{"id":7285,"date":"2015-05-06T20:06:13","date_gmt":"2015-05-06T12:06:13","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=7285"},"modified":"2022-11-02T03:23:46","modified_gmt":"2022-11-01T19:23:46","slug":"wow-sudah-diberi-rp-64-m-kpu-kukar-minta-tambahan-dana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wow-sudah-diberi-rp-64-m-kpu-kukar-minta-tambahan-dana\/","title":{"rendered":"Wow&#8230;Sudah Diberi Rp 64 M, KPU Kukar Minta Tambahan Dana"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI KARTANEGARA<\/strong>\u2013 Dana Pilkada Kukar senilai Rp 64 miliar yang digelontorkan untuk KPU Kukar dianggap belum cukup. Sebab, dalam peraturan baru, pengadaan alat peraga kampanye (algaka) ditanggung KPU.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua KPU Kukar Junaidi Syamsudin menuturkan, dana sudah dicairkan pada termin pertama senilai Rp 23 miliar. Dengan total dana Rp 64 miliar dinilai cukup untuk menggelar pilkada. Namun, karena algaka ditanggung KPU, dana jadi kurang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kalkulasi sederhana, setidaknya KPU butuh Rp 4,9 miliar lagi. \u201cKami bakal koordinasi ke Komisi I DPRD Kukar tentang berapa dana yang bisa dialokasikan untuk kebutuhan algaka nanti,\u201d ucap lelaki berkulit cerah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">KPU memegang peranan besar. Setiap pasangan calon tidak bisa lagi memasang algaka seenaknya. KPU yang menentukan. Tapi, tetap disepakati dengan pasangan calon. Peraturannya, baliho ditempatkan di kabupaten, umbul-umbul di kecamatan, dan spanduk di desa atau kelurahan. \u201cMaksimal lima buah setiap calon,\u201d tegas Junaidi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk pengadaan, KPU hanya menangani baliho, spanduk, umbul-umbul, dan brosur. Sementara itu, topi, kaus, dan cendera mata senilai Rp 50 ribu dibebaskan kepada pasangan calon. \u201cKPU yang membuat. Kami nanti mendapat desainnya dari pasangan calon kemudian dicetak,\u201d ulas dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kampanye di media massa pun diatur KPU. Nanti bakal disepakati bagaimana teknisnya dan media mana saja. \u201cNanti ada mekanisme penawaran, sistem lelang,\u201d ucap dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sistem kampanye tiap calon dibatasi. Tidak ada kampanye terbuka. Hanya boleh kampanye tertutup dan pertemuan terbatas. Jika pasangan calon merasa tidak puas dengan peraturan itu dan melanggar, kata Junaidi, Panwaslu yang bakal bertindak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peraturan baru tersebut belum disosialisasikan, sebab belum ada calon yang mendaftar di KPU. Batas akhir pendaftaran calon dari partai maupun independen adalah 26\u201328 Juli. Sementara itu, pada 11\u201315 Juni merupakan batas akhir penyerahan dukungan calon independen. [] KP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA\u2013 Dana Pilkada Kukar senilai Rp 64 miliar yang digelontorkan untuk KPU Kukar dianggap belum cukup. Sebab, dalam peraturan baru, pengadaan alat peraga kampanye (algaka) ditanggung KPU. Ketua KPU Kukar Junaidi Syamsudin menuturkan, dana sudah dicairkan pada termin pertama senilai Rp 23 miliar. Dengan total dana Rp 64 miliar dinilai cukup untuk menggelar pilkada. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7286,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,33],"tags":[127,226],"class_list":["post-7285","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-kartanegara","tag-dprd","tag-kpu"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7285","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7285"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7285\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26387,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7285\/revisions\/26387"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7285"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7285"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7285"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}