{"id":77205,"date":"2024-12-04T16:14:23","date_gmt":"2024-12-04T08:14:23","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=77205"},"modified":"2024-12-04T16:14:23","modified_gmt":"2024-12-04T08:14:23","slug":"tentara-korsel-minta-maaf-kepada-warga-di-tengah-demo-tolak-darurat-militer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tentara-korsel-minta-maaf-kepada-warga-di-tengah-demo-tolak-darurat-militer\/","title":{"rendered":"Tentara Korsel Minta Maaf kepada Warga di Tengah Demo Tolak Darurat Militer"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAKARTA<\/strong> &#8211; Seorang tentara Korea Selatan yang mengamankan demo tolak status darurat militer di gedung Majelis Nasional pada Selasa (3\/12) malam meminta maaf kepada warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ribuan warga berunjuk rasa setelah Presiden Yoon Suk Yeol mengumumkan darurat militer Korsel.<br \/>\nDalam sebuah video yang diunggah seorang reporter investigasi media Korsel, Heo Jae-hyeon, terlihat kerumunan tentara Korsel yang baru meninggalkan gedung Majelis Nasional pada Rabu (4\/12) dini hari waktu setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam video tersebut, ada salah satu tentara yang tidak diketahui namanya berpapasan dengan Heo seraya menundukan kepalanya berulang kali dan berkata &#8220;maaf&#8221;, demikian dikutip The Korea Herald.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ketika saya mendengar Anda meminta maaf berulang kali, membungkuk sekali, dua kali, dan tiga kali sebagai permintaan maaf. Saya merasakan ketulusan Anda. Seolah berkata, &#8216;kami berada di pihak demokrasi&#8217;,&#8221; kata Heo menanggapi videonya sendiri.<br \/>\nSebelumnya, Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, mengumumkan darurat militer pada Selasa (3\/12) malam waktu setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Yoon mengatakan tindakan ini diperlukan untuk melindungi Korsel dari &#8220;kekuatan komunis&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Untuk melindungi Korea Selatan yang liberal dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan komunis Korea Utara dan untuk melenyapkan elemen-elemen antinegara, saya dengan ini menyatakan darurat militer,&#8221; ujar Yoon dikutip AFP.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Darurat militer Korsel ini dilakukan untuk pertama kalinya sejak 1987 di tengah meningkatnya ketegangan politik dengan Korea Utara selama beberapa waktu terakhir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Usai Presiden Yoon menetapkan status ini, pasukan militer Korsel pun langsung terjun mengepung gedung Majelis Nasional negara tersebut. Mereka datang guna memprotes Yoon karena telah menetapkan status darurat militer.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak lama setelah itu, Yoon dilaporkan resmi mencabut status darurat militer di Korsel. Ia resmi mencabut status darurat militer Korsel pada hari ini, Rabu (4\/12) usai diberlakukan selama kurang dari 12 jam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pencabutan status darurat militer itu dilakukan setelah Yoon mengumpulkan anggota kabinetnya dan menyetujui desakan Majelis Nasional melalui voting untuk membatalkan darurat militer.[]\n<p>Redaksi10<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Seorang tentara Korea Selatan yang mengamankan demo tolak status darurat militer di gedung Majelis Nasional pada Selasa (3\/12) malam meminta maaf kepada warga. Ribuan warga berunjuk rasa setelah Presiden Yoon Suk Yeol mengumumkan darurat militer Korsel. Dalam sebuah video yang diunggah seorang reporter investigasi media Korsel, Heo Jae-hyeon, terlihat kerumunan tentara Korsel yang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":77211,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2254],"tags":[],"class_list":["post-77205","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-internasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77205","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=77205"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77205\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":77213,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77205\/revisions\/77213"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/77211"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=77205"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=77205"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=77205"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}