{"id":66596,"date":"2024-08-22T15:24:36","date_gmt":"2024-08-22T07:24:36","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=66596"},"modified":"2024-08-24T20:26:27","modified_gmt":"2024-08-24T12:26:27","slug":"saling-sindir-di-wa-tim-elang-polsek-samarinda-kota-tangkap-pelaku-penganiayaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/saling-sindir-di-wa-tim-elang-polsek-samarinda-kota-tangkap-pelaku-penganiayaan\/","title":{"rendered":"Saling Sindir di WA, Tim Elang Polsek Samarinda Kota Tangkap Pelaku Penganiayaan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA<\/strong> \u2013 SALING sindir di dunia maya, bertikai di dunia nyata. Kisah ZS (33) dan R (38) tampaknya perlu menjadi pelajaran semua pihak agar berhati-hati memainkan jarinya di dunia media sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedua wanita tersebut terlibat saling sindir melalui aplikasi pesan WhatsApp (WA). Hingga kemudian ZS mendatangi R dan melakukan penganiayaan. Insiden itu terjadi pada Selasa, 20 Agustus 2024, pukul 14.45 Wita di Jalan Sultan Alimuddin, Kecamatan Samarinda Ilir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Samarinda Kota Kompol Tri Satria Firdaus membenarkan terjadinya kasus penganiayaan yang berakar dari konflik verbal melalui aplikasi WhatsApp.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPelaku melakukan penganiayaan karena marah setelah terjadi sindir-menyindir dengan korban melalui pesan WhatsApp,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka yang cukup serius. \u201cKorban dipukul dua kali di wajah, mengalami luka cakaran, dan rambutnya dijambak hingga menimbulkan bekas di leher dan tangan kanan,\u201d jelas Kapolsek.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah menerima laporan dari korban, Tim Elang Polsek Samarinda Kota bergerak cepat dan menangkap ZS di Jalan Sultan Alimuddin, Kelurahan Selili, Kecamatan Sambutan. &#8220;Dalam pemeriksaan awal, ZS mengakui tindakannya, yang didorong oleh kemarahan akibat sindir-sindiran di WhatsApp,\u201d kata Kompol Tri Satria Firdaus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">ZS kini berada di Polsek Samarinda Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. &#8220;Ini merupakan wujud komitmen kami, untuk menindak pelaku kejahatan dengan tegas,&#8221; pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Andi Isnar | Penyunting: Agus P Sarjono<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 SALING sindir di dunia maya, bertikai di dunia nyata. Kisah ZS (33) dan R (38) tampaknya perlu menjadi pelajaran semua pihak agar berhati-hati memainkan jarinya di dunia media sosial. Kedua wanita tersebut terlibat saling sindir melalui aplikasi pesan WhatsApp (WA). Hingga kemudian ZS mendatangi R dan melakukan penganiayaan. Insiden itu terjadi pada Selasa, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":66871,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,481,37,1],"tags":[],"class_list":["post-66596","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kasus","category-kota-samarinda","category-serba-serbi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66596","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66596"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66596\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":66872,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66596\/revisions\/66872"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66871"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66596"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66596"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66596"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}