{"id":7561,"date":"2015-05-13T17:51:47","date_gmt":"2015-05-13T09:51:47","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=7561"},"modified":"2022-11-02T04:02:16","modified_gmt":"2022-11-01T20:02:16","slug":"komandan-tentara-ini-tolak-gaji-rp-7-juta-dari-pengusaha-miras-ilegal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/komandan-tentara-ini-tolak-gaji-rp-7-juta-dari-pengusaha-miras-ilegal\/","title":{"rendered":"Komandan Tentara Ini Tolak Gaji Rp 7 Juta dari Pengusaha Miras Ilegal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>NUNUKAN<\/strong> &#8211; Pemberantasan minuman keras ilegal asal Malaysia yang gencar dilakukan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI Malaysia Yonif Linud 433\/Julu Siri Kostrad, tak membuat jera para pelaku penyelundupan di Nunukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mereka bahkan berupaya mendekati aparat, dengan mengiming-imingi sejumlah uang agar minuman keras ilegal dibiarkan masuk dan beredar di daerah ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8221;Ada pengusaha yang siap gaji kita perbulan Rp 7 juta. Ini satu bos miras. Bayangkan kalau saya mau, berapa bos miras yang ada di Nunukan? Tapi ini adalah harga diri bangsa, kami tetap komit (Komitmen),&#8221; kata Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Linud 433\/Julu Siri Kostrad, Letnan Kolonel (Inf) Agustatius Sitepu, Selasa (12\/5\/2015).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agustatius mengatakan, untuk memberantas minuman keras ilegal di Nunukan, pihaknya harus berhadapan dengan mafia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konsekuensinyapun tidak ringan. Selain mendapatkan ancaman, pihaknya juga dirayu dengan uang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8221;Komitmen yang kami lakukan tentu sangat beresiko terutama dengan mafia miras dan orang yang dirugikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tetapi kami menegaskan bahwa ini adalah salah satu upaya melindungi negara ini,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia mengatakan, tawaran uang hingga puluhan juta rupiah tentu sangat menggoda dan menggiurkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun karena hal ini merupakan tugas negara sebagai amanah yang diletakkan di pundak prajurit, diapun dengan tegas menolak tawaran dimaksud tanpa harus berpikir panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Direncanakan, pada Mei ini Yonif Linud 433\/Julu Siri Kostrad akan mengakhiri tugas pengamanan perbatasan di Kabupaten Nunukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun akan kembali ke Sulawesi Selatan, Agustatius yakin pasukan penggantinya akan terus melanjutkan upaya pemberantasan minuman keras ilegal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8221;Jangan salah, kita punya MoU antara panglima kami dengan Dirjen Bea Cukai. Jadi saya pastikan ini akan dilanjutkan Satgas berikutnya. Saya yakin mereka lebih baik,&#8221; katanya. [] TBK<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NUNUKAN &#8211; Pemberantasan minuman keras ilegal asal Malaysia yang gencar dilakukan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI Malaysia Yonif Linud 433\/Julu Siri Kostrad, tak membuat jera para pelaku penyelundupan di Nunukan. Mereka bahkan berupaya mendekati aparat, dengan mengiming-imingi sejumlah uang agar minuman keras ilegal dibiarkan masuk dan beredar di daerah ini. &#8221;Ada pengusaha yang siap gaji &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7562,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,2248],"tags":[3355,245,3356],"class_list":["post-7561","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara","tag-letnan-kolonel","tag-malaysia","tag-minuman-keras"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7561","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7561"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7561\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26559,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7561\/revisions\/26559"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7561"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7561"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7561"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}