{"id":82162,"date":"2025-01-15T10:55:55","date_gmt":"2025-01-15T02:55:55","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=82162"},"modified":"2025-01-15T10:55:55","modified_gmt":"2025-01-15T02:55:55","slug":"banjir-di-malinau-surut-pagi-ini-banyak-jalan-tertimbun-lumpur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/banjir-di-malinau-surut-pagi-ini-banyak-jalan-tertimbun-lumpur\/","title":{"rendered":"Banjir di Malinau Surut Pagi Ini, Banyak Jalan Tertimbun Lumpur"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>MALINAU<\/strong> &#8211; Genangan banjir yang sempat merendam empat kecamatan di Malinau, Kalimantan Utara, mulai surut pada Rabu pagi (15\/01\/2025). Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Mentarang, Malinau Barat, Malinau Utara, dan Malinau Kota merupakan gelombang kedua pasca banjir pada Minggu (12\/01\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya, pada malam hari, genangan air kembali menggenangi sejumlah permukiman di Malinau Kota, namun air mulai berangsur surut pada pagi hari ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun banjir sudah mereda, banyak jalan utama yang masih dipenuhi lumpur tebal sebagai sisa dampak dari banjir tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas di jalan utama Malinau telah kembali normal. Namun, meski genangan air surut, kondisi jalan di beberapa lokasi masih dipenuhi lumpur, menyulitkan perjalanan warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Camat Malinau Kota, Muhammad Yusuf, mengatakan bahwa banjir sempat merendam beberapa titik di tiga desa, yakni Malinau Kota, Pelita Kanaan, dan Malinau Hulu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Banjir sudah surut, namun semalam kami sempat mengantisipasi karena bertepatan dengan air pasang. Ada beberapa titik di tiga desa yang sempat terendam, terutama di Malinau Kota dan Pelita Kanaan,&#8221; ungkap Muhammad Yusuf saat diwawancarai pada Rabu pagi (15\/01\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain di Malinau Kota, banjir juga sempat merendam desa-desa di Kecamatan Malinau Barat, termasuk Desa Taras, Tanjung Lapang, dan Kuala Lapang. Meskipun air telah surut, seperti halnya di kota, genangan air menyisakan lumpur tebal di jalan-jalan yang sempat tergenang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malinau melaporkan bahwa banjir yang sempat menenggelamkan rumah warga juga sudah surut sejak kemarin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan laporan Ketua Forum Komunikasi Tagana (FK Tagana) Malinau, Ferdian, wilayah Mentarang, Paking, dan Harapan Maju juga sudah bebas dari genangan air sejak sore hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Walaupun banjir telah surut, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Pasalnya, curah hujan yang tinggi pada awal tahun 2025 dapat berpotensi menyebabkan banjir susulan di wilayah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat diminta untuk tetap menjaga kesiapsiagaan dan mengikuti informasi terbaru terkait kondisi cuaca di wilayah mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembersihan lumpur di jalan-jalan utama akan terus dilakukan agar mobilitas warga kembali lancar dan kondisi lingkungan dapat segera pulih. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MALINAU &#8211; Genangan banjir yang sempat merendam empat kecamatan di Malinau, Kalimantan Utara, mulai surut pada Rabu pagi (15\/01\/2025). Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Mentarang, Malinau Barat, Malinau Utara, dan Malinau Kota merupakan gelombang kedua pasca banjir pada Minggu (12\/01\/2025). Sebelumnya, pada malam hari, genangan air kembali menggenangi sejumlah permukiman di Malinau Kota, namun air &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":82163,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,2291],"tags":[],"class_list":["post-82162","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-malinau-provinsi-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82162","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=82162"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82162\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":82164,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82162\/revisions\/82164"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/82163"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=82162"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=82162"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=82162"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}