{"id":8022,"date":"2015-05-22T16:16:12","date_gmt":"2015-05-22T08:16:12","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=8022"},"modified":"2015-05-22T16:16:12","modified_gmt":"2015-05-22T08:16:12","slug":"singgung-pemerintah-kades-ini-bilang-air-sungai-kayan-seperti-milo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/singgung-pemerintah-kades-ini-bilang-air-sungai-kayan-seperti-milo\/","title":{"rendered":"Singgung Pemerintah, Kades Ini Bilang Air Sungai Kayan Seperti Milo"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Singgung-Pemerintah-Kades-Ini-Bilang-Air-Sungai-Kayan-Seperti-Milo.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" size-medium wp-image-8023 aligncenter\" src=\"http:\/\/beritaborneo.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Singgung-Pemerintah-Kades-Ini-Bilang-Air-Sungai-Kayan-Seperti-Milo-300x168.jpg\" alt=\"Singgung Pemerintah, Kades Ini Bilang Air Sungai Kayan Seperti Milo\" width=\"300\" height=\"168\" \/><\/a><strong>BULUNGAN<\/strong> \u2013 Tak bisa dipungkiri, pembangunan kawasan pedesaan dewasa ini selalu saja tertinggal, terkhusus hal infrastruktur. Di Desa Teras Nawang Kecamatan Tanjung Palas pun demikian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagaimana dikemukakan Kepala Desa Teras Nawang Daud Ajang dalam syukuran Pemung Bangen Lepa Ajau yang dilaksanakan di Teras Nawang, Kamis (21\/5\/1015), persoalan infrastruktur masih menjadi persoalan serius yang dihadapi saat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa persoalan yang dimaksud seperti belum adanya instalasi pengolahan air untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga desa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Padahal sumber daya air di desa ini cukup melimpah dengan adanya Sungai Kayan yang tak pernah kering.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJujur, kami di sini sangat sulit air bersih. Air Sungai Kayan-lah yang kami anggap paling bersih. Meski kuning seperti &#8216;Milo&#8217; (merk susu cokelat yang banyak didapat warga perbatasan dari Malaysia-red),\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh karenanya, besar harapan masyarakat Teras Nawang diperhatikan pemerintah soal pemenuhan air bersih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Persoalan lain adalah infrastruktur jalan desa yang masih minim. Menurut Daud, jalan desa yang terbesar di desa ini sudah mengalami perubahan mutu alias kondisinya sudah rusak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJadi kami harap Dinas Pekerjaan Umum bisa mengalokasikan anggaran untuk pembangunan di desa kami.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebetulnya ADD (alokasi dana desa) ada, tetapi itupun sangat kecil,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Merespon hal tersebut, Penjabat Gubernur Triyono dalam sambutannya menyatakan, persoalan yang ada tentu menjadi masukan bagi pemerintah untuk memperhatikan lebih jauh kebutuhan masyarakat desa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTentu hal ini harus ditindaklanjuti penuh. Tidak saja oleh Pemprov tetapi juga Pemkab Bulungan,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk Pemprov sendiri, Triyono menyatakan akan segera mengkoordinasikan hal kebutuhan masyarakat tersebut dengan SKPD tekhis terkait.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMudah-mudahan secepatnya kami bisa memberi solusi bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cRakyat harus disemangati. Harus ada yang dikeluarkan. Tidak hanya omongan semata,\u201d sambungnya. [] TBK<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BULUNGAN \u2013 Tak bisa dipungkiri, pembangunan kawasan pedesaan dewasa ini selalu saja tertinggal, terkhusus hal infrastruktur. Di Desa Teras Nawang Kecamatan Tanjung Palas pun demikian. Sebagaimana dikemukakan Kepala Desa Teras Nawang Daud Ajang dalam syukuran Pemung Bangen Lepa Ajau yang dilaksanakan di Teras Nawang, Kamis (21\/5\/1015), persoalan infrastruktur masih menjadi persoalan serius yang dihadapi saat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8023,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2256,27],"tags":[3475,3476],"class_list":["post-8022","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-bulungan","category-kalimantan-utara-kaltara","tag-gubernur-triyono","tag-kades-singgung-pemerintah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8022","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8022"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8022\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8022"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8022"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8022"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}