{"id":83376,"date":"2025-01-23T17:19:13","date_gmt":"2025-01-23T09:19:13","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=83376"},"modified":"2025-01-24T09:27:37","modified_gmt":"2025-01-24T01:27:37","slug":"legislator-samarinda-bahas-solusi-penanganan-sampah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/legislator-samarinda-bahas-solusi-penanganan-sampah\/","title":{"rendered":"Legislator Samarinda Bahas Solusi Penanganan Sampah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA<\/strong> &#8211; Sektor lingkungan hidup dianggap masih menghadapi berbagai tantangan serius, seperti sampah yang berserakan di luar tempat sampah atau kontainer, sampah yang tidak terangkut, banyaknya tempat pembuangan sampah liar, serta mulai penuhnya kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh karena itu, anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah, menyatakan komitmennya untuk mendukung pengelolaan sampah di Kota Samarinda melalui program yang berbasis pada partisipasi masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya telah menyiapkan konsep yang berdasarkan studi banding di beberapa daerah. Salah satu fokus utamanya adalah memulai pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Kami akan memberikan insentif, seperti pembebasan biaya retribusi sampah, bagi warga yang berpartisipasi dalam program ini,&#8221; kata A\u2019an\u2014sapaan akrabnya\u2014kepada awak media saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor DPRD Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, pada Kamis (23\/01\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia menjelaskan, pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sudah ada rencana buat pasang insinerator alias mesin pembakar sampah di tiap kecamatan, tapi program itu tidak dapat berjalan dengan baik jika tiga langkah utama dalam pengelolaan sampah yang efektif tidak dilakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPemkot sudah berencana untuk mengadakan insinerator itu mesin pembakaran untuk sampah di setiap kecamatan. Kami mencoba membangunnya dari hulunya juga, jadi sederhana saja ada tiga langkah yang harus di jalani untuk pengolahan sampah,\u201d kata politisi Partai Demokrat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, A\u2019an menjelaskan bahwa masalah sampah harus diselesaikan dari akar permasalahannya, dimulai dari rumah-rumah warga untuk memilah sampah terlebih dahulu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah itu, akan dibentuk Bank Sampah untuk menampung sampah yang telah dipilah, dengan pengepul sampah plastik, sampah organik, dan non-organik di bagian hilirnya, sehingga pengelolaannya akan menjadi lebih mudah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMulai dari hulunya di siapkan program untuk pemilahan sampahnya di rumah tangga tentunya dengan ada semacam stimulan buat mereka yang ikut dalam program ini, mungkin nanti pembebasan bayar sampah setiap bulannya,\u201d tutur A\u2019an.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSelanjutnya, di tengah-tengah proses tersebut terdapat bank sampah yang menampung hasil pemilahan awal dari tingkat rumah tangga. Sampah yang masuk ke bank sampah akan dipilah kembali untuk diambil yang bisa dimanfaatkan, dan di bagian hilirnya terdapat penampung atau pengusaha yang akan mengolah hasil pemilahan dari bank sampah tersebut,\u201d Lanjut A\u2019an.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">A&#8217;an menyatakan bahwa dari hasil pemilahan, pasti akan ada sampah residu seperti popok dan kain yang akan dikirim ke insinerator yang telah disiapkan di setiap kecamatan untuk dilakukan pembakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAda sampah yang tidak dapat dimanfaatkan seperti kain, ban, dan popok \u00a0tidak dapat dimanfatkan lagi itu baru dikirim ke insinerator yang sudah disiapkan di setiap kecamatan,\u201d ungkap wakil rakyat dari daerah pemilihan Kecamatan Samarinda Utara dan Sungai Pinang ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kesempatan itu A\u2019an berharap, kecamatan, kelurahan, dan para ketua Rukun Tetangga (RT) bisa berperan aktif dalam menjalankan program tersebut sehingga permasalahan sampah di Samarinda dapat teratasi secara bertahap dan berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMudah-mudahan 2025 ini setidaknya ada beberapa RT dapat menjalankan program ini, sehingga bisa memberikan contoh bagi RT lainya di Samarinda dan kelurahan ikut berperan aktif untuk bisa menjalankan juga,\u201d tutup pria yang menyandang gelar Magister bidang Pertanian ini. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nistia Endah Juniar Prawita<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA &#8211; Sektor lingkungan hidup dianggap masih menghadapi berbagai tantangan serius, seperti sampah yang berserakan di luar tempat sampah atau kontainer, sampah yang tidak terangkut, banyaknya tempat pembuangan sampah liar, serta mulai penuhnya kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Oleh karena itu, anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah, menyatakan komitmennya &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":83390,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,26,37],"tags":[],"class_list":["post-83376","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83376","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83376"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83376\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83391,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83376\/revisions\/83391"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83390"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83376"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83376"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83376"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}