{"id":71157,"date":"2024-09-28T14:36:07","date_gmt":"2024-09-28T06:36:07","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=71157"},"modified":"2024-09-28T14:36:07","modified_gmt":"2024-09-28T06:36:07","slug":"kritikan-wahyudi-ke-gubernur-kaltara-dinilai-sebagai-serangan-pribadi-bukan-kritik-murni","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kritikan-wahyudi-ke-gubernur-kaltara-dinilai-sebagai-serangan-pribadi-bukan-kritik-murni\/","title":{"rendered":"Kritikan Wahyudi ke Gubernur Kaltara Dinilai Sebagai Serangan Pribadi, Bukan Kritik Murni"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>TARAKAN \u2013<\/strong> Juru bicara (Jubir) tim Zainal \u2013 Ingkong (Ziap) merespon kritikan dari salah satu warga Tarakan, atas nama Wahyudi yang dilontarkan melalui grup WhatsApp (WA) kepada keluarga Zainal Arifin Paliwang merupakan black campaign. Hal ini dikuatkan saat kasus tersebut mencuat sehari setelah pencabutan nomor urut Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jubir Tim Ziap, Sabirin Sanyong menuturkan black campaign yang dilakukan oleh Wahyudi tentu saja ada dalang atau Master Main-nya dan tidak serta-merta kasus ini muncul begitu saja. Ia berpendapat hati orangtua mana yang tidak merasa sakit ketika anak terlebih sudah almarhum dikait-kaitkan dengan politik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau publik mengaitkan, persoalan anaknya dikaitkan dengan politik kita membaca bahwa ada politisasi di situ ada pengiringan ada negatif campaign di situ itu yang kita lihat,\u201d ujarnya Jumat (27\/9\/2024).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski sempat disebut kritik terhadap Gubernur, namun hal itu menurutnya bukan suatu kritik melainkan menjatuhkan personal seorang gubernur dan mengaitkannya kepada momen politik. Terlebih lagi, warga bernama Wahyu telah mengetahui bahwa anak dari gubernur telah meninggal semasa Zainal A Paliwang tengah bertugas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n\u201cKalau dikatakan kritik, mengkritiknya keterlaluan. Sependek pengetahuan saya ada screenshot yang saya lihat beredar di sosmed bahwa Gubernur sempat mengatakan bahwa Wahyu jaga mulutmu akan saya kejar sampai lubang kubur. Itu yang kemudian menjadi framing. Harusnya juga melihat persoalan awal, ada Wahyu mengatakan bahwa kematian anak beliau yang dihubungkan dengan politik karena dosa dan ketidak pedulian Pak Zainal dengan masyarakat Kaltara dan lain sebagainya,\u201d paparnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menegaskan statement Zainal Arifin Paliwang tidak muncul begitu saja jika sebelumnya tidak ada sebabnya. Menurutnya, siapapun orang tua pasti akan melakukan hal yang sama jika urusan keluarga diserang dan dilibatkan dalam politik yang tidak ada sangkut pautnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cItu tidak serta-merta dimunculkan yang dilakukan oleh pasangan kita itu ada sebab \u2013 musababnya. Bagi saya siapapun dia kalau seorang bapak, seorang ibu persoalan kematian anak dikaitkan dengan politik bagi saya persoalan mendasar yang harus digubris oleh seorang bapak,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TARAKAN \u2013 Juru bicara (Jubir) tim Zainal \u2013 Ingkong (Ziap) merespon kritikan dari salah satu warga Tarakan, atas nama Wahyudi yang dilontarkan melalui grup WhatsApp (WA) kepada keluarga Zainal Arifin Paliwang merupakan black campaign. Hal ini dikuatkan saat kasus tersebut mencuat sehari setelah pencabutan nomor urut Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":71160,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2257],"tags":[],"class_list":["post-71157","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-tarakan-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=71157"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71157\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":71161,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71157\/revisions\/71161"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/71160"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=71157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=71157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=71157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}