{"id":71731,"date":"2024-10-05T23:54:32","date_gmt":"2024-10-05T15:54:32","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=71731"},"modified":"2024-10-10T17:00:48","modified_gmt":"2024-10-10T09:00:48","slug":"bermula-dari-harga-rp700-ribu-komisioner-kpu-kaltim-jadi-peracik-kopi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bermula-dari-harga-rp700-ribu-komisioner-kpu-kaltim-jadi-peracik-kopi\/","title":{"rendered":"Bermula dari Harga Rp700 Ribu Jadi Peracik Kopi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">BUKAN<\/span><\/span><\/strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> suatu hal baru jika kopi begitu disukai berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga orang dewasa, bahkan orang tua. Sama seperti Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Abdul Qayyim Rasyid.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Berawal dari harga kopi yang membuatnya kaget. Saat itu tahun 2014, Qayyim yang menjabat sebagai Ketua KPU Kabupaten Paser tengah berkunjung ke Kota Balikpapan. Dia menyempatkan diri mampir ke sebuah kafe untuk menikmati kopi bersama koleganya. Alangkah terkejut dia tatkala harus merogoh kocek hingga Rp700 ribu untuk empat gelas kopi yang dinikmatinya itu.<\/span><\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_71983\" aria-describedby=\"caption-attachment-71983\" style=\"width: 200px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-71983\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Komisioner-KPU-Kaltim-Abdul-Qayyim-Rasyid-13-150x150.jpg\" alt=\"Abdul Qayyim Rasyid\" width=\"200\" height=\"128\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Komisioner-KPU-Kaltim-Abdul-Qayyim-Rasyid-13-300x193.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Komisioner-KPU-Kaltim-Abdul-Qayyim-Rasyid-13.jpg 709w\" sizes=\"(max-width: 200px) 100vw, 200px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-71983\" class=\"wp-caption-text\">Abdul Qayyim Rasyid<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Harga kopi yang tak wajar pun menjadi titik mula dirinya yang penyuka kopi beralih menjadi peracik kopi. Qayyim tertarik untuk mengenal kopi lebih jauh dan mencari tahu mengapa harga segelas kopi bisa menjadi mahal. Setiap melakukan perjalanan dinas ke luar daerah, dia selalu menyempatkan diri menyeruput kopi racikan, baik di kedai atau <\/span><\/span><em><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">coffee shop<\/span><\/span><\/em><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> .<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cAwalnya saya sama teman-teman anggota KPU Paser dulu untuk pertama kali <\/span><\/span><em><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">ngopi<\/span><\/span><\/em><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> di Balikpapan, yang namanya kita dari kampung begitu bayar Rp700 ribu, tentu kaget. Minum kopi apaan? Dari itu saya tertarik sama apa yang membuat kopi itu menjadi mahal,\u201d tutur Qayyim, ditemui di ruang kerjanya di Kantor KPU Kaltim, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, Sabtu (05\/10\/2024).<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Menurut Qayyim, menikmati aroma dan rasa kopi yang begitu khas, membuatnya terasa lebih rileks. \u201cDijamin menghilangkan penat setelah terjebak rutinitas sehari-hari sebagai Komisioner KPU Kaltim,\u201d ujarnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Tak cukup hanya sekedar <\/span><\/span><em><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">ngopi<\/span><\/span><\/em><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> , dia juga selalu berusaha memperhatikan barista saat membuat kopi pesanan miliknya. Di tengah percakapan seru itu, Qayyim berdiri, izin membuat kopi. Di ruang kerjanya terdapat stok biji kopi, <\/span><\/span><em><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">grinder<\/span><\/span><\/em><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> dan mesin espresso. Selang 10 menit kemudian, kopi espresso buatannya sudah bisa dinikmati.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cSrruupp,\u201d seperti itu terdengar kala ia menyeruput kopi. \u201cSaya belajar otodidak, di Jakarta ada kedai kopi langsung saya tanya ke barista. Saya terbuka saja kayak teman-teman di Jogjakarta atau Bandung, baristanya pun senang kalau kita tanya-tanya,\u201d kata Qayyim.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Dalam percakapan itu, pria kelahiran 28 Oktober 1983 ini sempat menceritakan perjalanan hidupnya yang lahir di sebuah desa terpencil di Kaltim, tepatnya di Desa Petiku, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser. Ternyata saat kecil dia sempat tiga kali pindah Sekolah Dasar (SD), lalu melanjutkan ke Madrasah Tsanawiah (MTS).<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cSaya kelahiran Paser dan SD kelas tiga pindah ke Long Kali pada kelas 4 dan 5 di situ, kelas 6 saya pindah lagi di Balikpapan, kelas 1,2,3 SMP saya di MTS, lulus MTS ke Jawa. Di pondok pesantren setelah lulus, pulang untuk membantu orang tua menjadi petani tambak,\u201d kata ayah dengan dua anak ini.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Kemudian, setelah sempat selama satu tahun membantu orang tua, dia diberi izin melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Samarinda, bidang studi Bahasa Arab dan lulus tahun 2006. \u201cBaru saya kuliah pada tahun 2003 masuk STAIN Samarinda D3 dan sempat pindah ke Banjarmasin untuk kuliah S1, tidak lama setelah itu saya pindah lagi ke Samarinda karena S1 sudah buka di Samarinda serta menyelesaikan studi saya di sana,\u201d tutup Qayyim.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Setelah menyandang gelar sarjana, Qayyim pulang kampung, mengabdi menjadi &#8216;pahlawan tanpa tanda jasa&#8217; dengan status tenaga kehormatan di Madrasah Aliah Negeri (MAN) Penajam Paser Utara (PPU) hingga tahun 2013. Di tahun yang sama Qayyim melepaskan pelepasan lalu hijrah ke Tanah Grogot , Paser. Di sana ia juga jadi guru kehormatan di MAN Tanah Grogot. Tak cuma itu, Qayyim juga dipercaya menjadi pengelola Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ibnu Rusyd Tanah Grogot. \u201cBegitu lulus 2010 lalu, saya pulang kampung jadi honorer di MAN PPU sampai 2013, setelah itu menikah dan di undang ke MAN Tanah Grogot untuk jadi guru honorer dan menjadi pengelola kampus STIT Tanah Grogot di akhir tahun 2013,\u201d paparnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Kemudian, pada tahun yang sama mencoba meniti karier di dunia penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) sebagai Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di Kecamatan Long Kali. Motivasinya terjun ke dunia itu adalah wujud manifestasi niat berpartisipasi serta gemar berinteraksi serta bersosialisasi kepada orang lain. Setelah satu setengah tahun di Panwascam, tahun 2014 Qayyim ikut serta seleksi KPU dan sukses jadi komisioner KPU Paser periode 2014-2019. \u201cKemudian jadi Ketua KPU di tahun 2019 sampai 2024,\u201d kata Qayyim.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Meski sudah terjun di berbagai pekerjaan, dia tidak ada pekerjaan yang berat karena semuanya pasti ada tantangan dan dinamikanya. Pada prinsipnya, jika seseorang mengeluh dengan pekerjaannya artinya tidak mensyukuri apa yang dimiliki dan tidak <\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">menikmati<\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> dalam menjalaninya. \u201cKarena pekerjaan itu merupakan tuntutan dan tanggung jawab kita, maka kita bekerja saja dengan <\/span><\/span><em><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">enjoy<\/span><\/span><\/em><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> dan penuh rasa tanggung jawab. Kita jangan mengeluh, apa pun pekerjaan dan rintangan yang dialami jadikan sebagai tantangan yang harus dihadapi,\u201d urainya.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Meski disiplin ilmu yang berlatar belakang pengajar dalam dunia pendidikan, yang selalu berinteraksi dengan murid tentunya membuat dia tak sulit untuk menjalankan pekerjaan yang dikembannya saat ini, karena tak jauh berbeda dalam hal berinteraksi dengan orang lain. \u201cHobi saya itu membaca dan bertemu dengan banyak orang, kemudian <\/span><\/span><em><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">ngurus<\/span><\/span><\/em><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> sana <\/span><\/span><em><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">ngurus<\/span><\/span><\/em><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> sini, artinya walaupun latar belakang pendidikan saya, tapi tidak menjadikan penghalang dengan pekerjaan yang ada saat ini,\u201d jelasnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Suka duka sebagai Ketua KPU Paser tentunya pernah dialami, seperti bisa bertemu orang banyak, itulah bentuk suka yang dirasakan, namun sebaliknya juga ada duka yang pernah dialami, sebagai pelayan publik ketika ada kendala dalam proses ke-pemilu-an lembaga yang dipimpinnya menjadi sasaran . \u201cBegitulah suka dan dukanya, tidak semua orang bisa kita puaskan namun kita harus melayani dengan baik, Informasi yang kita sampaikan, terkadang kala tidak sampai ke masyarakat dalam hal ini tidak memahami apa yang disampaikan,\u201d ucapnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Sebagai penyelenggara Pemilu, sangat penting melakukan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga pada saat dibutuhkan berkenaan dengan ke-pemilu-an, maka masyarakat dapat menyadari dan memahami dalam aturan ke-pemilu-an. \u201cSejauh ini, kami sudah melakukan pemutakhiran data pemilih, baik di Pilkada maupun Pemilu dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama di kalangan pemilih pemula,\u201d ucap Qayyim. []<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Hadi Purnomo<\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BUKAN suatu hal baru jika kopi begitu disukai berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga orang dewasa, bahkan orang tua. Sama seperti Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Abdul Qayyim Rasyid. Berawal dari harga kopi yang membuatnya kaget. Saat itu tahun &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":71866,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[8263],"tags":[9085,7654],"class_list":["post-71731","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-feature","tag-barista","tag-kopi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71731","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=71731"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71731\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":72067,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71731\/revisions\/72067"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/71866"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=71731"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=71731"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=71731"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}