{"id":79962,"date":"2024-12-26T10:16:21","date_gmt":"2024-12-26T02:16:21","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=79962"},"modified":"2024-12-26T10:16:21","modified_gmt":"2024-12-26T02:16:21","slug":"warga-antang-rayakan-natal-dengan-kesederhanaan-di-tengah-kepungan-banjir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/warga-antang-rayakan-natal-dengan-kesederhanaan-di-tengah-kepungan-banjir\/","title":{"rendered":"Warga Antang Rayakan Natal dengan Kesederhanaan di Tengah Kepungan Banjir"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>MAKASSAR<\/strong> &#8211; Sejumlah warga di Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan tetap merayakan Natal di tengah kepungan banjir yang merendam rumah warga sejak Sabtu (19\/12).<br \/>\nSalah satu warga, Dorkas (49) mengaku dirinya bersama keluarganya tidak banyak persiapan untuk menyambut Natal, akibat harus mengungsi setelah rumahnya terendam air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sedih rasanya merayakan Natal dengan kondisi begini,&#8221; kata Dorkas di lokasi pengungsian, Rabu (25\/12).<br \/>\nDorkas menuturkan ia bahkan tidak lagi sempat pergi ke gereja untuk melakukan ibadah Natal, sehingga hanya suami dan anaknya yang pergi ibadah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya tidak sempat ke gereja, cuma bapak sama anak, dua yang pergi. Jadi, ini rencana gantian sama bapaknya anak-anak, sebentar kalau bapaknya sudah pulang, lihat situasi air dulu,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut ibu empat orang anak ini, air yang merendam rumahnya sudah mulai surut, namun masih harus bersih-bersih dulu dan menunggu air betul-betul tidak naik lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Di dalam rumah air sudah kering, cuman di dekat sumur masih terendam, masih ada airnya sedikit,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah hampir sepekan banjir merendam rumah warga, kata Dorkas, ia tidak tidak sempat mempersiapkan kebutuhan Natal lainnya. Lantaran harus mengungsi akibat banjir. Sehingga merayakan Natal tahun ini dilakukan secara sederhana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Yah, semua ini kita ambil hikmahnya, biar bagaimana, tetap kami rayakan natal, walaupun dalam keadaan begini, dibalik semua ini ada hikmahnya bagi kami,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara salah satu penanggung jawab posko pengungsi, Muhammad Sardi mengatakan bahwa di posko pengungsi Masjid Jabal Nur menampung pengungsi yang non-muslim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jadi betul, ada di pengungsian kami ini, utamanya di Masjid Jabal Nur ini, ada juga pengungsi non-muslim sementara merayakan Natal,&#8221; kata Sardi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, kata Sardi warga yang merayakan Natal tidak dapat dilakukan di rumahnya, karena masih terendam banjir sehingga untuk sementara ini harus mengungsi.[]\n<p>Redaksi10<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAKASSAR &#8211; Sejumlah warga di Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan tetap merayakan Natal di tengah kepungan banjir yang merendam rumah warga sejak Sabtu (19\/12). Salah satu warga, Dorkas (49) mengaku dirinya bersama keluarganya tidak banyak persiapan untuk menyambut Natal, akibat harus mengungsi setelah rumahnya terendam air. &#8220;Sedih rasanya merayakan Natal dengan kondisi begini,&#8221; &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":79963,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[35],"tags":[],"class_list":["post-79962","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79962","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=79962"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79962\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":79964,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79962\/revisions\/79964"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/79963"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=79962"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=79962"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=79962"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}