{"id":8005,"date":"2015-05-22T14:29:38","date_gmt":"2015-05-22T06:29:38","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=8005"},"modified":"2015-05-22T14:29:38","modified_gmt":"2015-05-22T06:29:38","slug":"ya-ampun-800-alat-pemicu-bom-perusahaan-batu-bara-di-ppu-hilang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ya-ampun-800-alat-pemicu-bom-perusahaan-batu-bara-di-ppu-hilang\/","title":{"rendered":"Ya Ampun! 800 Alat Pemicu Bom Perusahaan Batu Bara di PPU Hilang!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Ya-Ampun-800-Alat-Pemicu-Bom-Perusahaan-Batu-Bara-di-PPU-Hilang.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" size-medium wp-image-8006 aligncenter\" src=\"http:\/\/beritaborneo.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Ya-Ampun-800-Alat-Pemicu-Bom-Perusahaan-Batu-Bara-di-PPU-Hilang-210x300.jpg\" alt=\"Ya Ampun! 800 Alat Pemicu Bom Perusahaan Batu Bara di PPU Hilang!\" width=\"210\" height=\"300\" \/><\/a><strong>PENAJAM PASER UTARA<\/strong> \u2013 Sebanyak 800 detonator atau alat pemicu bom milik sebuah perusahaan batu bara di Penajam Paser Utara (PPU) diduga hilang. Belakangan diketahui, perusahaan itu disebut sudah lima tahun tidak beroperasi. Polres PPU pun bergerak cepat menyelidiki kasus tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolres PPU AKBP Joudy Mailoor mengaku belum memastikan apakah detonator itu benar-benar hilang. Jajarannya masih melakukan penyelidikan di perusahaan yang berada di kawasan Sotek itu. \u201cBelum bisa disebut hilang, karena kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolres menyebut sedang melakukan audit di pabrik perusahaan. \u201cTim sudah diturunkan untuk melakukan pemeriksaan,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia berharap kasus ini tidak membuat resah masyarakat. Terlebih belum ada bukti kuat yang jadi pegangan aparat. Selain itu, polisi tidak melihat ke arah kriminal ataupun terorisme. \u201cJadi masyarakat tetap tenang,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSemoga ada kejelasan tentang keberadaan detonator itu. Silakan masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa dan mari jaga suasana tetap kondusif,\u201d kata Kapolres. [] KP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENAJAM PASER UTARA \u2013 Sebanyak 800 detonator atau alat pemicu bom milik sebuah perusahaan batu bara di Penajam Paser Utara (PPU) diduga hilang. Belakangan diketahui, perusahaan itu disebut sudah lima tahun tidak beroperasi. Polres PPU pun bergerak cepat menyelidiki kasus tersebut. Kapolres PPU AKBP Joudy Mailoor mengaku belum memastikan apakah detonator itu benar-benar hilang. Jajarannya &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8006,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,482],"tags":[1058,1059],"class_list":["post-8005","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-penajam-paser-utara-ppu","tag-bom","tag-ppu-akbp-joudy-mailoor"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8005","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8005"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8005\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8005"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8005"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8005"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}