{"id":8149,"date":"2015-05-24T23:59:08","date_gmt":"2015-05-24T15:59:08","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=8149"},"modified":"2015-05-24T23:59:08","modified_gmt":"2015-05-24T15:59:08","slug":"beras-sintetis-jangan-resahkan-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/beras-sintetis-jangan-resahkan-masyarakat\/","title":{"rendered":"Beras Sintetis Jangan Resahkan Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Beras-Sintetis-Jangan-Resahkan-Masyarakat.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" size-medium wp-image-8150 aligncenter\" src=\"http:\/\/beritaborneo.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Beras-Sintetis-Jangan-Resahkan-Masyarakat-300x143.jpg\" alt=\"Beras Sintetis Jangan Resahkan Masyarakat\" width=\"300\" height=\"143\" \/><\/a><strong>BANJARMASIN<\/strong> &#8211; Ketua DPRD Kalimantan Selatan Hj Noormiliyani Abrani Sulaiman meminta, persoalan beras sintetis atau palsu yang belakangan terkuak, jangan sampai meresahkan masyarakat atau konsumen di provinisnya itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh sebab itu, pihak-pihak berwenang\/terkiat persoalan beras tersebut agar sesegera mungkin turun tangan guna mengantisipasi supaya jangan menimbulkan korban, ujarnya di Banjarmasin, Jumat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun &#8220;Srikandi&#8221; Partai Golkar itu berkeyakinan persoalan beras sintetis sebagaimana pada beberapa daerah lain tidak akan terjadi di Kalsel yang juga sebagai penyangga ketahanan pangan nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Walau terjadi juga, relatif kecil. Tapi saya berharap tak akan terjadi,&#8221; ujar istri H Hasanuddin Murad (Bupati Barito Kuala\/Batola,Kalsel) seraya mengimbau semua lapisan masyrakat di provinsi yang terdiri 13 kabupaten\/kota tersebut agar selalu mewaspadai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pasalnya, menurut dia, Kalsel dengan penduduknya kini mencapai empat juta jiwa, merupakan daerah surplus beras, sehingga untuk mendatangkan komoditi tersebut juga relatif kecil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalaupun mendatang beras dari luar Kalsel, selain melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) yang pasti terjamin keasliannya, juga pedagang yang tentunya cukup selektif guna menjaga citra mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Begitu pula beras yang pedagang datangkan ke Kalsel dalam bentuk kemasan dan sudah ternama, seperti Rojolili, Pandan Wangi, sehingga tidak diragukan lagi keasliannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Alhamdulillah sampai ini tak ada temuan beras sitetis tersebut di daerah kita. Kita berharap tak akan,,&#8221; tutur putri almarhum Kolonel Infantri H Abrani Sulaiman (Gubernur Kalsel tahun 1960-an) itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin sudah memerintahkan kepada dinas\/instansi terkait tingkat provinsi dan kabupaten\/kota supaya segera memantau dan menindaklanjuti terhadap persoalan beras sintetis tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, meminta dinas\/instansi terkait, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Bulog agar segera mengambil langkah-langkah antisipasi atas kemungkinan munculnya persoalan beras palsu tersebut. [] ANT<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJARMASIN &#8211; Ketua DPRD Kalimantan Selatan Hj Noormiliyani Abrani Sulaiman meminta, persoalan beras sintetis atau palsu yang belakangan terkuak, jangan sampai meresahkan masyarakat atau konsumen di provinisnya itu. Oleh sebab itu, pihak-pihak berwenang\/terkiat persoalan beras tersebut agar sesegera mungkin turun tangan guna mengantisipasi supaya jangan menimbulkan korban, ujarnya di Banjarmasin, Jumat. Namun &#8220;Srikandi&#8221; Partai Golkar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8150,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2275,2276],"tags":[3516,3517],"class_list":["post-8149","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-beras-sintetis","tag-ketua-dprd-kalimantan-selatan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8149","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8149"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8149\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8149"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8149"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8149"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}