{"id":83681,"date":"2025-01-24T11:25:43","date_gmt":"2025-01-24T03:25:43","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=83681"},"modified":"2025-01-25T11:28:31","modified_gmt":"2025-01-25T03:28:31","slug":"sesar-aktif-sebabkan-empat-kali-gempa-bumi-di-koltim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sesar-aktif-sebabkan-empat-kali-gempa-bumi-di-koltim\/","title":{"rendered":"Sesar Aktif Sebabkan Empat Kali Gempa Bumi di Koltim"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>KENDARI &#8211;<\/b>\u00a0Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari mengungkapkan bahwa aktivitas sesar yang terjadi di wilayah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), telah menyebabkan terjadinya gempa bumi sebanyak empat kali dalam waktu yang berdekatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rudin, dalam keterangannya pada Jumat malam (23\/01\/2025), menyatakan bahwa gempa pertama tercatat pada pukul 21.37 WITA dengan magnitudo 4,9.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gempa tersebut kemudian diikuti dengan gempa susulan pada pukul 21.56 WITA dengan kekuatan 3,2 magnitudo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSelanjutnya, gempa susulan kembali terjadi pada pukul 21.58 WITA, dan gempa keempat tercatat pada pukul 22.14 WITA dengan magnitudo 2,6,\u201d jelas Rudin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia menyebutkan bahwa episenter keempat gempa bumi tersebut berada di koordinat 4.06 Lintang Selatan (LS) dan 1.21.81 Bujur Timur (BT), tepatnya di daratan sekitar 4,8 kilometer arah tenggara Lalolae, dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, Rudin menyampaikan bahwa guncangan gempa bumi ini dirasakan di beberapa wilayah di sekitar Kolaka Timur, seperti Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, serta Kota Kendari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, dampak guncangan juga terasa di Kabupaten Bombana. Menurut laporan yang diterima, getaran gempa dirasakan cukup kuat di dalam rumah, seakan-akan ada kendaraan besar yang melintas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHingga saat ini, belum ada laporan terkait kerusakan signifikan akibat gempa bumi ini. Namun, kami tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rudin memastikan bahwa hasil pemodelan gempa menunjukkan bahwa kejadian tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh kabar yang belum tentu kebenarannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPastikan bangunan rumah Anda aman dan tidak mengalami kerusakan yang dapat membahayakan stabilitas bangunan sebelum kembali memasuki rumah,\u201d ujar Rudin, mengingatkan agar masyarakat tetap memeriksa dan memastikan kondisi bangunan mereka pascagempa. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KENDARI &#8211;\u00a0Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari mengungkapkan bahwa aktivitas sesar yang terjadi di wilayah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), telah menyebabkan terjadinya gempa bumi sebanyak empat kali dalam waktu yang berdekatan. Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rudin, dalam keterangannya pada Jumat malam (23\/01\/2025), menyatakan bahwa gempa pertama tercatat pada pukul 21.37 &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":83682,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[35],"tags":[],"class_list":["post-83681","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83681","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83681"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83681\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83683,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83681\/revisions\/83683"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83682"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83681"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83681"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83681"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}