{"id":66314,"date":"2024-08-21T17:48:27","date_gmt":"2024-08-21T09:48:27","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=66314"},"modified":"2024-08-22T22:51:06","modified_gmt":"2024-08-22T14:51:06","slug":"kejati-kaltim-tahan-tersangka-kasus-korupsi-gratifikasi-rp7-miliar-di-uptd-kphp-berau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kejati-kaltim-tahan-tersangka-kasus-korupsi-gratifikasi-rp7-miliar-di-uptd-kphp-berau\/","title":{"rendered":"Kejati Kaltim Tahan Tersangka Kasus Korupsi Gratifikasi Rp7 Miliar di UPTD-KPHP Berau"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA<\/strong> \u2013 KEJAKSAAN Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur (Kaltim) telah menahan MRF, seorang pegawai negeri sipil (PNS) dari Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (UPTD-KPHP) Berau Pantai, terkait kasus dugaan korupsi gratifikasi. Penahanan ini dilakukan setelah pemeriksaan saksi pada Rabu, 21 Agustus 2024.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">MRF dikenai status tersangka melalui Surat Penetapan Tersangka Nomor TAP 09\/O.4\/Fd.1\/08\/2024. Ia diduga melanggar Pasal 11 atau Pasal 12B Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2001 serta Pasal 64 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui keterangan tertulis ke media ini, Plh. Kasi Penkum Kejati Kaltim Sodarto mengungkapkan, MRF diduga telah menerima total uang sebesar Rp7.259.000.000,- dari berbagai saksi dan perusahaan pemegang hak pemanfaatan kayu dalam rentang waktu 5 Januari 2018 hingga 8 Desember 2023.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Uang tersebut diterima melalui transfer bank dan digunakan untuk biaya pengurusan dokumen terkait kayu, seperti IPK, RKT, RKU, SIPUHH Online, SLVK, serta biaya ganis,&#8221; bebernya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sodarto menambahkan bahwa MRF saat ini telah ditahan di Rutan Kelas IIA Samarinda untuk jangka waktu 20 hari ke depan, terhitung mulai 21 Agustus hingga 9 September 2024.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Penahanan ini, dilakukan untuk mencegah kemungkinan pelarian, pengrusakan atau penghilangan barang bukti, serta potensi pengulangan tindak pidana,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kejati Kaltim berkomitmen untuk menegakkan hukum dan memastikan bahwa proses hukum berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku,&#8221; pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Andi Isnar | Penyunting: Agus P Sarjono<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 KEJAKSAAN Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur (Kaltim) telah menahan MRF, seorang pegawai negeri sipil (PNS) dari Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (UPTD-KPHP) Berau Pantai, terkait kasus dugaan korupsi gratifikasi. Penahanan ini dilakukan setelah pemeriksaan saksi pada Rabu, 21 Agustus 2024. MRF dikenai status tersangka melalui Surat Penetapan Tersangka Nomor TAP 09\/O.4\/Fd.1\/08\/2024. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":66589,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[6,17,26,481,37,1],"tags":[],"class_list":["post-66314","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-lain","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kasus","category-kota-samarinda","category-serba-serbi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66314","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66314"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66314\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":66590,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66314\/revisions\/66590"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66589"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66314"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66314"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66314"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}