{"id":78989,"date":"2024-12-17T16:29:05","date_gmt":"2024-12-17T08:29:05","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=78989"},"modified":"2024-12-17T16:29:05","modified_gmt":"2024-12-17T08:29:05","slug":"kasus-penganiayaan-di-cakung-korban-ungkap-sulitnya-proses-laporan-ke-polisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kasus-penganiayaan-di-cakung-korban-ungkap-sulitnya-proses-laporan-ke-polisi\/","title":{"rendered":"Kasus Penganiayaan di Cakung: Korban Ungkap Sulitnya Proses Laporan ke Polisi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAKARTA<\/strong> &#8211; Perempuan berinisial D, pegawai toko roti di Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur membeberkan sejumlah kesaksian usai dianiaya oleh George Sugama Halim (GSH) yang merupakan anak dari bosnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">D mengatakan setelah mengalami penganiayaan pada Kamis (17\/10), D langsung ke Polsek di Rawamangun untuk melapor. Namun saat itu, menurut dia, Polsek tidak bisa menangani laporannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Akhirnya dirujuk ke Cakung dan di Cakung juga enggak bisa nanganin juga,&#8221; kata D saat rapat di Komisi III DPR RI, Selasa (17\/12).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Komisi III Habiburrokhman bertanya kenapa Polsek tidak bisa menangani laporanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kenapa Rawamangun menolak? Apa alasannya? TKP?&#8221; tanya Habiburrokhman.<br \/>\nSetelah tak bisa di dua Polsek, D diminta untuk melapor ke Polres Jakarta Timur. Ia pun mendatangi Polres dan melapor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jadi hari itu mbak bolak-balik 3 kantor polisi?&#8221; tanya Habiburrokhman lagi. D membenarkan pertanyaan Habiburrokhman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah berhasil melapor di Polres Jaktim, D mengaku dikirimkan pengacara dari keluarga pelaku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">D awalnya belum tahu bahwa pengacaranya dikirim dari keluarga pelaku. Pengacara itu, kata D, mengaku berasal dari LBH. Namun D tidak tahu LBH yang dimaksud.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya sempat dikirimkan pengacara dari pihak pelaku, tapi awalnya saya enggak tahu kalau itu dari pihak pelaku, dia ngakunya dari LBH utusan dari Polda, dia ngakunya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Awalnya enggak tahu, terus pertemuan di Polres ngasih BAP terus di situ dia ngasih tahu kalau dia disuruh sama bos saya,&#8221; imbuh dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah tahu, D mengganti pengacaranya. Namun dari pengacara baru, D juga tidak mendapatkan kejelasan soal laporannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Akhirnya mama saya ganti pengacara di situ pengacara yang keduanya. Kalau saya tanya gimana kelanjutannya dia selalu jawab sedang diproses, sedang diproses,jawabnya.[]\n<p>Redaksi10<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Perempuan berinisial D, pegawai toko roti di Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur membeberkan sejumlah kesaksian usai dianiaya oleh George Sugama Halim (GSH) yang merupakan anak dari bosnya. D mengatakan setelah mengalami penganiayaan pada Kamis (17\/10), D langsung ke Polsek di Rawamangun untuk melapor. Namun saat itu, menurut dia, Polsek tidak bisa menangani laporannya. &#8220;Akhirnya &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":78990,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[35],"tags":[],"class_list":["post-78989","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78989","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78989"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78989\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":78991,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78989\/revisions\/78991"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78990"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78989"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78989"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78989"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}