{"id":7380,"date":"2015-05-11T18:45:04","date_gmt":"2015-05-11T10:45:04","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=7380"},"modified":"2022-11-02T03:25:05","modified_gmt":"2022-11-01T19:25:05","slug":"tiga-tikaman-di-leher-pria-ini-masih-hidup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tiga-tikaman-di-leher-pria-ini-masih-hidup\/","title":{"rendered":"Tiga Tikaman di Leher, Pria Ini Masih Hidup"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA <\/strong>&#8211; Peristiwa berdarah kembali terjadi di Samarinda. Untungnya kali ini tidak sampai merenggut korban jiwa. David Lau (26) warga Jalan Sultan Sulaiman RT 11 Sambutan, ditikam lehernya oleh Maulana, seorang penjaga malam di Pasar Sungai Dama, Jalan Jelawat, Samarinda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya tegur dia, lalu saya dipukul dari belakang,\u201d kata David kepada Wartawan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kata David awanya dia tak sadar kalau ditikam, namun setela h melihat Maulana menggenggam badik dan badik itu berlumuran darah, ia baru sadar bahwa lehernya ditikam. Total ada 3 tikaman yang mendarat di leher David.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kaget, David lalu kabur ke dalam pasar. Apalagi seorang teman Maulana juga mengejar dia. Mungkin dengan maksud mengeroyok David.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya lari ke dalam pasar, ipar Maulana mengejar saja dengan balok. Saya lari ke Gang 12 (Jalan Otto Iskandardinata, Red) yang tembus lewat belakang pasar. Sudah di situ saya baru minta tolong warga,\u201d terang David.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia bersyukur nyawanya masih bisa diselamatkan warga yang langsung membawanya ke RS Islam. \u201cSetelah itu saya tidak sadar lagi. Makanya baru hari ini (9\/5) saya bikin laporan resminya,\u201d ujar David.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih jauh dikatakannya, selama ini dirinya dan Maulana tak pernah punya masalah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKecuali Jumat (1\/5) sebelum kejadian, dia datang dan memarkirkan motornya miring. Saya cuma tegur supaya posisinya diperbaiki, jadi tak menyulitkan motor lain parkir,\u201d ucap David yang baru 7 bulan menjadi tukang parkir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Suryono menuturkan, kasus penikaman itu sebelumnya sudah diketahui polisi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPelakunya (Maulana, Red) masih dalam pengejaran,\u201d kata Suryono. Mengenai pemicu penikaman, sementara Suryono masih menyimpulkan akibat salah paham. [] KP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA &#8211; Peristiwa berdarah kembali terjadi di Samarinda. Untungnya kali ini tidak sampai merenggut korban jiwa. David Lau (26) warga Jalan Sultan Sulaiman RT 11 Sambutan, ditikam lehernya oleh Maulana, seorang penjaga malam di Pasar Sungai Dama, Jalan Jelawat, Samarinda. \u201cSaya tegur dia, lalu saya dipukul dari belakang,\u201d kata David kepada Wartawan Kata David awanya &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7381,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[968,969],"class_list":["post-7380","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-david-lau","tag-maulana"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7380","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7380"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7380\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26441,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7380\/revisions\/26441"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7380"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7380"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7380"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}