkat menteri. Itu hak prerogatif yang diberikan konstitusi kepada presiden,\u201d katanya dalam siaran pers, Senin (19\/08\/2024).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedua, kata Said, semua kader PDI-P yang sekarang menjabat sebagai menteri diwakafkan untuk kebaikan dan optimalnya jalannya pemerintahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJadi, kalau Presiden Jokowi memandang perlu ada evaluasi atau kebutuhan lainnya sehingga sejumlah kader PDI-P diberhentikan, ya, kami hormati itu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Said menegaskan, PDI-P tidak mungkin kami meratapi penggantian menteri karena hal tersebut merupakan mekanisme tata negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cApalagi, kami akan mengawal pemerintahan ini sampai berakhir pada Oktober sesuai amanat kongres,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu mengatakan, pihaknya menjunjung tinggi keputusan kongres tersebut sebagai bagian dari ketaatan pada konstitusi PDI-P.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, per Oktober 2024, tampuk pemerintahan akan berganti ke presiden terpilih Prabowo Subianto.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketiga, kata Said, PDI-P Saat ini lebih berfokus tentang pemenangan pemilihan kepala daerah (pilkada).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSebab, pilkada serentak ini memiliki makna penting sebagai bentuk pengabdian kader-kader PDI-P untuk mendapatkan kepercayaan rakyat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Said menyebutkan, jalannya pemerintahan di daerah akan berdampak pada maju mundurnya daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cApalagi, pilkada digelar serentak, sehingga kami harus memikirkan strategi terbaik untuk menyukseskan calon-calon yang kami usung dan dukung,\u201d ungkapnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Said Abdullah menanggapi keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melakukan reshuffle kabinet. Untuk diketahui, Jokowi mengganti dua menteri yang diajukan PDI-P, yaitu Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif di Istana &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":65950,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[35],"tags":[],"class_list":["post-65949","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65949","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65949"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65949\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65952,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65949\/revisions\/65952"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/65950"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65949"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65949"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65949"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}