{"id":67897,"date":"2024-08-31T11:18:11","date_gmt":"2024-08-31T03:18:11","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=67897"},"modified":"2024-08-31T11:18:11","modified_gmt":"2024-08-31T03:18:11","slug":"persaingan-ketat-di-pilgub-kalbar-2024-sutarmidji-muda-mahendrawan-dan-ria-norsan-berlaga-untuk-kursi-gubernur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/persaingan-ketat-di-pilgub-kalbar-2024-sutarmidji-muda-mahendrawan-dan-ria-norsan-berlaga-untuk-kursi-gubernur\/","title":{"rendered":"Persaingan Ketat di Pilgub Kalbar 2024: Sutarmidji, Muda Mahendrawan, dan Ria Norsan Berlaga untuk Kursi Gubernur"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PONTIANAK &#8211;<\/strong> Pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) diikuti tiga pasangan bakal calon yang telah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ketiganya adalah: Sutarmidji-Didi Haryono Muda Mahendrawan-Jakius Sinyor; dan Ria Norsan-Krisantus Kurniawan. Pasangan petahana Sutarmidji-Ria Norsan, Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar 2018-2023 akhirnya pecah kongsi, setelah sempat menggelar deklarasi pada Mei 2024 silam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pasangan pertama mendaftar adalah Sutarmidji-Didi Haryono, pada Rabu (28\/08\/24) dengan didukung 8 partai politik, yakni Nasdem, Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PKS, PSI, dan Perindo. Sutarmidji memastikan, di periode kedua kepemimpinannya, akan menyoroti sejumlah masalah utama yakni peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sektor pendidikan hingga kesehatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sutarmidji juga menyoroti potensi pendapatan asli daerah bisa lebih dari Rp 4 triliun. \u201cKarena kita penghasil CPO terbesar ke dua di Indonesia, tetapi yang tercatat di Kalbar hanya 800.000 sampai 1 juta ton, atau 25 persen saja tercatat sebagai ekspor dari Kalbar,\u201d kata Sutarmidji di depan pendukungnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pasangan kedua mendaftar KPU adalah Muda Mahendrawan-Jakius Sinyor, Kamis (29\/8\/2024) siang. Didukung PKB, Ummat, dan PBB. Muda mengatakan, berhasil mendaftar KPU berkat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah memangkas aturan dukungan partai. &#8220;Saya hadir kembali melalui partai politik dan menggunakan fasilitas putusan mahkamah konstitusi,&#8221; kata eks Bupati Kubu Raya dua periode ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, pasangan ketiga yang mendaftar KPU adalah Ria Norsan-Krisantus Kurniawan, Kamis (29\/8\/2024) sore. Pasangan ini didukung PDI Perjuangan, PPP, dan Hanura. Norsan bertekad membangun Kalbar menjadi lebih maju, sejahtera dan hidup harmonis, saling berdampingan. Pada kesempatan itu, dia juga janji akan benahi jalan pedalaman yang rusak. \u201cJalan yang rusak nanti bapak ibu buktikan, 3 tahun ke depan akan mulus syaratnya pilih dulu kami,\u201d katanya lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Norsan mengaku telah keliling Kalbar dan tahu daerah mana yang menjadi prioritas dalam pembangunan infrastruktur. Norsan janji perbaiki jalanan rusak di pedesaan agar untuk mendongkrak mobilitas masyarakat di daerah. Selain itu, Norsan memastikan telah memiliki rumus untuk menghidupkan UMKM dan lapangan perkerjaan untuk warga Kalbar. \u201cJangan sampai kita warga Kalbar jadi penonton,\u201d tutup Norsan. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PONTIANAK &#8211; Pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) diikuti tiga pasangan bakal calon yang telah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ketiganya adalah: Sutarmidji-Didi Haryono Muda Mahendrawan-Jakius Sinyor; dan Ria Norsan-Krisantus Kurniawan. Pasangan petahana Sutarmidji-Ria Norsan, Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar 2018-2023 akhirnya pecah kongsi, setelah sempat menggelar deklarasi pada Mei 2024 silam. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":67898,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,36],"tags":[],"class_list":["post-67897","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67897","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67897"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67897\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":67899,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67897\/revisions\/67899"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67898"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67897"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67897"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67897"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}