{"id":72239,"date":"2024-10-12T15:57:48","date_gmt":"2024-10-12T07:57:48","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=72239"},"modified":"2024-10-12T15:58:32","modified_gmt":"2024-10-12T07:58:32","slug":"festival-melayu-kalbar-xiii-ajang-pelestarian-seni-budaya-di-pontianak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/festival-melayu-kalbar-xiii-ajang-pelestarian-seni-budaya-di-pontianak\/","title":{"rendered":"Festival Melayu Kalbar XIII: Ajang Pelestarian Seni Budaya di Pontianak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">PONTIANAK<\/span><\/span><\/strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> &#8211; Kota Pontianak menjadi Tuan Rumah Festival Melayu Kalimantan Barat (Kalbar) XIII Tahun 2024. Kontingen Kota Pontianak diperkuat 34 peserta yang akan berlaga di 11 kategori lomba. Festival Melayu yang digelar Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar ini sebagai wujud pengembangan dan pelestarian seni budaya daerah, khususnya Melayu.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian berharap kontingen Kota Pontianak bisa mempersembahkan hasil terbaik pada Festival Melayu Kalbar tahun ini. Terlebih lagi Pontianak sebagai tuan rumah penyelenggaraan festival ini. \u201cSemoga kontingen Kota Pontianak bisa meraih juara umum pada Festival Melayu tahun ini,\u201d ujarnya saat melepas Kontingen Pontianak peserta Festival Melayu Kalbar XIII di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Sabtu (12\/10\/2024).<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Menurutnya, Festival Melayu Kalbar ini tidak hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi untuk menggali minat dan bakat di bidang seni dan budaya Melayu sehingga dapat menumbuhkan hasil yang positif bagi masyarakat. \u201cSehingga ajang ini dapat dimanfaatkan untuk pengenalan kesenian dan budaya serta menunjukkan prestasi yang dapat diakui daerah,\u201d ungkapnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Pj Wali Kota menambahkan, melalui festival ini selain dapat berfungsi sebagai pengembangan dan pelestarian seni budaya daerah, juga dapat memperkokoh nilai-nilai luhur kehidupan budaya daerah dalam rangka memperkaya kebudayan nasional. \u201cSebagai upaya mengaktualisasikan, melestarikan dan mengembangkan seni budaya yang ada,\u201d ujarnya .<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Ketua MABM Kota Pontianak Firdaus Zarin mengatakan, Festival Melayu XIII ini digelar mulai tanggal 18 hingga 24 Oktober 2024 di Rumah Adat Melayu. Ia berharap Pontianak mampu meraih juara umum pada festival tahun ini. \u201cSemoga dengan latihan-latihan yang rutin dilaksanakan, ditopang dengan anggaran yang cukup, saya yakin kita bisa meraih juara umum,\u201d tutupnya. []<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Redaksi09<\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PONTIANAK &#8211; Kota Pontianak menjadi Tuan Rumah Festival Melayu Kalimantan Barat (Kalbar) XIII Tahun 2024. Kontingen Kota Pontianak diperkuat 34 peserta yang akan berlaga di 11 kategori lomba. Festival Melayu yang digelar Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar ini sebagai wujud pengembangan dan pelestarian seni budaya daerah, khususnya Melayu. Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":72240,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,36],"tags":[],"class_list":["post-72239","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72239","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=72239"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72239\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":72242,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72239\/revisions\/72242"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/72240"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=72239"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=72239"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=72239"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}