{"id":83863,"date":"2024-12-31T20:26:54","date_gmt":"2024-12-31T12:26:54","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=83863"},"modified":"2025-01-28T20:43:20","modified_gmt":"2025-01-28T12:43:20","slug":"harga-jagung-dan-ayam-potong-di-pasar-gerbang-raja-melonjak-jelang-tahun-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/harga-jagung-dan-ayam-potong-di-pasar-gerbang-raja-melonjak-jelang-tahun-baru\/","title":{"rendered":"Harga Jagung dan Ayam Potong di Pasar Gerbang Raja Melonjak Jelang Tahun Baru"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-pm-slice=\"1 1 []\"><strong>TENGGARONG<\/strong> \u2013 Menjelang malam pergantian tahun 2025, harga jagung dan ayam potong di Pasar Gerbang Raja Mangkurawang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengalami kenaikan signifikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan pantauan di lokasi, para pedagang jagung terlihat ramai menawarkan dagangannya, sementara pembeli tampak berusaha menegosiasikan harga yang semakin mahal. Sebelumnya, harga jagung hanya berkisar Rp16.000 per kilogram (kg), kini melonjak menjadi Rp20.000 per kg.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah seorang pedagang jagung asal Kecamatan Sebulu, Sugiarto, menyebutkan bahwa kenaikan harga ini terjadi akibat tingginya permintaan, sementara pasokan terbatas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHarganya naik karena stok ini terbatas, dan kebanyakan petani jagung itu daerah hulu, jadi ongkos kirimnya juga lumayan sampai ke Tenggarong,\u201d ungkapnya, Selasa (31\/12\/2024).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya jagung, harga ayam potong juga mengalami peningkatan. Sebelumnya dijual dengan harga Rp38.000 per kg, kini merangkak naik menjadi Rp40.000 per kg. Kondisi ini kerap terjadi menjelang perayaan tahun baru akibat keterbatasan stok yang tersedia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBiasanya malam tahun baru, memang naik bahkan pernah naik sampai Rp43.000,\u201d ujar Tasniah, salah satu pedagang ayam potong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, masyarakat yang berbelanja di pasar mengaku terkejut dengan lonjakan harga bahan pokok yang hampir selalu terjadi saat perayaan Natal dan Tahun Baru. Akibatnya, banyak warga yang berusaha menghemat pengeluaran mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSemua serba naik malam tahun baru, tidak seperti biasanya. Semoga setelah tahun baru harga barang kembali normal, syukur-syukur kalau turun,\u201d kata Norma, seorang pembeli di Pasar Gerbang Raja Mangkurawang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kenaikan harga ini menjadi fenomena tahunan yang berulang, terutama untuk komoditas yang banyak dibutuhkan saat malam pergantian tahun. Diharapkan, setelah perayaan tahun baru, harga bahan pokok dapat kembali stabil sehingga tidak membebani masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Rudini H | Penyunting: Hadi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TENGGARONG \u2013 Menjelang malam pergantian tahun 2025, harga jagung dan ayam potong di Pasar Gerbang Raja Mangkurawang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan pantauan di lokasi, para pedagang jagung terlihat ramai menawarkan dagangannya, sementara pembeli tampak berusaha menegosiasikan harga yang semakin mahal. Sebelumnya, harga jagung hanya berkisar Rp16.000 per kilogram (kg), kini melonjak &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":83866,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,33],"tags":[],"class_list":["post-83863","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-kartanegara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83863","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83863"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83863\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83869,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83863\/revisions\/83869"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83866"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83863"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83863"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83863"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}