{"id":8462,"date":"2015-06-02T23:09:58","date_gmt":"2015-06-02T15:09:58","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=8462"},"modified":"2015-06-02T23:09:58","modified_gmt":"2015-06-02T15:09:58","slug":"belasan-senjata-rakitan-diamankan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/belasan-senjata-rakitan-diamankan\/","title":{"rendered":"Belasan Senjata Rakitan Diamankan"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_8464\" aria-describedby=\"caption-attachment-8464\" style=\"width: 615px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Senjata-rakitan.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-8464 \" src=\"http:\/\/beritaborneo.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Senjata-rakitan.jpg\" alt=\"Senjata rakitan\" width=\"615\" height=\"345\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-8464\" class=\"wp-caption-text\">Petugas TNI tampak sedang membawa senjata rakitan yang berhasil diamankan dari tangan warga.<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>NUNUKAN<\/strong> &#8211; Sebanyak 12 pucuk senjata berikut 8 peluru penabur dan 7 bom rakitan yang diamankan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia-Malaysia\/Yonif Linud 433\/Julu Siri dari warga, rencananya digunakan untuk berburu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSementara ini kita lihat masih sebatas digunakan untuk berburu. Tetapi memang kalau terjadi perkelahian pasti mereka gunakan. Kalau kepepet alasannya membela diri. Biasa mereka jika terjadi konflik baik konflik keluarga, konflik yang lain-lain biasa mereka membawa senjata tersebut,\u201d ujar Komandan Satgas Pamtas Yonif Linud 433\/Julu Siri, Letnan Kolonel Inf Agustatius Sitepu SSos Msi, Selasa (2\/6\/2015) saat memberikan keterangan pers.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menjelaskan, senjata ini memiliki kemampuan efektif antara 50 hingga 100 meter. \u201cKalau efektif itu berarti mematikan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satu pucuk senjata rakitan dimaksud bahkan menggunakan amunisi SS1 yang biasanya dipakai pada senjata milik TNI. Komandan Satgas Pamtas Yonif Linud 433\/Julu Siri, Letnan Kolonel Inf Agustatius Sitepu SSos Msi menunjukkan senjata rakitan, peluru dan bom yang diamankan dari masyarakat. \u201cIni berbahaya, standar amunisinya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penggunaan senjata dimaksud sangat berbahaya, karena jangan sampai pemiliknya berusaha merebut atau mencuri amunisi milik TNI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah mengamankan belasan senjata rakitan tersebut, pihak Satgas Pamtas menyerahkan kepada polisi untuk mengusut pelaku penjualan senjata api jenis penabur di wilayah Kabupaten Nunukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUntuk pasarnya perlu diselidiki, karena mereka (warga pemilik senjata) tidak mau mengekspose dimana belinya? Mereka menyerahkan ini kepada kita dengan kesadaran,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agustatius mengatakan, senjata ini dipastikan dirakit di Indonesia. \u201cIni nanti tugas kepolisian, dimana pabriknya? Artinya pasti ada pembuatnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat yang menyerahkan senjata ini mengaku mendapatkannya dengan membeli dari seseorang. Harga senjata rakitan berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta, tergantung pada kualitasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mendapatkannya juga tidak mudah. Mereka membelinya dengan cara sembunyi-sembunyi.\u00a0 \u201cIni yang sedang kita telusuri. Nanti kita serahkan kepada kepolisian untuk ditelusuri, dimana pabriknya? Apakah ada di wilayah kita atau di wilayah lain? Tetapi ini buatan Indonesia, semuanya yang rakit di Indonesia,\u201d katanya. [] TB<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NUNUKAN &#8211; Sebanyak 12 pucuk senjata berikut 8 peluru penabur dan 7 bom rakitan yang diamankan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia-Malaysia\/Yonif Linud 433\/Julu Siri dari warga, rencananya digunakan untuk berburu. \u201cSementara ini kita lihat masih sebatas digunakan untuk berburu. Tetapi memang kalau terjadi perkelahian pasti mereka gunakan. Kalau kepepet alasannya membela diri. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8463,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,27,2248],"tags":[],"class_list":["post-8462","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8462","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8462"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8462\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8462"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8462"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8462"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}